34 ☘

148 25 0
                                        

🍁🍁🍁

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍁🍁🍁

Esok harinya, Xenna dan Nicholas kembali pada rutinitas mereka. Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju kantor.

"Qanna masih disini tidak ya" ucap Xenna. Ia teringat dengan princess kecil itu.

Kemarin saat mereka bersantai dipinggir danau, Qannaya tidur dipangkuannya. Dan tak lama kemudian Angeline datang, ia langsung membawa Qannaya, tanpa ucapan sepatah kata pun.

Dan Nicholas hanya acuh, dia juga tidak ada pembahasan sama sekali, belum menceritakan apa yang terjadi kemarin dengannya dan Angeline.

Xenna pun tidak ingin ikut campur, walau ia ingin tahu, cuma ia harus menjaga privasi kekasihnya itu. Jika memang Nicholas ingin buka suara, pasti dia akan bicara sendiri tanpa perlu diminta.

"Belum" jawab Nicholas seadanya.

Xenna hanya menganggukkan kepalanya.

Tangan Xenna yang digenggam oleh Nicholas dari tadi semakin mengerat dalam genggaman Nicholas.

"Kemarin Tante Angeline datang ingin aku bertemu dengan orang tua Edrea" ucap Nicholas.

Xenna mengira akan tidak ada pembicaraan lagi, siapa sangka Nicholas akan membuka pembahasannya bersama Angeline kemarin.

Xenna menyimak, tatapannya masih pada Nicholas, ia belum membuka suara.

"Sudah sering mereka ingin aku datang, hanya saja aku selalu menolak jika itu membahas hal pribadi" lanjut Nicholas.

Karena belum ada respon dari Xenna, Nicholas putuskan akan bicara semuanya.

"Tante Angeline itu mau jodohin aku dengan Edrea, tapi aku selalu menolak. Cuma dulu pas awal awal ketemu Tante belum jujur, dan aku sudah tahu sebenarnya, jadi dulu setiap ada kesempatan Tante selalu mempertemukan aku dengan Edrea. Tante jujur waktu itu saat Edrea sudah bekerja diperusahaan, semenjak itu Edrea semakin gencar mendekat" jelas Nicholas, bertepatan dengan berhentinya mobil. Mereka sudah sampai di parkiran perusahaan.

Nicholas mengubah posisi badannya menghadap Xenna, kedua tangannya menggenggam tangan Xenna.

"Coba lihat sini" ujar Nicholas.

Xenna yang tadinya menunduk mengangkat kepalanya, tatapan mereka bertemu.

"Sayang, jangan takut dan jangan ragu dengan perasaanku, aku gak akan pergi dan bersama dia" ucap Nicholas.

"Aku, ..." Xenna menghela nafas sejenak.

"Takut dan ragu, untuk sekarang iya, tapi aku akan mencoba untuk percaya kamu" ucap Xenna.

Nicholas mengembangkan senyumannya, ia merasa lega. Ditariknya pelan tangan Xenna, ia mendekap tubuh kekasihnya itu.

"I love you" ucap Nicholas.

 [Change story ] XENNICHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang