Aku peringatin ya, sebelum baca lanjutan FF ini untuk menekan bintang di akhir. Juga warning dengan segala isi yg kadang diikuti Typo. Isi konten merupakan imajinasi penulis juga ide aslinya. Jadi, dilarang protes karena ini mutlak milik pencipta! Juga dilarang plagiat! Jika itu terjadi, aku sedot ubun-ubunnya! ⭐ Vote di pencet. Tuh, ada di bawah!
*
*
*
*
*
Masih ada hawa mengesalkan dari Yongbae karena perkataan Seungri akan permintaannya pada Jiyong untuk tidur bersamanya. Kadang tak habis pikir dengan mulut yang dimiliki artisnya itu. Ucapannya terdengar ambigu bagi siapa saja yang mendengarnya.
Sekarang situasi lebih sedikit tenang meski tak dipungkiri Yongbae masih merengut kesal. Jiyong sudah duduk santai di sofa empuk milik Seungri, sedangkan Seungri duduk bersandar di kaki sofa tepat sebelah Jiyong.
"Hyung, masih kesal denganku?"
"Masih tanya? Kau ini perlu berhati-hati dalam berucap. Kalimatmu bisa menyesatkan siapa saja yang mendengarnya, tak heran jika Jiyong menyemburmu dengan kuah," oceh Yongbae.
"Ya ya, maafkan aku. Jiyong Hyung, apa kau pikir ucapanku sama dengan yang Yongbae Hyung pikirkan?"
Seungri mendongak ke atas melihat Jiyong yang melirik ke bawah.
"Mn," gumam Jiyong sambil mengangguk.
"Ah, ternyata begitu. Oke, aku perjelas. Aku mau Jiyong Hyung malam ini menginap di sini. Dia bisa tidur di kamar-"
"Kamarku yang pasti!" potong Yongbae.
Seungri mencibik, "Ck, aku belum bilang apapun!"
"Terima atau tidak?" tegas Yongbae.
"Aku bisa tidur di sofa. Lagian, aku terbiasa tidur di lantai sekalipun asalkan ada alas empuk," ujar Jiyong santai. Dia menekuk kedua kakinya sekarang.
Seungri dan Yongbae melihat ke arah Jiyong bersamaan. Yongbae bahkan memicingkan matanya seakan menatap Jiyong curiga. Sementara Seungri memberinya tatapan sedih. Memang benar, selama Seungri menginap di rumah kontrakan Jiyong, dia tidur beralaskan matras dan selimut tebal saja. Herannya Jiyong bisa tidur nyenyak. Mungkin karena dia lelah, itu yang pernah Seungri pikirkan.
"Kau yakin bisa tidur di sofa? Tidak diam-diam masuk kamar Seungri, 'kan?" tuduh Yongbae.
"Hyuuunggg!"
"Kau diam! Aku hanya tidak ingin dia mencuri kesempatan darimu dan kalian malah melakukan ...," Yongbae menjeda kalimatnya.
"Apa?"
"Ah, pokoknya begitu," final Yongbae enggan melanjutkannya. Hanya akan jadi panjang urusannya dengan Seungri.
"Ya sudah, kalau begitu aku pulang saja!" tandas Jiyong hendak bangun dari duduk di sofa.
Seungri langsung melotot horor dan merubah posisi duduknya. Menarik Jiyong agar kembali duduk dengan cengiran di bibirnya.
"Jangan ya, Hyung! Kau tetap di sini. Tidur di apartemenku," bujuk Seungri dengan wajah memohon.
"Tapi, managermu terlihat tidak setuju!"
Jiyong menunjuk pada Yongbae dengan dagunya. Seungri melirik Yongbae yang memang memberi tatapan tak setujunya pada keduanya. Namun, Seungri seperti biasa, acuhkan Yongbae. Itu prinsipnya mulai sekarang.
"Abaikan dia! Kau bisa tidur di sini. Nanti aku ambilkan selimut dan bantalku. Ya, Hyung?" mohon Seungri dengan tatapan polosnya.
Jiyong mendesah pelan dengan kepalanya yang mengangguk sebagai permintaan diterima. Seungri sumeringah dibuatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hug and Love Me More
RomantikMasalah rumit yang sedang dihadapi Seungri, memaksanya untuk mundur dari dunia hiburan sementara waktu hingga dia bisa membuktikan dirinya tak bersalah. Di tengah usahanya memulihkan nama baiknya, banyak cemoohan yang harus diterima, membuatnya lela...
