Ameira meraih ponselnya yang berdering
"Ameira,Lo jadi ikut kita dinner gak malam ini?" Tanya sang penelpon yang tidak lain adalah Raina"Lo sama Raini bareng cowo kalian kan?" Ameira balik bertanya dengan malas
"Ya iyalah,yakali udah punya cowo dinner nya cuma bareng si Raini" sahut Raina riang
" Lo ikut ya,, sayang banget kalo lo ketinggalan dinner malam ini" sambung nya"Ck,,, seharusnya lo tuh ngotak dong Rai,gue ga punya cowo, masa' iya gue ajak tuh mata empat"
"Hmm..." Raina bergumam seraya berfikir
"Gue ajak Bayu gimana?" Sarannya kemudian"Gila kali Lo, emang cowok cuma Bayu?males gue berurusan sama dia"
"Ih .. gapapa kali Ra, daripada lo harus pergi sama Aezar hayo..., Udah motor butut, kacamata minus, culun lagi, malu maluin diajak ke resto bintang banyak"
Ameira menghela nafas kasar
"Kalo Bayu,mobil mewah muka nya juga mewah jadi ya gak malu maluin" sambung Raina lagi
Ameira berfikir, sekarang Aezar masih berada dirumah nya jika ia ingin pergi pasti orang tua nya akan menyuruh Aezar agar menemaninya
"Woy... Ameira, Lo jadi ikut gak? Ikut ya please biar gue kabarin Bayu buat jemput Lo"
"Eh.. eh .. gak usah kalian tunggu di resto duluan aja, soalnya dirumah gue masih ada Aezar" jelas Ameira
"Oke jam sembilan kalo bisa udah di resto ya , biar gak kemalaman"
"Iya iya"
"See you next time bestie" seru Raina alay membuat Ameira dengan cepat mengakhiri panggilan secara sepihak karena jijik
Ameira berjalan menuruni tangga menuju ruang tengah dimana kedua orangtuanya sedang bersenda gurau dengan Aezar
"Mau kemana kamu Ameira,,kok rapi banget?" Sapa Arman pada Putrinya yang terlihat rapi dengan dress lengan panjang selutut berwarna sky silver, rambut yang di sisir rapi terurai, berjalan kearahnya
"Mau main" sahut Ameira dengan senyum manja yang sering ia tunjukkan pada sang ayah
"Ngajak Aezar gak?" Sekarang ibunya bertanya seraya mengerling gemoy kearah Aezar
Ameira menggeleng pelan, berharap orang tuanya mengerti dan membiarkan nya pergi tanpa melibatkan sang calon suami
"Pergi bareng Aezar ya Ra,kamu kalo sendirian bahaya malem malem" saran sang ayah
"Ameira gak sendirian kok pa, Bareng Raina sama Raini"
"Ya tetep aja Ra, Aezar anterin Ameira ya" ibunya menimpali
Aezar mengangguk bersedia, membuat Ameira memutar bola matanya malas"Yaudah Ameira berangkat dulu" pasrah Ameira dan berlalu diiringi Aezar setelah ia berpamitan kepada kedua calon mertuanya
Ia rasa bernegosiasi tidak berguna sekarang, bahkan berdebat sekali pun orang tuanya pasti bersikukuh agar dirinya pergi bersama Aezar
Biarlah,,ia bisa membuang lelaki itu dimana pun setelah berada diluar rumah, pikir Ameira"Kita kemana Ra?" Tanya Aezar seraya menyerahkan helm pada Ameira
" Restoran karisma" sahut Ameira dan menaiki motor tua Aezar
" Ntar aku jemput nya jam berapa?" Lagi lagi Aezar bertanya
"Gak usah dijemput, gue bisa pulang sendiri,udah deh buruan jalan" ketus Ameira
Saat diperjalanan,hal tidak terduga terjadi,ban motor Aezar kempes, Aezar berhenti membuat Ameira heran
"Ban motor ku kayaknya bocor deh Ra"
Ameira turun dari motor Aezar

KAMU SEDANG MEMBACA
Hati Aezar
Teen FictionAezar Adyatama,,, lelaki lugu dengan kacamata minus yang setia bertengger di hidung nya,di jodohkan dengan Ameira Dirwana gadis dengan mulut tanpa penyaring,dan membenci keluguan Aezar, berbanding terbalik dengan Aezar yang sudah menaruh hati sejak...