Tak lama kemudian Taxi yang Zahra tumpangi sampai di Panti Asuhan. Tempat ini lah yang membuatku nyaman.
Zahra pun keluar dari Taxi hujan-hujanan, ia langsung menghampiri pintu panti dan memencet bell panti,
Tingnung....
Tingnung...
Tingnung...
"Assalamu'alaikum," ucap Zahra
"Wa'alaikumussalam, tunggu sebentar,"jawab orang didalam sambil teriak.
Saat membuka pintu Ibu panti sontak terkejut melihat kedatangan Zahra yang basah kuyup kedinginan.
"Astagfirullah Zahra, kenapa basah kuyup gini. Ayok cepet masuk kedalam,"ucap Ibu panti yang dibalas anggukan dari Zahra.
Zahra pun masuk kedalam panti bersama Ibu panti. Setelah berada didalam Zahra langsung disuruh untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian yang ada di panti.
Selesai membersihkan diri dan mengganti pakaian Zahra pun keluar dari kamar yang ada dipanti dan menghampiri Ibu panti yang sedang masak di dapur. Namun lamgkahnya terhenti oleh teriakkan yang taka sing lagi untuk Zahra Yaitu suara Wisnu. Anak laki-laki itu berlari dan langsung memeluk Zahra, sontak Zahra langsung membalas pelukan Wisnu.
"Kak Zahra, akhirnya kakak kesini lahi, Wisnu kira kakak udah ga sayang sama aku dan temen-temen makanya kakak ga kesini-sini lagi, Wisnu kangen banget sama kak Zahra"ucap Wisnu sembari memeluk pinggang mungil Zahra dan menangis.
"Kakak juga kangen banget sama Wisnu. Maafin kakak yah soalnya kakak lagi banyak tugas sayang, jadi kakak ga ada waktu kesini. Dan yang terpenting sekarang kakak udah ada disini nemuin Wisnu dan temen-temen yang lain."balas Zahra.
"Iyah kak, kakak mau nginep disini kan?"ucap Wisnu.
"Iyah sayang, kakak nginep disini. Boleh kan?"ucapku.
"Boleh dong kak, boleh banget. Pasti temen-temen pada seneng."jawab Wisnu.
Saat aku sedang berbicara sama Wisnu tiba-tiba anak-anak panti berlarian dan memelukku. Aku pun membalas pelukan mereka. Disinilah dan merekalah yang mampu membuat hatiku lebih tenang dan rasanya beban dipikiranku hilang seketika. Tak terasa air mataku menetes membasahi pipiku, aku langsung memhapus air mata itu agar tidak terlihat oleh anak-anak.
Saat adegan pelukan dengan anak-anak panti, tiba-tiba Ibu panti menghampiri kami dan meyuruh untuk makan bersama. Aku dan anak-anak panti pun berjalan ke ruang makan.
"Maaf yah Zahra, makanan disini tidak seperti dirumah Zahra. Disini hanya makan seadanya saja tidak mewah,"ucap Ibu panti.
Aku pun tersenyum,"Gapapa ko bu, makanan apa pun itu pasti saya makan ko bu. Lagian tidak selalu harus mewah untuk makan kalau akhirnya tidak berkah mubazir. Lebih baik makan sederhana apa adanya namun berkah untuk kita semua,"balas Zahra.
Kami semua pu menyantap masakan Ibu panti. Setelah selesai makan malam, aku langsung membantu Ibu panti untuk membereskan meja makan dke dapur. Setelah selesai aku memilih untuk pergi ke taman belakang panti.
Aku pun duduk di ayunan sambil membaca Al-Qur'an. Namun tiba-tiba Cindy menghampiriku,"Assalamu'alaikum kak Zah. Kok kakak ada disini sendiri?"
"Wa'alaikumussalam Cindy. Gapapa ko kakak lagi cari udara segar ajah disini."jawabku.
"Oooo.. boleh Cindy temenein? "tawarnya.
" Boleh sayang, kakak lebih seneng kalau ada yang temenin kakak."balasku.
"Kak Cindy boleh tanya ga sama kakak?"tanya Cindy sembari memelukku.
"Boleh Cindy mau tanya apa sayang,"jawabku sembari membalas pelukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir From Allah (Revisi)
Historia Corta《DIHARAPKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA 》⚠️Dilarang berkomentar menggunakan bahasa yang kasar ⚠️Awas Baper | ⚠️ Romance-Reality | Cerita ini menceritakan tentang seorang perempuan yang terlalu berharap kepada ciptaan Allah sehingga ia se...
