Rumah yang Ternyata Tidak Pernah Sepi

14 1 0
                                        

Akhirnya...

Hari yang paling ditunggu May tiba juga.

Pagi itu, May duduk di tepi ranjang sambil menatap koper kecil yang sudah sejak tadi tertata rapi.

Senyumnya tidak berhenti sejak membuka mata.

Hari ini...

May pulang.

Benar-benar pulang.

Yuki masuk ke kamar sambil membawa hasil pemeriksaan terakhir.

"May."

May langsung berdiri.

"Dokter!"

"May boleh pulang?"

Yuki tersenyum tipis.

"Boleh."

Mata May langsung berbinar.

"Benar?"

"Benar."

"Yeay!"

May langsung mengangkat kedua tangannya.

Jungkook yang berdiri di dekat jendela ikut tersenyum lega.

"Pelan-pelan."

"Nanti malah jatuh."

May langsung berhenti bergerak.

"Oh iya."

Yuki menyerahkan beberapa lembar catatan kepada Jungkook.

"Tapi ada syarat."

May yang tadi sangat bersemangat langsung menatap curiga.

"Syarat apa?"

"Pola makan harus dijaga."

"Jam tidur harus teratur."

"Obat diminum sesuai aturan."

"Dan tidak boleh sembarangan makan makanan yang sebelumnya sudah dilarang."

May langsung menoleh ke arah Yuki.

"Termasuk mi?"

"Termasuk mi instan."

Wajah May langsung berubah.

"Tapi..."

"May sudah pulang."

"Justru karena sudah pulang, kamu harus menjaga kondisi tubuhmu."

May menghela napas panjang.

"Baiklah."

Yuki tersenyum.

"Bagus."

"Kalau kamu patuh, nanti kita evaluasi lagi."

May mengangguk.

"Tapi May tetap boleh makan cheesecake kan?"

Yuki tertawa kecil.

"Sesekali."

May langsung tersenyum lebar.

"Deal!"

---

Beberapa jam kemudian...

Mobil akhirnya berhenti di depan rumah.

Begitu pintu dibuka...

May langsung turun.

Ia berdiri beberapa detik di depan rumah sambil menghirup udara dalam-dalam.

"Rumah..."

May tersenyum.

My husband  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang