Kisah sepasang manusia, lelaki dan perempuan yang mempunyai kesamaan sama-sama belum berpacaran, sama-sama ada seseorang yang mendekati mereka bertujuan ingin menjalin hubungan. Dan sama-sama menolaknya. Perbedaan mereka hanya pada umur yang terpaut...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🍁🍁🍁
Didalam pesawat Xenna duduk diam, matanya memejam dengan kepala menunduk, sebentar lagi pesawat akan mulai terbang. Karena belum pernah perjalanan naik pesawat tanpa kedua orang tuanya, Xenna hanya meremas kedua tangannya.
Sementara kursi yang ada disampingnya terisi oleh Nicholas, walau jarak mereka terhalang sedikit. Semua pergerakkan Xenna diperhatikan.
Sebelah tangan Nicholas mengulur pada tangan Xenna yang sedang bertautan.
Mendapat sentuhan lain ditangannya, Xenna menoleh pada keberadaan bos nya itu. Tatapan mereka bertemu.
"Kamu bisa memegang tanganku" ucap Nicholas.
Jangan tanya baimana kondisi Xenna, ia yakin kedua wajahnya pasti sudah memerah, dan selanjutnya Xenna menundukkan kepalanya.
Xenna tidak menuruti ucapan Nicholas, tangannya masih bertautan. Tetapi tangan Nicholas masih berada diatas tangannya.
Kenapa dia melakukan itu, apa dia kasihan padaku, ya pasti kasihan kan. Batin Xenna terus meracau itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Perjalanan Xenna dan Nicholas memakan waktu sedikit lama, didalam pesawat tidak sampai berjam jam, yang lama itu perjalanan menuju tempat mereka menginap, dan tujuan mereka bukan villa, hotel, atau ressort, tetapi sebuah rumah.
Xenna takjub melihat rumah bos nya itu, suasananya sangat asri, cocok sekali jika ingin menenangkan diri. Dari perjalanan duapuluh menit menuju rumah ini, Xenna sudah dibuat kagum oleh pemandangan luas persawahan yang mereka lewati, lalu rasa kagum nua berlanjut saat memasukin kawasan rumah yang hampir dikelilingi oleh pohon pohon, rumah ini seperti ditengah hutan, bedanya memiliki halaman yang luas.
Dan satu jam menuju lokasi rumah pemandangan pantai yang mereka lewati. Sangat indah perjalanan pertama tanpa orang tuanya kali ini.
"Hari ini kamu istirahat dulu saja, persiapkan diri buat besok" ujar Nicholas.
Kini mereka sedang duduk diruangan yang terlihat sepertu ruang keluarga atau tempat santai.