makan siang

3 2 0
                                        

   Ameira berdecak kesal, hari ini ia disuruh oleh orang tua nya untuk memasak dan mengantarkan makan siang untuk Aezar ke toko tempat nya bekerja, dengan alasan agar mereka bisa lebih akrab karena setelah perjodohan waktu itu, Ameira sama sekali tidak ingin menjalin komunikasi dengan sang calon suami

"Maaf mas mau ketemu Aezar adyatama ada?" Tanya Ameira setelah tiba didepan toko yang orang tuanya katakan bahwa itu adalah tempat Aezar bekerja

" Eh iya mbak selamat siang,, Aezar ada mbak ,tadi lagi izin sholat zhuhur" sahut seorang karyawan itu
" Mbak bisa nunggu disini dulu silakan nanti saya kasih tau mas Aezar nya" sambung karyawan itu lagi seraya menunjukkan kursi panjang yang berada didepan toko

Ameira mengangguk dan berjalan menuju kursi sesudah mengucap terimakasih
Sebenarnya ia benar-benar malas harus melakukan aktivitas membosankan ini, menunggu lelaki lugu yang sangat ia benci untuk memberikan makan siang

" Kenapa harus ada ritual nganter makan kayak gini segala sih, kan pasti dia dikasih jatah makan siang sama tempat dia kerja" kesal Ameira berbicara sendiri

Ameira menatap kedalam toko, toko berukuran standar itu berisi banyak barang-barang dari kosmetik,sembako,obat obatan sampai alat alat elektronik

" Pasti karyawan disini gaji nya pas Pasan diliat dari tokonya aja pas Pasan gini yakali gaji karyawan nya gede" racau Ameira
"Dih... Bosen banget dah harus nimbrung lama lama disini" Ameira hendak bangkit dari duduknya tapi ia dibuat terkejut dengan kehadiran lelaki bertubuh tinggi jangkung dengan seragam sama seperti karyawan yang ia temui tadi ditambah kacamata minus yang setia menempel di depan matanya, Aezar tersenyum hangat pada Ameira yang menatap nya tak acuh

"Udah lama ya, maaf tadi aku bersihin musholla nya dulu soalnya gak tau kalo kamu mau Dateng" tutur Aezar sopan dan hangat

"Gue juga gada niat mau dateng kesini kali,kalo bukan karena kewajiban berbakti sama papa gue yang nyuruh gue nganterin makan siang buat lo" sahut Ameira ketus ia sama sekali tidak menghidupkan sistem sensor pada ucapannya
"Nih.. makan abisin " sambungnya

Aezar menerima kotak makan siang itu dengan senang hati
"Aku makan ya, kamu udah makan?" Tanya Aezar seraya mengambil posisi duduk dikursi lain yang berhadapan dengan Ameira
Ameira diam, ia baru ingat ia tidak diberi jatah makan siang tadi, setelah ia selesai memasak, ayahnya langsung menyuruh nya untuk mengantarkan makan siang Aezar, apa ayahnya sekarang tidak memikirkan anak nya lagi?

" Belom" jawab Ameira masih ketus

" Yaudah kita makan bareng, aku ambilin makan siang ku ya buat kamu, tadi aku dikasih nasi kotak sama atasan ku" Aezar berdiri dan berlalu tanpa menunggu jawaban Ameira dan berselang beberapa menit Aezar kembali dengan nasi kotak dan air mineral botol ditangannya
Aezar menyerahkan nasi kotak pada Ameira dengan senyum hangat, Ameira tidak langsung mengambil alih nasi kotak itu,ia menatap dengan ekspresi tanpa minat
"Makan bareng aku ya" lirih Aezar
Ameira mengambil nasi kotak nya karena setelah ia pikir jika ia tidak makan pasti saat di kampus nanti akan kelaparan
"Ini kamu yang masak?" Tanya Aezar setelah membuka kotak makan siang yang dibawakan Ameira

"Ngomong Mulu Lo dari tadi, emang kalo masakan gue Lo bakal buang tu nasi?"
" Kalo Lo ga mau makan yaudah tinggalin,bikin bete aja, bukannya bilang makasih malah banyak nanya" Tidak henti-hentinya Ameira melontarkan kata-kata ketus nya, namun sang lawan bicara hanya tersenyum kecil
Aezar pun memilih melahap makanan itu tanpa kata lagi, sesekali ia melirik Ameira yang juga melahap nasi kotak pemberian nya,ini kali kedua ia makan bersama Ameira, selain diwaktu malam akikah putrinya Nara,dan untuk kedua kalinya juga Aezar tidak bisa fokus pada nasi nya karena gadis itu.

