39 ☘

142 27 0
                                        

🍁🍁🍁

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍁🍁🍁

Hari terasa lambat berlalu bagi Xenna, dan nyatanya sudah seminggu dari pamitnya Niholas pergi, yang katanya ada urusan penting perusahaan yang harus diselesaikannya.

Selama seminggu ini, komunikasi mereka lancar sebenarnya, dalam artian masih ada kabar dari Nicholas.

Hanya saja, disaat Xenna bertanya jawaban Nicholas hanya menenangkan dan menguatkan Xenna, bahwa "semuanya baik baik saja, nanti akan aku jelaskan saat kita bertemu".

Lantas, kapan hari itu tida, kapan dia akan pulang, waktu hari pertama Nicholas memberi kabar, dia berkata, "kuusahakan pulang". Tapi sampai hari ketujuh pun Nicholas tidak pulang.

Apa mungkin permasalahannya lebih berat dan besar, mangkanya Nicholas tidak sempat pulang.

Pertanyaan yang sering ditanya oleh Xenna, adalah kesehatannya Nicholas. Itu adalah kekhawatiran paling utama Xenna.

Tetapi lelaki yang sedang dikhawatirkan Xenna ini, sangat pandai menyimpan rasa sakitnya, dan itu kenyataannya.

Jadi setiap kali Nicholas memberi jawaban, Xenna tidak percaya sepenuhnya, rasa khawatirnya masih besar, bahkan tidak surut.

"Kamu yakin mau pulang Xenna ?" Tanya Seo Yeon.

Sudah beberapa kali Seo Yeon bertanya demikian.

"Iya Eonnie" jawaban Xenna masih sama.

Seo Yeon menghela nafas, seperti menyerah.

"Eonnie, aku bukan kabur kan, nanti aku masih akan bertemu dengan Baby Hanna, sama Eonnie juga" ucap Xenna.

"Aku dan Hanna akan kesepian jika kamu pulang" ucap Soe Yeon, akhirnya ia mengeluarkan kalimat itu.

"Eonnie, kalo masalah itu, aku minta maaf" hanya ucapan itu yang bisa Xenna keluarkan.

"Hem, aku tidak bisa egois menahanmu, sekarang kamu hubungi Nicholas dulu, aku harap semoga dia bisa mengijinkan" ucap Seo Yeon.

Xenna menganggukkan kepalanya.

Xenna pun keluar, ia akan keluar, tempat yang biasa ia datangi jika semua hal yang harus ia kerjakan selesai.

Pinggir pantai adalah spot favorite nya, tak pernah bosan Xenna berada disini, saat Baby Hanna sedang bersamanya saja, pasti akan ia ajak kesini.

Duduk diatas kain diletakkan tepat diatas pasir laut, dan ada beberapa pohon yang meneduhi tempat itu. Jadi jika panas sedang terik akan tetap aman.

"Semoga diangkat" gumam Xenna, ponsel sudah ia arahkan kedepan wajahnya. Ia  menghubungi Nicholas lewat panggilan video.

📞📞📞

"Assalamualaikum." Sapa Xenna duluan saat panggilan sudah terhubung.

"Waalaikumsalam" jawab Nicholas, kekasihnya itu tampak sedang sibuk, ia menjawab sebentar sapaan Xenna, lalu fokusnya kembali kearah lain. Ponselnya bahkam diletakkan sepertinya.

 [Change story ] XENNICHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang