Zahra dan Zaki berjalanan bersamaan dengan jarak yang tidak terlalu dekat menuju jalan raya besar. Jarak panti dengan jalan raya lumayan jauh.
Langit yang bewarna jingga menemani dua insan yang saling mencintai dalam diam itu. Keduanya saling diam sesekali saling melirik kemudian menundukkan pandangannya.
Namun saat mereka berjalan tiba-tiba hujan pun turun mereka pun terkejut dengan derasnya hujan. Zaki yang sontak membuat Zahra kaget karena ia memasangkan jaket yang ia kenakan kepada Zahra agar Zahra tidak terlalu basah kuyup.
"Ko jaket kamu dipasangin ke aku? Nanti kamu basah kuyup loh." Ucapku.
"Gapapa ko. Saya lebih khawatir kalau kamu yang basah kuyup Zah. Pake ajah jaketnya, biar ga teralu basah kuyup." Jawab Zaki sambal tersenyum kepada Zahra lalu ia menundukkan pandangannya lagi.
"Makasih ya."ucapku.
Zaki dan Zahra pun berteduh di halte. Saat mereka berteduh kebetulan ada yang berjualan minuman hangat. Lalu Zaki pun membeli 2 gelas susu hangat untuk meredakan dingin karena kehujanan. Mereka pun duduk bersamaan namun masih dengan jarak yang tidak terlalu dekat dan tas Zahra pun yang menadi pembatas antara mereka berdua. Tidak lama hujan pun reda. Saat hujan reda langit sore pun menghadirkan pelangi yang sangat indah/
Zahra pun dibuat takjub oleh pelangi di senja sore ini. Sejenak dia tersenyum, bersyukur kepada Allah karena telah menghadirkan pelangi disenja yang indah.
"Maa Syaa Allah... Pelangi disenja sore indah banget yah Zak?" ucap Zahra takjub.
Zaki pun sama dibuat takjub oleh pelangi di langit berwarna jingga itu." Maa Syaa Allah.. Iya Zah."
"Zaki! Kamu tau ga makna pelangi senja setelah hujan?." Ucapku.
"Bagi saya pelangi senja mengajarkan kita tentang arti keikhlasan dan kesabaran dalam menunggu. Menanti waktu dimana diri kita telah siap dan mampu untuk menghadirkan keindahan dan kebahagiaan. Pelangi senja akan selalu memberikan cerita tentang kesabaran dalam menanti, mengajarkan tentang bagaimana menggunakan waktu untuk terus mempersiapkan diri, hingga kelak ketika waktu tersebut datang untuk menemui, keindahan itu akan terjadi, dan semesta kan berbahagia bertasbih memuji sang illahi." Jelas Zaki.
"Tidak hanya itu... Pelangi senja mengajarkan kita bahwa paras yang cantic itu hanya bisa dimiliki sebentar, dan akan memudar seiring berjalannya waktu." Ucap Zahra.
"Betul Zah, karena kecantikkan seseorang akan memudar dengan bergulirnya waktu, namun kamu tahu bahwa kemuliaan akhlak lah yang akan selalu terpancar selamanya dan ketaqwaanlah yang akan memberikan kebahagiaan sampai akhir hayat." Ucap Zaki sambal tersenyum.
"Maka, cintailah wanita karena akhlaknya bukan karna kecantikkannya saja,cintailah wanita dengan sabar dan perlakukan mereka dengan baik." Ucap Zahra.
Zaki pun sontak terdiam dengan ucap Zahra. Jikalau dirinya boleh berkata jujur, bahwa ia mencitai Zahra bukan karena kecantikannya melainkan karena akhlakya. Dan ia berjanji akan memperlakukan Zahra dengan baik sebagaimana mestinya. Zahra memang terlahir dari keluarga yang berada dan kaya, namun dia selalu bersikap sederhana dan tidak pernah menyobongkan apa yang ia miliki. Itulah yang membuat Zaki kagum kepada Zahra. Namun rasanya Zaki terlalu berharap tinggi untuk memilik Zahra sepenuhnya. Dia tidak ingin berharap lebih selain kepada Allah sang maha pencipta.
Saking asiknya ngobrol, tidak terasa waktu menunjukkan pukul 5.30 pm. Keduanya sama-sama menunggu jemputan. Zaki menunggu Imam adiknya, sedangkan Zahra menunggu Abinya.
Tidak lama kemudian mobil yang menjemput Zahra pun datang, namun saat kaca mobil dibuka ternyata itu bukan Abi melainkan supir pribadi nya. Supir pribadinya pun turun dari mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir From Allah (Revisi)
Conto《DIHARAPKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA 》⚠️Dilarang berkomentar menggunakan bahasa yang kasar ⚠️Awas Baper | ⚠️ Romance-Reality | Cerita ini menceritakan tentang seorang perempuan yang terlalu berharap kepada ciptaan Allah sehingga ia se...
