Tiga

929 78 0
                                        

"Kemarin, kamu ke toko dessert sindir New?" Tanya Gun pada New.

Saat ini Gun berada di ruang Room VIP tempat biasa New Dan Gun bertemu.

"Enggak. Sama Earth" Jawab New. Dia sedang memilih menu untuk dipesan.

"Earth? Siapa lagi Earth ini?" Tanya Gun.

Kalau Tay, Gun sudah tau. Karna tidak jarang New membawa Tay saat New dan Gun bertemu. Namun, Gun belum tau tentang Earth.

"Sekretaris baru. Aku sengaja cari sekretaris lagi. Untuk membantu Tay, sepertinya dia tidak bisa mengurus semuanya sendiri lagi sekarang" Jelas New. Dia menyenderkan tubuhnya ke bangku tempat duduk Restoran.

Gun mengangguk, tanda ia mengerti. Memang perusahaan New sekarang sudah sangat berkembang pesat. Sangat berbeda keadaannya waktu New baru merintisnya dulu.

Gun senang, akhirnya usaha New membuahkan Hasil. Gun menyaksikan dengan kedua matanya bagaimana sahabatnya itu berjuang untuk mengembangkan bisnisnya dulu.

Apalagi saat "Dia" meninggalkan New, hanya karna laki-laki yang lebih mapan. New tetap berjuang, membangun usahanya. Walaupun dia harus menguras tenaga dan pikirannya, ditambah hati yang terluka. Jika mengingat waktu itu, Gun sangat ingin melindungi New.

"New. Apa kamu masih mengalami mimpi itu?" Tanya Gun.

"Iya. Aku tidak tahu kapan aku akan terbebas dari mimpi itu, senyumnya. Masih ku ingat dengan sangat jelas" Raut Wajah New berubah menjadi sedikit sedih.

Memang benar, New benar-benar belum sedikit pun melupakan kenangan indah nya dengan orang yang sudah mencuri hatinya dulu. 2 Tahun terjebak dengan Friendzone, lalu berpacaran 8 Tahun. 10 Tahun itu bukan hal yang sedikit untuk dilupakan, walaupun dalam waktu 4 Tahun sekali pun.

"New. Bukalah hati mu untuk yang lain, aku yakin. Jika kamu bisa menemukan orang baru, aku yakin kamu tidak akan mengalami mimpi itu lagi" Nasehat Gun pada New.

Adakah? Yang bisa kucintai lagi Batin New.  Sepertinya, dia merasa bahwa dirinya sudah mati rasa untuk orang baru.

  Sepertinya, dia merasa bahwa dirinya sudah mati rasa untuk orang baru

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jadi dia pergi ke tempat dessert...." Tay sedikit tersenyum melihat postingan New di media sosial nya.

"Seminggu ini pasti sangat berat buat dia. Sampai dia memesan sangat banyak dessert seperti itu" Lanjut Tay, kemudian dia mengunci layar hpnya lalu meletakkan hp itu ke meja yang ada di kamarnya.

Saat ini Tay sedang berada di rumah orang tuanya. Pho dan Mae Tay memintanya untuk pulang kerumah, karna itu Tay Mengambil izin Cuti.

Tay membersihkan dirinya sebelum berkumpul di ruang keluarga bersama orang tuanya.

"Ada apa Pho? Tidak biasanya Pho meminta Tay untuk pulang" Tanya Tay pada Pho nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ada apa Pho? Tidak biasanya Pho meminta Tay untuk pulang" Tanya Tay pada Pho nya.

"Tidak Tay, Pho hanya merindukan anak bungsu pho ini. Kakak-kakak kamu sering main ke rumah. Tapi kamu, sudah 2 Bulan tidak berkunjung kerumah" Jelas Tuan Vihokratana.

"Maaf Pho. Belakangan perusahaan tempat Tay bekerja sangat sibuk, karna itu Tay tidak bisa berkunjung ke rumah"

"Iya Pho mengerti. Apa sekarang sudah tidak sibuk, sampai kamu bisa berkunjung kesini? Padahal pho hanya menawarkan saja saat ditelepon. Tidak menyangka kamu akan benar-benar datang" Tuan Vihokratana memang pundak putra bungsunya.

"Iya Pho. Tay mengambil Cuti sampai beberapa hari kedepan, jadi Tay bisa disini sampai masa Cuti Tay habis" Jelas Tay. Tuan Vihokratana tampak senang.

Setelah berbincang sedikit, Mae Tay. Nyonya Vihokratana mengajak untuk Tay dan Pho-nya untuk makan malam.

Help meTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang