Raina dan Raini langsung berlari kearah Ameira yang menggandeng lengan Aezar membantu nya berjalan
"Ya ampun kasian banget si culun sampe babak belur gitu,siapa sih mereka Ra? Bayu mana?" Ameira langsung disambut oleh suara Raina yang begitu panik
"Mereka temennya Bayu" sahut Ameira membuat kedua sahabat kembar nya heran
"Maksud lo?" Tanya Raini namun tidak digubris oleh Ameira yang tengah menatap ponselnya mencari taksi online
"Mending lo pada balik deh,udah mau senja, gue balik sama Aezar" ucap Ameira setelah memesan taksi
"Emang Aezar sanggup bawa motor?" Tanya Raini
"Gue naik taksi"
"Lo yakin gapapa kita tinggal?" Sekarang Raina yang bertanya
"Iya,, bentar lagi juga taksinya nyampe,udah Lo pada balik aja"
"Siap madam" sahut Raina dan Raini bersamaan
"Thanks udah ngasih info" teriak Ameira ketika Raina dan Raini menaiki motor mereka yang ditanggapi dengan acungan jempol dari Raini
Tidak berselang lama, taksi yang Ameira pesan sudah tiba
"Kita ke klinik dulu" ucap Ameira
Aezar menatap nya hendak bersuara
"Lo babak belur harus diobatin dulu" sambung Ameira
"Emang kita gak kesorean sampe rumah?" Tanya Aezar lugu
"Gak, tapi malem" ketus Ameira
Aezar tidak berani bersuara,ia melihat masih ada kilatan murka dari wajah Ameira,Ntah itu murka pada dirinya atau pada siapa,tapi Aezar tidak ingin mengambil resiko mengajak Ameira berbicara, khawatir gadis itu akan mengeluarkan api kemarahan nya dan mencampakkan Aezar sendirian untuk pulang
Akhirnya mereka tiba di klinik
Ameira membantu Aezar berjalan memasuki klinik itu, setelah mendapat kan obat yang dicari mereka kembali kedalam taksi dan melaju kerumah Aezar
"Gue bantu obatin luka yang ada dimuka lo gapapa kan?" Tanya Ameira seraya memeriksa kantong plastik yang berisi obat dari dokter tadi
"Kalo kamu gak keberatan" sahut Aezar
"Ntar kalo mama liat lo bakal bilang kalo Lo dikeroyok?" Tanya Ameira pada Aezar seraya mulai mengobati beberapa bagian wajah Aezar yang luka
"Aku bilang kalo abis jatoh aja, takutnya nanti bikin Mama khawatir" sahut Aezar seraya menahan detakan jantung nya yang berpacu akibat Ameira begitu dekat
Suasana hening
Ameira sibuk mengobati luka dan memar memar diwajah Aezar, sedangkan Aezar larut dalam pikirannya, ekspresi Ameira yang serius dan terlihat begitu telaten mengobatinya, membuat Aezar benar-benar tidak ingin melepas gadis itu, tapi bagaimana? Jika disini dirinya adalah orang ketiga?apa Bayu berbohong? Melihat dari sikap Ameira terhadap Bayu, seperti nya Ameira memang tidak ada hati untuk lelaki itu, Aezar benar-benar ragu apakah ia harus menanyakan hal itu pada Ameira? atau membiarkan semuanya berlalu begitu saja
Ini adalah kali pertama Aezar merasakan mencintai dengan resiko ,ia baru tahu bahwa ada lelaki yang rela membuat dirinya terluka demi gadis yang dicintai,Bayu,, lelaki itu bahkan tanpa ragu menghajar Aezar dan menerima hantaman dari Aezar, tidak pikir panjang apa yang akan terjadi selanjutnya,dan Aezar yakin Bayu melakukan itu demi mendapatkan Ameira
Selama ini,,, yang Aezar tahu tentang mencintai adalah, kesetiaan dan ketulusan seseorang dalam menemani tanpa mengeluh,tapi Aezar baru tahu, bahwa cara lelaki mencintai bukan hanya dengan hati,tapi juga dengan fisik, bahkan dengan darah dan memar, Aezar berjanji pada dirinya,jika ia memang benar-benar menginginkan Ameira menjadi miliknya, ia tidak boleh larut dalam 'menjalani apa ada nya' ,ia harus mencari kepastian tentang ucapan Bayu yang menyatakan bahwa Ameira adalah kekasih lelaki itu, menjadi orang ketiga bukan lah hal lucu, ia pernah kehilangan semangat hidupnya hanya karena kemunculan orang ketiga, Aezar tidak ingin hal yang sama terjadi pada laki-laki lain,cukup dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hati Aezar
Teen FictionAezar Adyatama,,, lelaki lugu dengan kacamata minus yang setia bertengger di hidung nya,di jodohkan dengan Ameira Dirwana gadis dengan mulut tanpa penyaring,dan membenci keluguan Aezar, berbanding terbalik dengan Aezar yang sudah menaruh hati sejak...
