Kisah sepasang manusia, lelaki dan perempuan yang mempunyai kesamaan sama-sama belum berpacaran, sama-sama ada seseorang yang mendekati mereka bertujuan ingin menjalin hubungan. Dan sama-sama menolaknya. Perbedaan mereka hanya pada umur yang terpaut...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🍁🍁🍁
"Ternyata kamu disini sayang" ucap Amirra.
"Oma" Xenna terkesiap, sebab tadi ia sedang termenung.
"Qannaya tidur ?" Tanya Amirra, ia duduk disamping Xenna.
"Iya Oma" jawab Xenna.
"Kenapa kamu tidak suruh Nich bawa ke kamarnya, kasian mau harus cari tempat sepi gini" ujar Amirra.
"Pak Nich belum kembali dari tadi" ucap Xenna.
"Anak itu ya, pasti dia melupakanmu, begitu dia jika sudah membahas bisnis" Amirra sangat tahu dengan sikap cucunya itu. Bukannya menemani calonnya ini, ehh.
"Maafkan Nich ya" ucap Amirra.
"Tidak apa Oma, Pak Nich tidak melakukan kesalahan apapun" jawab Xenna.
"Kamu bisa panggil Nich nama saja kok didepan Oma" ucap Xenna disertai senyuman.
"Emm..." Xenna bingung mau memberi respon apa.
"Xenna" Amirra meraih tangan Xenna sebelah yang tidak menahan tubuh Qannaya.
"Oma doakan yang terbaik dengan hubungan kalian kamu dan Nich, masalah Edrea kamu tidak perlu khawatir ya, Nicholas tidak menyukainya, apalagi litle princess ini, dia sangat tidak menyukainya, yang menyukainya hanya Angeline" jelas Amirra.
"Emm, Oma tahu aku, ... dekat dengan Nich" Xenna ragu untuk bertanya.
"Oma tahu semua, dan Oma merestui kalian" jawab Amirra.
Rasa harus datang saat mendengar ucapan Amirra, mata Xenna sudah berkaca kaca.
"Terima kasih Oma" ucap Xenna, ia menundukkan kepalanya, air mata tidak bisa dicegah lagi.
"Hey cucu Oma jangan menangis gini, Oma tidak bisa memelukmu" ujar Amirra, nada suaranya sedikit menggoda.
Xenna mengembangkan senyumannya, ia kembali menatap pada Amirra.
Jemari tangan Amirra menyeka air mata Xenna pelan, "Jangan bosan menunggu Nich ya, Oma yakin Nich akan menjadikanmu kekasihnya, hanya saja dia masih butuh waktu" ucap Amirra.
"Aku masih kuat menunggunya Oma" jawab Xenna.
Amirra mengembangkan senyumannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.