33 ☘

139 26 0
                                        

🍁🍁🍁

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍁🍁🍁

Waktu terus berlalu, pekerjaan Xenna masih terbilang lancar, tapi Nicholas kadang melakukkan perjalanan keluar kota tanpa dirinya, entahlah kenapa.

Bukannya kebanyakan sekretaris itu sering ikut perjalanan bisnis kemana pun Bosnya, tapi berbeda dengan Xenna. Ia ikut perjalanan bisnis sampai keluar negeri, hanya saja selanjutnya jika ada hal yang harus diselesaikan diluar kota, Xenna hanya diutus mengurus kerjaan dikantor pusat saja.

Terhitung sudah hampir dua bulan mereka berada di Korea, tapi kalau dari segi keahlian, perkerjaan Xenna semakin bagus, ia juga sekarang sudah mulai bisa bicara pakai bahas korea. Dan itu keharusan bagi Xenna untuk menguasai beberapa bahas, karena kedepannya pasti akan ada beberapa negara yang akan bekerjasama dengan perusahaan Bos nya itu.

"Ku pikir makam orang tua kamu ada di Indo" ucap Xenna.

Ya, mereka sekarang berada ditempat pemakaman, sepetinya lokasinya tempat pemakaman elit, sebab semua makam punya jarak, tidak berdekatan, dan jika dibanding tempat pemakaman umum biasanya sangat jauh berbeda.

"Mereka ingin dimakamkan disini" jawab Nicholas.

Mereka kini berjongkok, posisi saling berdampingan.

"Mom, Dad, aku datang lagi" Nicholas menatap dalam nisan Ibu dan Ayahnya.

"Kalian baik baik saja kan disana ?" Tanya Nicholas, air mata sudah menggenang disana.

Nicholas selalu melankolis jika bersama Carloss dan Alexa, ia pasti akan menangis.

"Nich baik baik saja disini" Nicholas mengembangkan senyumannya, tapi air mata sudah menetes, ia menundukkan kepalanya.

Sementara Xenna yang melihatnya, tangannya langsung mengelus punggung Nicholas.

Beberapa kali Nicholas menghela nafasnya, lalu ia menoleh pada Xenna.

Nicholas tersenyum kearah Xenna, "aku akan mengenalkan kamu" ucap Nicholas.

Xenna melepaskan tangannya dari punggung Nicholas. Dan ia menganggukkan kepalanya.

"Mom, Dad, hari ini Nich bawa seseorang, dia adalah kekasihku, namanya Xenna" Nicholas meraih tangan Xenna dan digenggamnya erat.

Xenna mengembangkan senyumannya. "Halo Om, Tante, kenalin aku Xenna, kekasihnya Nich" Xenna sedikit malu dengan ucapannya diakhir.

Nicholas terkekeh pelan mendengar ucapan kekasihnya itu.

"Xenna gadis yang baik Mom, dia banyak mengubahku menjadi pribadi yang lebih baik, dia selalu khawatir dan peduli dengan ku, dia tidak ingin aku sakit apalagi sendirian, doakan ya Mom, Dad, agar dia yang akan menemaniku sampai nanti" Nicholas berucap dengan sangat lancar, tapi bagi yang mendengar harus.

 [Change story ] XENNICHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang