Ameira merentangkan kedua tangannya setelah keluar dari kelas, materi hari ini memang sangat menguras energi dan Sari Pati otak nya, hari sudah mulai senja,jam menunjukkan pukul enam sore kurang delapan menit, Ameira menepuk jidatnya karena baru teringat seharusnya ia memesan ojek online lebih awal agar dirinya tidak lama menunggu, saat Ameira sedang sibuk mencari ojek online di ponselnya seseorang memanggil nya membuat Ameira menoleh dengan cepat
" Aku jemput kamu Ra" Aezar, lelaki lugu yang sekarang berdiri didepannya dengan senyum kecil
Ameira mengerutkan keningnya dan melihat ke sekeliling, beberapa mahasiswa masih berlalu lalang termasuk teman sekelasnya, Ameira berdecak kesal,kenapa makhluk lugu ini muncul disini, bisa bisa jika temannya melihat ia dijemput oleh makhluk lugu yang pantas dibully seperti Aezar sekarang, habis lah dirinya pasti sangat malu
Ameira langsung berjalan mendahului Aezar "buruan.. Lo mau gue sampe rumah malem" sentak Ameira membuat Aezar melangkah cepat menyeimbangi nya
"Sore juga ya ternyata kamu pulang" basa basi Aezar sebelum menaiki motor
Ameira tidak menjawab, ia sedang memikirkan bagaimana jika ada salah satu temannya yang melihat hal ini
Setelah Aezar menyalakan motor nya, Ameira pun langsung naik
" Buruan.. ngebut" suruh Ameira
Aezar hanya mengangguk namun masih melaju dengan kecepatan standar,selain ia peduli keselamatan, motor tua nya juga tidak bisa dipakai kebut kebutan seperti motor teman teman kampus Ameira pikir nya
Namun sepertinya Aezar harus sedikit memaksa kan motor tua nya agar melaju lebih cepat karena awan senja mulai menjadi hitam seperti ingin hujan
Dan...
"Hujan Ra,,kamu mau kita berhenti dulu gak?" Ucap Aezar dengan sedikit mengencangkan suaranya karena hujan yang turun tiba-tiba sangat deras
"Lo ada bawa jas hujan gak?" Tanya Ameira
Aezar tidak menjawab lagi, dan langsung memberhentikan motor nya didepan toko yang sudah tutup untuk berteduh
" Lo bawa jas hujan gak?" Ameira kembali bertanya setelah berteduh, mulai kesal karena Aezar tidak menjawab pertanyaannya tadi
" Ketinggalan ditempat kerja Ra, soalnya tadi aku buru buru, takut telat jemput kamu" jelas Aezar
" Bilang aja Lo pelupa pake bikin alesan segala, sekarang gimana nih? Masa' kita disini doang pelangak pelongok nunggu hujannya berenti? keburu malem tau" ketus Ameira dengan lengan nya yang bersedekap karena udara sore hari dan hujan yang dingin
"Kita tunggu reda dikit yah, soalnya sekarang deras banget" sahut Aezar
"Iya kalo gue gak beku, disini dingin banget"
Aezar diam mencoba berfikir agar Ameira tidak kedinginan, namun ia tidak membawa jaket jadi tidak ada yang bisa ia berikan pada Ameira
"Maaf ya Ra, tunggu beberapa menit lagi mungkin hujan nya reda"
" Lo cari kek yang jual jas hujan gitu" suruh Ameira tanpa dosa
Aezar melihat kekiri dan kekanan mencari keberadaan toko yang buka pada saat seperti ini, namun hanya ada warung makan didekat sini
"Gada Ra disini cuma ada warung makan yang buka"
"Ck Uda deh balik sekarang aja gue udah capek banget" keputusan Ameira dan berlalu menuju motor Aezar
"Eh Ra kamu serius,ini deras banget"
" Lo takut sama hujan hah? Buruan pulang sekarang,,, palingan hujan berenti besok"
Aezar pasrah,hujan yang begitu deras ini pun rasanya nihil jika reda dalam waktu singkat, sedangkan Ameira sudah benar-benar kedinginan, akhirnya Aezar melajukan motor tua nya menerobos hujan bersama Ameira
Setelah memasuki pekarangan rumah Ameira,mereka langsung disambut oleh Laras ibunya Ameira
"Eh .. nak Aezar ya ampun repot repot banget sampe jemput Ameira duh.. mana basah kuyup lagi ayok masuk dulu"
Ameira berjalan mendahului Aezar dan buru buru masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan ibu nya dan Aezar
"Maaf Tante,aku lupa bawa jas hujan sama jaket jadinya Ameira basah kuyup"
KAMU SEDANG MEMBACA
Hati Aezar
Teen FictionAezar Adyatama,,, lelaki lugu dengan kacamata minus yang setia bertengger di hidung nya,di jodohkan dengan Ameira Dirwana gadis dengan mulut tanpa penyaring,dan membenci keluguan Aezar, berbanding terbalik dengan Aezar yang sudah menaruh hati sejak...
