Berjumpa

35 2 0
                                        

"Ugh..."

Kelopak mataku bergerak pelan.

Kepalaku masih terasa berat, sementara dadaku sesekali masih terasa nyeri. Samar-samar aku mendengar suara dua orang sedang berbicara di balkon kamar.

"...besok pagi dia harus dibawa ke rumah sakit."

"Keadaannya tidak bisa dianggap ringan."

Suara itu terdengar asing.

Aku mengerutkan dahi.

"Oppa..."

Gumamanku lirih.

Namun suara pelan itu cukup membuat Jungkook yang sejak tadi duduk di samping ranjang langsung menoleh.

"Mey?"

Seketika ia berdiri dan menghampiriku.

"Iya, chagi. Oppa di sini."

Tangannya menggenggam jemariku lalu mengusap pelan kepalaku.

Aku membuka mata sedikit lebih lebar.

Di balik pintu yang masih terbuka, kulihat seorang pria berjas putih berdiri sambil menatapku.

Aku belum pernah melihatnya.

"Tadi..."

Aku menunjuk ke arah pintu.

"Itu siapa, oppa?"

Jungkook menoleh sekilas ke arah Yuki.

Hanya dalam hitungan detik, ia memberi kode dengan matanya agar Yuki tidak mengatakan apa pun.

Yuki memahami maksud itu.

Ia hanya mengangguk pelan lalu mengalihkan pandangannya.

"Itu dokter yang tadi memeriksa kamu."

Jungkook kembali tersenyum lembut kepadaku.

"Beliau datang karena oppa khawatir sama kamu."

"Oh..."

Aku mengangguk kecil.

Entah kenapa, pria itu terus menatapku dengan tatapan yang sulit kujelaskan.

Tatapan itu terasa hangat...

Tetapi juga dipenuhi kesedihan.

Aku ingin bertanya lagi.

Namun rasa kantuk kembali menyerang.

"Masih mengantuk?"

Aku mengangguk pelan.

"Hm..."

"Kalau begitu tidur lagi saja."

Jungkook membetulkan selimutku.

"Besok kita ke rumah sakit."

"Baik..."

Aku memejamkan mata kembali.

Beberapa detik kemudian napasku kembali teratur.

Jungkook memastikan aku benar-benar tertidur sebelum mengembuskan napas panjang.

Ia menoleh ke arah Yuki.

"Hyung."

"Ayo keluar."

"Jangan sampai dia terbangun lagi."

Yuki hanya mengangguk pelan.

Sebelum keluar, ia sempat menoleh sekali lagi ke arah gadis yang sedang tertidur itu.

Matanya mulai memanas.

Namun ia memilih menahan semuanya.

Belum sekarang.

My husband  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang