Keesokan paginya...
May terbangun lebih awal dari biasanya.
Perlahan ia membuka mata, lalu menatap langit-langit kamar rumah sakit dengan wajah datar.
Beberapa detik kemudian...
Ia mengembuskan napas panjang.
"Huft..."
"Masih rumah sakit..."
Keluhnya pelan.
Semalam ia bahkan sempat berharap semua itu hanyalah mimpi.
Namun aroma khas rumah sakit, suara monitor jantung, dan selang infus yang masih menempel di tangannya membuatnya sadar.
Ini nyata.
May benar-benar masih dirawat.
Dan... masih ada enam hari lagi.
"Ugh..."
May kembali menarik selimut hingga menutupi sebagian wajahnya.
"Tujuh hari itu lama..."
"May mau pulang..."
Pintu kamar perlahan terbuka.
"Selamat pagi, baby."
Suara ceria Hoseok langsung membuat May menoleh.
"Hobi oppa!"
Tanpa pikir panjang, May langsung mengulurkan kedua tangannya.
Hoseok tersenyum lalu menggendongnya dengan hati-hati, memastikan tangan yang dipasang infus tidak tertarik.
"Baby sudah bangun?"
May mengangguk pelan.
"Iya."
"Hobi oppa..."
"May masih ngambek."
"Masih karena mi instan?"
May mengangguk lebih cepat.
"Dan cheesecake."
Hoseok tertawa kecil.
"Ya ampun..."
"Kalau oppa boleh, oppa juga mau kasih semuanya."
"Tapi nanti dokter Yuki marah."
May langsung mengerucutkan bibir.
"Dokter Yuki galak."
"May nggak suka."
Baru saja Hoseok hendak menjawab...
Tok... tok...
Pintu kembali terbuka.
Yuki masuk bersama dua orang perawat sambil membawa map tebal di tangannya.
"Selamat pagi."
May yang melihatnya langsung memalingkan wajah.
"Hmph."
Yuki hanya tersenyum tipis.
"Masih marah?"
"May nggak kenal."
Jawabnya singkat.
Taehyung yang baru masuk ke kamar hampir tersedak mendengar jawaban itu.
"Hyung..."
"Naik pangkat jadi orang asing."
Yuki hanya menghela napas pasrah.
"Hari ini jadwalnya lumayan padat."
KAMU SEDANG MEMBACA
My husband
RomansaCerita tidak jelas dibuat ketika niat dan dibuat asal"lan 😌😌 Up tidak teratur bisa per hari , minggu , bulan ,bahkan tahun karna aku MALAS PAKE BANGET. di jual kepada 7 pria tampan,mapan ,dan baik bukanlah hal yang aku bayangkan setelah diriku d...
