11 ☘

195 26 2
                                        

🍁🍁🍁

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍁🍁🍁

Makan malam sudah selesai, kini Xenna kembali diajak ke ruang santai, ruangannya berbeda lagi dengan ruangan yang pertama kali ia pas datang. Semakin bertambah kekaguman Xenna pada rumah ini.

"Aunty, maafkan aku, aku harus masuk kek kamar, sudah waktunya tidur" ujar Qannaya.

"Iya sayang gak apa, selamat istirahat ya"  jawab Xenna.

"Besok besok Uncle harus ajak  aunty  main lagi kesini ya, aku belum banyak mengobrol dengannya" ujar Qannaya dengan tatapan pada Nicholas.

"Iya, sudah sana, mama mu sudah menunggu" ujar Nicholas dan sedikit melihat pada Angeline yang sudah berdiri.

Qannaya pun berdiri, "selamat malam semua, aku kembali kekamar" tak lupa lambaian tangan dan senyuman ia sunggingkan.

"Good night honey" ujar Amirra pada cucu cantiknya itu.

"Good night mom" ujar Angeline, ia hanya pamitan pada Ibunya saja.

Amirra menganggukkan kepalanya dan disertai senyuman.

"Maaf kan sikap anak Oma ya Xenna" ujar Amirra setelah kepergian anak dan cucunya itu.

"Tidak apa Oma" jawab Xenna.

"Jadi, " Amirra sedikit menoleh pada Nicholas, "kamu kenal sama Nicholas dimana ?" Tanya Amirra, dan pertanyaan itu akhirnya keluar.

"Emm, ... aku anak_" ucapan Xenna langsung terhenti.

"Xenna akan jadi sekretaris aku Oma" jawab Nicholas.

"Ohh, yang akan gantiin Ica ya" ucap Amirra, "pasti ada sesuatu lain kan ?" Tanya Amirra langsung.

Xenna bingung mau jawab apa.

Karena kebingungan Xenna, Nicholas langsung berucap. "Oma doa kan saja yang terbaik" jawab Nicholas.

Dan jawaban dari Nicholas reflek membuat Xenna langsung menolah pada Bos nya itu. Apa maksud dari jawaban Bos nya, itu yang ada dipikiran Xenna.

Respon Amirra langsung tersenyum lega, itu yang bisa ditangkap oleh Xenna.

"Akhirnya kamu menemukannya, sudah kita akhir obrolan hari ini, hari semakin malam, dan kamu harus istirahat Xenna" ujar Amirra, tangannya menggenggam kedua tangan Xenna.

"Kita harus atur waktu lagi untuk ngobrol berdua Xenna" ucap Amirra.

Dengan kaku Xenna menganggukkan kepalanya.

"Baiklah, aku sama Xenna pamit pulang Oma" ujar Nicholas.

"Iya, Nicholas kamu harus jaga baik baik Xenna ya, bahagian kan dia" ucap Amirra.

"Iya Oma, ayo Xenna" ujar Nicholas, tangannya terulur didepan Xenna.

Dengan ragu, akhirnya Xenna menyambut uluran tangan Nicholas, ia berdiri.

 [Change story ] XENNICHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang