Mencintaimu dalam diam adalah cara aku mencintaimu.
Menyebut nama mu dalam setiap sujudku adalah cara terbaik untuk mencintaimu.
Biar Allah saja yang menentukannya.🌼 🌼 🌼
"Zahra sayang." Ucap Umi dibalik pintu kamarku.
Umi terus mengetuk pintu kamar Zahra, namun pintu tak kunjung dibuka oleh Zahra. Hanyalah isak tangis yang terdengat dibalik lintu, kekhawatiran Umi Syafira kepada putrinya kini menjadi semakin khawatir karena Zahra tak membuka pintu kamarnya. Namun Umi terus mengetuk dan memanggil Zahra.
"Sayang, Umi boleh masuk? Umi mau bicara sesuatu sama kamu nak. Tolomg buka pintunya sayang! " ucap Umi Syafira dibalik pintu kamar Zahra yang terus membujuk anaknya untuk membuka pintu kamarnya.
Zahra yang tadinya berbaring sambil menangis, cepat-cepat beranjak dari kasurnya dan mengusap air matanya. Agar tidak kelihatan terlalu sembab Zahra pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah itu Zahra membuka kunci kamarnya. Ia pun kembaki duduk disofa kamarnya, Umi Syafira pun ikut duduk disampingnya.
"Cerita sama Umi, ada apa? Apa yang bikin anak umi yang cantik ini nangis? Tanya Umi sembali memeluk Zahra dan menegelus kepalanya yang ditutup hijab pashmina pink.
"Umi, apa benar yang Abi katakan tadi, kalau Abi ingin menjodohkan aku dengan anaknya pak Rio itu? Teru kenapa Abi baru bilang sekarang? Dan kenapa Abi ngelakuin ini Mi? Kenapa?" Tanyaku sembari menangis.
"Soal perjodohan, Umi belum tahu dan bener-bener ga tahu sama sekali sayang. Nanti Umi bicarakan lagi sama Abi yah sayang !!! Kamu jangan khawatir, ada Umi, kak Ryan dan juga Zahra yang selalu ada buat kamu. Terutama Umi akan selalu dengarkan cerita kamu sampai kamu puas ceritanya. Jadi kalau kamu butuh teman curhat atau cerita bilang sama Umi yah," ucap Umi Syafira sembari memeluk Zahra.
Zahra hanya membalas dengan senyuman dan pelukan yang sangat erat kepada Uminya meskipun air matanya masih menetes."Yasudah, sekarang kamu tidur yah! Besok kan kamu harus kerja dan harus kuliah juga kan?" Tanya Umi. Aku pun menganggukan kepala sambil tersenyum.
Zahta pun membaringkan tubuhnua. Lalu Umi Syafira meraih selimut dan menyekimuti tubuh Zahra, setelah itu Umi mencium kening putrinya itu sembari mengelus kepala Zahra.
"Mimpi indah yah sayang." Ucap Umi dan Umi pun mematikan lampu kamar Zahra dan keluar dari kamar Zahra. Kemudian Umi Syafira pun menghampiri Abi yang sedang duduk di sofa ruang tengah, sembari mengobrol dengan Arya dan Manda karena yang lain sudah pada tidur.
Namun saat Umi Syafira menghampiri Abi yang tengah bersama Om Arya dan tante Manda, tiba-tiba pamit untuk tidur, dan diruang tengah hanya ada Umi dan Abi yang tengah mengambil lembaran kertas dsn ternyata itu adalah CV yang diberikan oleh pria yang berniat mengajak Zahra ta'aruf. Umi pun duduk disebelah Abi.
"Bi, apa kamu yakin ingin menjodohkan anak kita ( Zahra) dengan anak pak Rio itu?"tanya Umi.
"Dilihat dari sikapnya yang langsung datang ke kantor, memberikan CV ta'aruf ini. Sepertinya dia memang serius dengan Zahra. Yang Abi lihat Sandi anaknya baik dan sopan seperti Ayahnya, dan aku sempat pernah ketemu di restaurant pak Rio yang di Jakarta. Dia sedang membantu pekerja disana." Coba kamu lihat dan baca CVnya, pendidikan dan agamanya cukuo bagus. Aku rasa dia bisa menjadi suami yang dapat membimbing Zahra."
"Tapi Bi, Umi rasa Zahra tidak akan mau dijodohkan dan Umi rasa juga Zahra mencintai pria lain."
Abi Furqon menghela nafasnya sejenak."Allah maha membolak-balikan hati manusia. Jadi tidak ada salahnya jika Zahra berta'aruf dan dilamar oleh nak Sandi. Biar mereka saling terikat dan bisa saling mengenal satu sama lain."

KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir From Allah (Revisi)
Cerita Pendek《DIHARAPKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA 》⚠️Dilarang berkomentar menggunakan bahasa yang kasar ⚠️Awas Baper | ⚠️ Romance-Reality | Cerita ini menceritakan tentang seorang perempuan yang terlalu berharap kepada ciptaan Allah sehingga ia se...