Kisah sepasang manusia, lelaki dan perempuan yang mempunyai kesamaan sama-sama belum berpacaran, sama-sama ada seseorang yang mendekati mereka bertujuan ingin menjalin hubungan. Dan sama-sama menolaknya. Perbedaan mereka hanya pada umur yang terpaut...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🍁🍁🍁
Hari ini adalah hari kemenangan bagi Xenna dan kedua temannya, walau nanti kesibukkan mereka setelah ini akan menjadi kendalanya, tapi hari ini adalah hari yang ditunggu.
Xenna sekarang sudah duduk didalam mobil dibagian kursi penumpang, didepan sudah ada Ibu dan Ayahnya. Mobil melaju santai, dan untungnya hari wisudanya bertepatan dengan hari minggu jadi jalanan lenggang.
"Jangan melamun Nak" ucap Arsen.
Xenna mengembangkan senyuamannya, "gak kok Ayah" jawab Xenna.
"Si Nicholas datang gak sayang ?" Tanya Selenna.
Huh, diingatkan lagi, Xenna tuh sedang berusaha melupa kenyataan Bu, batin Xenna berteriak.
"Lagi dinas dikorea dia Bu" jawab Xenna.
"Loh kamu kan sekretarisnya, kok dia berangkat sendirian" ujar Selenna, sang Ibu bahkan menghadapkan setengah badannya kebelakang.
"Xenna kan harus wisuda bu, setelah ini kamu nyusul kan Nak" ujar Arsen.
"Iya, besok Xenna terbang ke korea" jawab Xenna.
"Baru dua minggu yang lalu kamu pulang, besok udah mau berangkat lagi, mana beda negara lagi" Selenna mengeluarkan unek uneknya, maklum saja anak tunggalnya itu tidak pernah berpisah lama, paling paling pulang malam atau menginap dirumah Kyra dan Qiana, tapi sekarang berbeda.
"Bu, anak kita ini sudah besar bu, sekarang aja udah gak minta uang jajan lagi, jadi jangan terlalu sedih begitu" timpal Arsen.
"Iya Ayah, Ibu ngerti kok, hanya saja terasa berbeda" ucap Selenna.
"Maaf ya Ibu Ayah, kalo sekarang waktu Xenna sedikit buat kalian" ucap Xenna.
"Gak apa sayang, gak perlu minta maaf, ini semua demi masa depan kamu yang lebih cerah, bisa buat Ayah sama Ibu bangga, yang penting kamu gak lupa dengan pesan Ayah dan Ibu" ucap Selenna.
"Iya Bu, Xenna akan selalu ingat" jawab Xenna.
"Sudah ya sedihnya, sekarang rapihkan dulu penampilannya sayang, kita sudah masuk area kampus" ucap Arsen.
Xenna pun mengeluarkan kacanya, ia melihat penampilannya dari kaca.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.