Aezar mengetuk pelan pintu kamar Ameira yang tidak tertutup rapat
Setelah menceritakan tentang masalah nya dengan Ameira tadi pada orang tua Ameira, Aezar disuruh oleh Laras untuk mendatangi Ameira kekamar nya, karena Ameira adalah makhluk yang jika marah harus dibujuk agar perasaannya membaik jadi Laras ingin Aezar mengurus masalah mereka sendiri ia tidak ingin jadi orang tua yang terlalu ikut campur, Aezar harus belajar menangani masalahnya sendiri karena sebentar lagi ia akan menjadi kepala keluarga
Perlu beberapa menit Aezar berdiri didepan kamar Ameira, barulah gadis itu muncul dengan tatapan malas nya
"Apa?" Tanya Ameira dingin
"Aku ganggu ya?" Aezar balik bertanya dengan lembut
"Banget" sahut Ameira ketus dan hendak menutup pintu kamar nya kembali namun ditahan oleh Aezar, membuat Ameira melemparkan tatapan sinis nya
"Aku mau ngomong" ucap Aezar tergagap seraya melepaskan tangannya dari daun pintu yang ia tahan tadi
"Buruan" ketus Ameira
"Aku gak bisa buru-buru Ra" Aezar tergagap
"Kamu mau aku jelasin soal kemarin kan?"
"Gak,,, semuanya udah jelas" lirih Ameira dingin
"Yang kamu lihat sama kenyataannya tuh beda Ra" Aezar mencoba tenang walau keringat dingin sudah mulai membasahi dahinya,ia khawatir Ameira tidak memberi nya waktu untuk menjelaskan
Ameira berdecak
"Lo pikir gue mimpi? yang gue liat,,,itu udah kenyataannya" Ameira mulai meninggikan suaranya
"Lo mesum"
"Lo gak tau malu"
"Lo gak tau diri"
"Lo gak waras Zar" seru Ameira berapi-api tidak bisa membendung arus emosi yang memaksa keluar
Aezar menghela nafas berat
Ia sudah mengetahui sifat Ameira, orang tua Ameira sering menjelaskan tentang Ameira pada nya
"Aku minta maaf Ra,,, boleh aku jelasin sekarang?" Lirih Aezar
Ameira diam menatap Aezar memberinya waktu untuk berbicara
"Kemarin,,, waktu aku mau masuk ke cafe buat nemuin kamu,aku gak sengaja ketemu sama cewek itu Ra,,aku gak nyapa dia sama sekali tapi dia tiba-tiba meluk aku" Aezar menjelaskan dengan pelan, Ameira menatap Aezar merasa tidak puas dengan kalimat yang Aezar ucapkan
"Dia mantan aku" sambung Aezar
"Lo kenapa mau mau nya dipeluk sama dia?Lo gak nyadar kalo lo calon suami gue?lo gila?" Setelah mengucapkan itu Ameira masuk kekamar dan menguncinya, Aezar bisa mendengar Ameira mengunci kamar dengan tidak ramah
Aezar mengacak rambut nya frustasi bagaimana cara nya ia harus menjelaskan,, Ameira seperti tidak memberinya kesempatan
Beberapa menit Aezar hanya bersandar di tembok kamar Ameira, kemudian dengan perlahan ia mengetuk pintu kamar Ameira
"Ra... Aku minta maaf" lirih nya
Aezar menghela nafas panjang
"Kamu mau aku ngapain biar kamu gak marah lagi?aku bakal lakuin Ra" Aezar bertutur dengan lembut
"Kalo ketemu dia aku gak bakal kayak gitu lagi,aku juga gak ada perasaan lagi sama dia Ra"
"Ameira..." Panggil Aezar dengan lirih
Tidak ada suara dari kamar Ameira,gadis itu seperti menghilang ditelan kamarnya sendiri
"Ra,,,kamu boleh marah sama aku,kalo mau ngomel,,, ngomel aja,,tapi jangan tinggalin aku Ra,,, jangan diemin aku"
Belum sempat Aezar mengetuk kembali pintu kamar Ameira, tiba-tiba pintu terbuka menampilkan Ameira yang berdiri dengan ekspresi ketus nya
"Gue mau Lo balik, jangan ganggu gue lagi" ucap Ameira dingin
"Ameira..." Panggil Aezar dengan lirih
"Aku mau lakuin apa aja tapi bukan ninggalin kamu" Aezar mencoba bernegosiasi
KAMU SEDANG MEMBACA
Hati Aezar
Teen FictionAezar Adyatama,,, lelaki lugu dengan kacamata minus yang setia bertengger di hidung nya,di jodohkan dengan Ameira Dirwana gadis dengan mulut tanpa penyaring,dan membenci keluguan Aezar, berbanding terbalik dengan Aezar yang sudah menaruh hati sejak...