"Woy mata empat Lo denger gue gak"
Aezar disadar kan oleh teriakan Ameira dan tepukannya di bahu Aezar, pikiran nya yang hanyut dengan kecanduan akan pesona gadis itu langsung buyar.

" Eh kenapa Ra?" Tanya Aezar gugup

"Ra Ri Ru Lo, gue minta minum dari tadi,Lo gak denger?" Sentak Ameira membuat Aezar dengan cepat menyerahkan botol air mineral yang berada disampingnya pada Ameira

"Maaf tadi aku ngelamun" jelas Aezar seraya membenarkan kacamata nya

"Lo mau ngelamun kek mau bobo kek gue ga peduli,kalo gue haus ya Lo harus kasih gue minum" balas Ameira seraya mengambil botol air mineral yang diserahkan Aezar dengan tidak ramah,dan Langsung meneguk air itu hampir tandas, tiba tiba..

"Uhuk...uhuk .."

Ameira tersedak,ia pun berusaha mengatur nafasnya dengan memukuli dada, membuat Aezar yang melihatnya pun panik dan bangkit dari duduknya,mengusap punggung Ameira dengan pelan

"Pelan pelan Ra, gak usah buru-buru minumnya" lirih Aezar hangat
Setelah berhasil lolos dari tersedak nya Ameira menatap Aezar yang berdiri disampingnya, Ameira menunjukkan raut kesal dengan matanya yang berair akibat tersedak

"Lo tuh yang ngasih botol gedean" aneh memang,, Ameira tetap tidak ingin disalahkan, padahal Aezar juga tidak menyalakan dirinya Aezar hanya menasehati

"Udah deh gue mau kekampus" ucap Ameira seraya bangkit

"Kamu ada kelas siang ya?"
Ameira tidak menggubris pertanyaan Aezar

"Aku anterin mau?" Aezar tidak menyerah
Ameira berdecak
" Lo bawa mobil?" Padahal Ameira sudah tahu bahwa Aezar hanya memiliki motor butut

Aezar terkekeh pelan membuat Ameira semakin murka pada si lugu yang sekarang berhadapan dengan nya

"Naik motor aja ya, kamu mau kan?"

"Males gue"

" Terus kamu mau naik apa?"

"Ojol aja"

" Sama aja sih Ra, kan ojol pake motor juga" lagi lagi Aezar terkekeh geli

"Ketawa ketawa,,, Lo kalo mau nganterin buruan " ketus Ameira
Aezar langsung melesat mengambil motor nya dan melambaikan pada Ameira agar menghampiri nya

" Aku bawa helm cuma satu, kamu pake ya" ucap Aezar seraya menyerahkan helm nya pada Ameira

"Dih kepedean Lo, emang gue mau pake bekas Lo, Lo pake aja sendiri" balas Ameira dan menaiki motor Aezar
"Buruan jalan, awas kalo mogok ni motor" sentak Ameira sebelum Aezar menjalankan motor nya

Aezar hanya tersenyum kecil, ayahnya Ameira sudah banyak menceritakan tentang Ameira bahwa gadis itu memiliki mulut yang blong seperti rem motor nya, jadi ia bisa memakluminya,dan dirinya juga sudah terbiasa dengan respon negatif,  karena semenjak ia kecil rata-rata setiap orang yang bertemu dengan nya pasti seakan-akan mengucilkannya, mungkin penampilan Aezar yang begitu lugu dan membosankan, ditambah lagi ia adalah anak miskin yang hidup dengan biaya terbatas membuat nya tidak bisa tampil seperti manusia pada umumnya, tapi ada satu orang yang memberikan respon positif pada nya bahkan dipertemuan pertama mereka,,, orang yang sekarang ingin Aezar hapuskan dari cerita hidup nya.

Hati AezarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang