Tidak sendiri

15 1 0
                                        

Sejujurnya...

May sudah berusaha menerima kenyataan.

Berusaha.

Tapi ternyata menerima kenyataan bahwa dirinya harus tinggal dua hari lagi di rumah sakit jauh lebih sulit daripada menerima hasil pemeriksaan yang menyakitkan.

Sejak pagi tadi, air matanya seperti tidak memiliki tombol berhenti.

Bahkan setelah Jungkook membelikannya stroberi kesukaannya, May masih menangis.

Sambil makan stroberi.

Sambil menangis.

Sambil sesekali mengeluh.

"Oppa..."

"Iya, May."

"May sudah minta maaf."

Jungkook yang sedang duduk di samping ranjang mengangguk.

"Iya."

"May juga sudah bilang nggak akan makan cokelat sebanyak itu lagi."

"Iya."

"Terus kenapa Dokter Yuki masih marah?"

Jungkook menahan senyum.

"Hyung sebenarnya nggak marah."

"Marah!"

May langsung membantah.

"Dia selalu bikin May kesal."

"May sudah masukkan dia ke daftar hitam."

Jungkook mengusap kepala May.

"Memangnya ada daftar hitam?"

"Ada."

"Di mana?"

May menunjuk dadanya sendiri.

"Di sini."

Jungkook akhirnya terkekeh.

"Jadi May punya daftar hitam sendiri?"

"Iya."

"Isinya siapa saja?"

May mulai menghitung menggunakan jarinya.

"Dokter Yuki."

"Satu."

"Dokter Yuki yang kedua."

Jungkook mengerutkan kening.

"Itu orang yang sama."

"Pokoknya dua."

Jungkook hanya bisa menggeleng.

"Baiklah."

"Kalau begitu oppa tidak ikut campur."

May kembali terisak.

"Oppa..."

"Iya?"

"May kangen oppa yg lain ."

Kali ini suara May benar-benar terdengar sedih.

Jungkook yang tadinya ingin bercanda langsung berubah lembut.

"Oppa tahu."

"Makanya tadi oppa sudah menghubungi mereka."

"Sebentar lagi kita video call."

Mata May sedikit berbinar.

"Benarkah?"

"Iya."

"Semua?"

"Semua."

May langsung mengangguk cepat.

My husband  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang