Suasana rumah yang biasanya dipenuhi tawa kini berubah menjadi sunyi.
Hanya suara pendingin ruangan dan detak jarum jam yang terdengar mengisi ruang tamu.
Yuki mengembuskan napas panjang setelah memastikan pintu kamar Mey benar-benar tertutup. Tatapannya masih terpaku ke arah lantai atas, tempat gadis itu kembali terlelap setelah suhu tubuhnya mulai meningkat.
Tanpa sadar jemarinya mengepal.
Sampai detik ini ia masih sulit menerima kenyataan bahwa gadis yang sedang terbaring lemah itu adalah adik kecil yang selama bertahun-tahun tidak pernah berhasil ia temui.
"...Hyung."
Lamunannya buyar saat suara Jungkook memanggil pelan.
Yuki menoleh.
"Ayo duduk."
Tanpa banyak bicara, mereka berpindah ke ruang tamu.
Jin, Namjoon, Hoseok, Taehyung, Yoongi, dan Jungkook duduk membentuk lingkaran kecil. Tak seorang pun membuka suara. Wajah mereka dipenuhi kecemasan, menunggu penjelasan dari dokter yang kini duduk tepat di hadapan mereka.
Yuki membuka tas medisnya, mengambil sebuah tablet berisi catatan hasil pemeriksaan awal Mey. Ia mengusap wajahnya sejenak, seolah sedang menyusun kata-kata yang tepat sebelum akhirnya mulai berbicara.
"Aku akan menjelaskan semuanya."
Seketika seluruh perhatian tertuju padanya.
"Pertama..."
Yuki menarik napas panjang.
"Keadaan Mey jauh dari kata baik."
Kalimat itu membuat wajah Jungkook kembali menegang.
"Memang tadi dia sempat sadar beberapa kali."
"Tapi itu bukan berarti kondisinya sudah stabil."
Ia menggeser layar tabletnya, memperlihatkan beberapa catatan pemeriksaan.
"Suhu tubuhnya saat aku memeriksa mencapai **39,2°C**."
Jimin spontan menutup mulutnya.
"Setinggi itu...?"
Yuki mengangguk pelan.
"Dan aku khawatir suhu tubuhnya masih bisa meningkat menjelang malam."
Ia melanjutkan penjelasannya.
"Denyut nadinya juga cukup cepat, sekitar seratus dua puluh kali per menit."
"Itu termasuk **takikardia ringan**."
Namjoon mengernyit.
"Karena demam?"
"Bukan hanya karena demam."
Yuki menggeleng pelan.
"Nyeri hebat, stres berkepanjangan, trauma psikologis, kurang tidur, bahkan kondisi emosional yang tidak stabil juga bisa menyebabkan denyut jantung meningkat."
Ruangan kembali hening.
"Tadi saat aku memeriksa matanya..."
"Konjungtivanya tampak pucat."
"Itu mengarah pada kemungkinan **anemia**, meskipun aku belum bisa memastikannya sebelum dilakukan pemeriksaan darah di rumah sakit."
Jin menghela napas panjang.
"Anak itu..."
"Selama ini sebenarnya hidup seperti apa?"
Tak seorang pun mampu menjawab.
KAMU SEDANG MEMBACA
My husband
RomanceCerita tidak jelas dibuat ketika niat dan dibuat asal"lan 😌😌 Up tidak teratur bisa per hari , minggu , bulan ,bahkan tahun karna aku MALAS PAKE BANGET. di jual kepada 7 pria tampan,mapan ,dan baik bukanlah hal yang aku bayangkan setelah diriku d...
