Mimpi buruk

32 2 0
                                        

Film yang kami tonton akhirnya memasuki pertengahan. Adegan-adegan brutal mulai bermunculan tanpa henti. Suara jeritan, darah, dan kemunculan sosok menyeramkan silih berganti memenuhi layar.

"Oppaaaa!"

Tanpa sadar aku berteriak cukup keras. Tubuhku refleks memeluk lengan Jungkook erat-erat hingga hampir tidak memberinya ruang untuk bergerak. Tangannya yang hangat segera mengusap punggung dan tanganku perlahan, berusaha menenangkan.

Jungkook terkekeh pelan.

"Sudah, ya. Main HP oppa saja. Film ini sepertinya memang tidak cocok untuk kamu."

Aku langsung mengangguk cepat.

"Iya, oppa. May sudah nggak sanggup lagi. Seram sekali... nanti May benar-benar nggak bisa tidur."

Mataku mulai berkaca-kaca. Air mata bahkan sudah siap jatuh.

"Cup... cup... anak baik."

Jungkook mengusap kepalaku dengan lembut.

"Tenang, chagi. Oppa di sini. Berbaring saja, ya."

Ia menyerahkan ponselnya kepadaku.

"Main game saja."

Aku menerima ponsel itu dan mencoba mengalihkan pikiranku dengan memainkan permainan yang ada di dalamnya. Namun rasa kantuk datang jauh lebih cepat daripada yang kuduga.

Kelopak mataku terasa semakin berat.

Beberapa menit kemudian...

Bruk.

Ponsel itu hampir saja jatuh tepat mengenai wajahku.

"Fyuh..."

Jungkook dengan sigap menangkap ponselnya sebelum sempat mengenai hidungku.

"Hampir saja."

Ia menggeleng pelan sambil menatapku yang sudah tertidur pulas.

"Gadis ini... bagaimana bisa tidur sambil memegang HP tepat di atas wajahnya?"

Dengan hati-hati ia merapikan posisi tidurku, membetulkan bantal, lalu menarik selimut hingga menutupi tubuhku.

"Kalau sampai kena wajahnya..."

Ia menghela napas panjang.

"Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan hyung padaku nanti."

---

**Sepuluh menit kemudian...**

"Tolong... jangan pukul aku..."

Suara lirih itu membuat Jungkook langsung menoleh.

"Sakit..."

Air mata mulai mengalir dari sudut mataku meski aku masih terlelap.

"Mama... Ayah... tolong..."

"May..."

Rintihanku semakin keras.

"Maaf... maaf... sakit..."

Jungkook yang semula masih menonton langsung panik. Wajahnya berubah pucat melihat tubuhku mulai gemetar.

"Mey..."

Ia segera mengguncang bahuku pelan.

"Bangun, sayang. Ini oppa."

Tak ada jawaban.

Hanya isakan dan rintihan kesakitan yang semakin terdengar jelas.

"Mey... bangun. Jangan buat oppa khawatir."

My husband  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang