Kabar buruk

32 2 0
                                        

Tut... tut... tut...

Suara dering ponsel memecah keheningan ruang kerja seorang pria yang sedang tenggelam di balik tumpukan dokumen. Kim Seokjin menghela napas pelan sebelum melirik layar ponselnya.

**Jungkook.**

Tanpa berpikir panjang, ia segera mengangkat panggilan itu.

"Halo, Jungkook-ah. Ada apa?"

Suara di seberang sana terdengar begitu kacau.

"Hyung... Mey sakit. Cepat pulang. Aku juga sudah menghubungi Yuki hyung supaya segera datang ke rumah."

Seokjin langsung berdiri dari kursinya.

"Apa?! Apa yang terjadi?"

Tanpa sadar suaranya meninggi.

"Ssst..."

Suara Jungkook langsung memotong.

"Hyung, pelankan suaramu. Mey baru saja tertidur."

"Oh... maaf."

Seokjin menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri.

"Apa yang terjadi? Dia sakit apa? Bagaimana bisa?"

"Nanti aku jelaskan."

Suara Jungkook terdengar bergetar.

"Tolong pulang dulu, hyung. Aku... aku tidak sanggup menghadapi ini sendirian."

Belum sempat Seokjin menjawab, panggilan itu sudah terputus.

Tut.

Seokjin menatap layar ponselnya beberapa detik sebelum menghela napas.

"Dasar bocah... telepon duluan, menutup telepon juga duluan."

Meski menggerutu, ia tahu adiknya pasti sedang benar-benar panik.

Jungkook memang terlihat dewasa dari luar, tetapi hati anak itu jauh lebih rapuh daripada yang orang lain bayangkan.

Tanpa membuang waktu, Seokjin segera menghubungi Namjoon.

"Namjoon."

"Iya, hyung?"

"Bersiap. Kita pulang sekarang."

"Ada apa?"

"Mey sakit."

Nada bicara Seokjin terdengar serius.

"Jangan tanya apa-apa dulu. Hubungi Taehyung, Jimin, dan Hoseok. Aku akan menghubungi Yoongi."

"Baik, hyung."

Namjoon langsung menutup telepon tanpa bertanya lebih jauh.

Padahal mereka memiliki grup keluarga, tetapi karena semua sedang panik, tidak ada seorang pun yang mengingat keberadaan grup itu.

---

Di sisi lain kota...

Sebuah ruangan kedap suara dipenuhi lembaran partitur dan berbagai alat musik.

Yoongi duduk santai sambil memetik gitar tanpa tujuan ketika ponselnya bergetar.

Ia mengangkat panggilan itu.

"Halo, hyung?"

"Yoongi."

Suara Seokjin terdengar terburu-buru.

"Segera bersiap. Kita pulang sekarang."

"Kenapa?"

"Mey sakit."

My husband  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang