Bab 21: Kekasih Halal (part 1)

89 4 0
                                        

Seperti Biasa Alarm Handphone Zahra pun berbunyi tepat pukul 2 malam. Zahra pun terbangun, saat Zahra bangun ia terkejut dengan sosok pria yang tertidur disampingnya sontak Zahra memukulnya dengan guling sampai pria itu terbangun.
Zaki pun terbangun dengan mata yang masih terlihat mengantuk.

"Astagfirullahaladzim, Zahra kamu kenapa mukulin mas sih," ucap Zaki sembari mengambil guling yang ada ditangan Zahra.

"Kak Zaki ngapain ada disini di kamar aku?" Ucap Zahra yang masih belum ingat dengan kenyataan.

"Kamu lupa Zah? Kita kan udah menikah, coba lihat tangan kamu," ucap Zaki menyakinkan Zahra.

Zahra pun melihat tangannya dan ternyata ia pun melihat cincin yang melingkar di jari kelingking tangan kanan nya, disanalah Zahra ingat jika ia sudah menjadi seorang istri. Zahra pun meminta maaf kepada Zaki jika dirinya lupa kalau dirinya sudah menikah.

"Astagfirullahaladzim ya Allah mas maaf Zah lupa kalau kita udah nikah," ucap Zahra.

"Yasudah gapapa Zah, oh iyah udah jam 2 nih kita shalat tahajud bareng." Ucap zaki

"Boleh mas, yasudah Zah ambil wudhu dulu yah," ucap Zahra sembari berangjak dari tempat tidurnya untuk mengambil air wudhu.

Mereka berdua pun melaksanakan shalat Tahajud bersama. Setelah selesai shalat Tahajud mereka pun melanjutkan melaksanakan shalat istikharah dan setelah melaksanakan shalat istikharah mereka pun melanjutkan dengan melantukan ayat suci Al-Qur'an sembari menunggu adzan Shubuh berkumandang.
Tepat pukul 04:30 AM adzan shubuh pun berkumandang, mereka berdua pun melaksanakan shalat shubuh berjamaah bersama keluarganya. Setelah selesai melaksanakan shalat Shubuh mereka pun melantukan ayat suci Al-Qur'an sembari menunggu waktu pagi.

Setelah selesai mengaji Zahra dan Zaki pun kembali ke kamarnya untuk membereskan kamarnya. Namun saat mereka menaiki tangga langkah mereka terhenti oleh suara panggilan dari sang kakak. Zahra dan Zaki pun menghentikan langkahnya.

"Kenapa kak?" Tanya Zahra.

"Lo siap-siap gih dek sama Zaki, nanti jam 09:00 AM kalian harus udah ada dibandara yah," jawab Ryan

"Kenapa kak? Ko kita disuruh siap-siap sekarang, emang kita mau kemana kak?" Tanya Zahra lagi.

"Lo lupa? Kan gua udah pesenin tiket honeymoon buat kalian. Dan gua pesenin buat hari ini, jam 10:00 AM jadwal pesawat berangkat. Pokonya gua gak mau tau lo siap-siap dari sekarang, nanti gua yang anterin kalian ke bandara," ucap Ryan.

"Ya Allah kak..... ngedadak banget sih kenapa gak dari malam kasih taunya,"

"Udah-udah Zah kita ikutin kata Ryan ajah yah, makasih yah kak buat semuanya," Ucap Zaki.

"Sama-sama Zak, yaudah sana kaliam siap-siap,"

Zaki dan Zahra pun pergi ke kamar untuk bersiap-siap. Zaki pun membantu Zahra untuk mempersiapkan barang yang akan mereka bawa. Tepat pukul 07:00 AM Zahra dan Zaki pun menuruni tangga dan menghampiri Abi dan Umi. Namun Zahra menghampiri Umi Syafira yang tengah memasak untuk sarapan sedangkan Zaki menghampiri Abi Furqan yang tengah membaca buku.

Zahra pun membantu Uminya menyiapkan sarapan. Setelah selesai menyiapkan sarapannya mereka pun sarapan bersama. Setelah selesai sarapan kak Ryan pun langsung menyiapkan mobil untuk mengantarkan adik bungsunya sekolah
Ryan pun berpamitan untuk mengantarkan Meyra sekolah dulu. Setelah selesai mengantarkan Meyra sekolah Ryan pun menyuruh Zahra dan Zaki untuk memasukan barang mereka ke bagasi mobil.

Sebelum berangkat Zahra dan Zaki pun berpamitan dengan Umi dan Abi.
"Umi, Abi, kita berangkat dulu yah," ucap Zaki dan Zahra bersamaan.
"Iyah Sayang, hati-hati yah. Jangan lupa kabari Umi sama Abi kalau udah sampai disana," ucap Umi
"Jangan lupa cepat kasih Abi cucu yah,"
"In Syaa Allah Abi, yasudah Zah sama mas Zaki berangkat dulu yah, Assalamu'alaikum," ucap Zah sembari memeluk Umi dan Abinya itu.

Takdir From Allah (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang