14

1.4K 139 12
                                        


Sanji berjalan dengan gelisah . Berkali kali ia menghentikan tangannya yang gemetar. "Zoro" Batinnya .Dipikiran lelaki itu sekarang hanya ingin bertemu zoro . Dekat dengan sang dominan membuat sanji merasa aman .

Ia cari zoro di kelas . Tidak ada . Di toilet , nihil. Harapan terahirnya hanya di atap .sanji setengah berlari menaiki tangga .

Zoro hanya berdiri menikmati angin sepoy yang lewat. Cuaca tak begitu panas . Hanya mendung . Ia bercagak pada pagar pembatas di atap . Matanya tertuju ke bawah . Ke siswa siswi yang sedang jam olahraga .

𝙅𝙚𝙠𝙡𝙚𝙠

Zoro menoleh ke arah pintu saat mendengar seseorang membukanya . Tampak sosok orang yang sangat ia kenal bahkan sayangi. "Kau sudah selesai makan ? " Tanyanya membalikan badan .

Sanji mengabaikan pertanyaan zoro . Langkahnya semakin mendekati pria itu .

Pelukan hangat diterima zoro ."ada apa ? "

"Biarkan seperti ini , sebentar saja " Mendengar suara sanji yang sedikit lemah , zoro membalas pelukan itu .

1 menit mereka berdiri . Zoro mendudukan pantatnya . Masih dalam pelukan sanji . Ia bersender pada pagar besi tadi . Suasana sangat nyaman.

Bel tanda istirahat berahir berkumandang . Siapa sangka, sanji malah tertidur di pelukan sang kekasih . Bolos kelas sudah suatu kebiasaan bagi zoro .

kali ini , ia membolos untuk membiarkan kekasihnya tidur. "Bagaimana bisa wajahmu selucu ini saat tidur hmm" Ucapnya mencubit kecil pipi sanji .

.........

"Mana sanji ? " Tanya guru di kelas 12 A pada murid2nya .

Nami mengangkat tangan " Tadi dia tiba2 sakit bu , mungkin di uks " Ucapnya.

"Oo yasudah , kita lanjut pelajaranya saja "

...........

Jam sudah menunjukan pukul 3 sore . Waktunya pulang . Tapi sebelum itu , ada pembagian hasil ulangan . Satu persatu murid2 kelas 12 A menerima kertas ulangan masing2 .

"Sanji , kau dapat berapa kali ini " Tanya usop seraya meratapi nilainya yang menurun.

"Tujuh sembilan" Jawab sanji . Seketika semua mata tertuju padanya . Hening tanpa suara . Hanya zoro yang tetap poker face menatap ulangannya.

"Maksudmu sembilan tujuh kan haha tidak usah bercanda " Ucap nami tak percaya .

Sanji memutar kertasnya . Memperlihatkan hasil ulangannya pada nami dan yang lain . "Mungkin guru mtknya salah koreksi " Nami memeriksa setiap jawaban sanji .

"Sanji , kau.... Baik2 saja ? , apa kepalamu pusing ?, kau sedang ada masalah ?, atau kau punya hutang ?, apa jangan2 zoro... "

"Tidak " Jawab sanji sebelum nami menyelesaikan ucapannya .

Teman2 sekelasnyapun heran . Tidak biasanya nilai sanji dibawah sembilan .

"Zoro kau berapa ? " Tanya nami penasaran mengembalikan kertas ulangan sanji . Zoro memberikan kertas ulangannya .

" Delapan dua " Beber nami . Usop ikut melihat kertas ulangan zoro . "Jadi pelakunya bukan zoro" Ucapnya

Zoro menggendong tas di bahu kanannya . Merebut kertas ulangan di tangan nami . Menggeret lengan sanji keluar.

"ehh" Sanji mengambil tasnya . Tidak ada pembicaraan saat jalan . Sampai di pintu utama pun tidak ada percakapan . Mereka mengganti sepatu mereka . Lanjut mendatangi mobil managernya .

STAY BERSAMAMUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang