Bab 8: Kamu Bukan Yang Ditakdirkan Untukku!

43 6 0
                                        

Hari ini adalah hari yang dinanti-nanti oleh Zaki. Tepatnya hari ini ia melangsungkan wisuda stara 2 Fakultas Bisnis Ekonomi Perkantoran. Setelah mengikuti banyak ujian, sidang dan wawancara. Akhirnya Zaki dinyatakan lulus disebuah Universitas Negeri unggul dan favorit di Jakarta. Dengan mendapatkan nilai IPK tertinggi dari mahasiswa lain dan ia menjadi mahasiswa paling unggul di kampus.

Zaki tak berhenti mengucapkan syukur. Setelah menerima beberapa penghargaan. Setelah menerima penghargaan ia langsung menghampiri kedua orang tuanya. Umi Fatimah dan Abi Faqih meneteskan air mata bahagia. Mereka sangat bangga kepada putra sulungnya yaitu Zaki.

Umi Fatimah Langsung memeluk Zaki serta mencium kedua pipinya," Tabarakallah sayang, Umi bangga banget sama kamu nak."

"Alhamdulillah makasih Umi." Kata Zaki.

"Abi juga bangga sama kamu Zaki." Ucap Abi Faqih sambil memeluk putra kebanggaannya itu.

"Alhamdulillah Abi. Ini juga berkat doa dari Abi sama Umi, Zaki bisa sampai sekarang ini." Jawa Zaki yang tak sadar air matanya menetes.

Imam sang adik pun ikut bangga dan bahagia aas kelulusan kakanya. Dia langsung memeluk kakaknya utu. Kemudian menguncapkan selamat.

"Tabarakallah, happy graduation bang! Gua bangga sama ente! Semoga ilmunya bemanfaat buat orang lain, Aamiin." Ucap Imam.

Zaki dan kedua orang tuanya mengaamiinin doa Imam. Saat mereka saling memeluk dan mengucapkan selamat tiba-tiba seorang perempuan membawa bucket bunga dan sekotak hadiah menghampiri keluarga Zaki.

"Assalamu'alaikum.: salam perempuan itu.

"Wa'alaikumussalam." Balas mereka bersamaan.

Saat melihat kearah perempuan itu, sontak Zaki terkejut karena perempuan yang membawa bucket bunga dan sekotak hadiah itu Fatimah. Sementara Abi Faqih dan Umi Fatimah heran karena Fatimah datang seorang diri dan tidak ditemani oleh kedua orang tuanya.

"Barakallah atas kelulusannya kak Zaki. Semoga ilmunya bermanfaat untuk semua orang." Ucap Fatimah sembari memberikan bucket bunga dan sekotak hadiah itu kepada Zaki.

"Syukron." Balas Zaki.

"Sebelumnya Fatimah minta maaf ustadz, kak Zaki dan semuanya. Abah sama Umma berhalangan hadir,. Karena ada keperluan mendadak di pondok." Ucap Fatimah.

"Tidak apa-apa nak Fatimah. Kedatangan Fatimah saja sudah cukup bagi Zaki. Iyah kan Zak? Kata Abi Faqih.

Zaki hanya bisa tersenyum. Namun matanya melihat sekeliling mencari keberadaan Zahra. Dia berharap Zahra ada disini bersamanya dan memberikan ucapan untuknya. Namun sedari tadi gadis itu tidak ada disini.

"Zaki, kamu lagi nyari siapa nak?" tana\ya Abi Faqih.

"Zaki, lagi nyari teman Bi. Kalau begitu Zaki izin pamit sebentar mau ketemu teman Zaki." Ucap Zaki.

"Yasudah, jangan lama-lama yah. Sudah itu nanti kamu ajak Fatimah jalan jalan yah Zak." Kata Abi Faqih.

"Iyah Bi. In syaa Allah." Jawab Zaki.

Zaki pun keluar dari ruangan disebuah hotel tersebut. Dia sedang mencari keberadaan Zahra. Padahal dia sudah memberitahu Zahra saat di café agar gadis itu datang sat ia wisuda. Namun Zahra tidak kunjung datang. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya. Dan ternyata seseorang itu adalah sahabtnya yang tak lain adalah Sandi.

"Sahabatku Zaki, selamat yah akhirnya ente bakalan jadi Dosen tetap dikampus ini. Congrast mas bro." ucap Sandi sembali memeluk dan menepuk-nepuk punggung Zaki sebentar.

"Alhamdulillah, syukron San. ente juga congrast yah. Seorang ketua LDK yang tampan ini bakalan jadi CEO." Ucap Zaki. Sandi memang akan mendai seorang CEO di restaurant ayahnya dan akan menggantikan ayahnya.

Takdir From Allah (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang