salah Aezar

2 1 0
                                        

  Aezar mengetuk pintu rumah Ameira beberapa kali,namun rumah itu terlihat sepi, biasanya ia hanya perlu mengetuk satu kali dan akan muncul Laras yang menyambut nya girang, Aezar menekan bel, yang berada disamping pintu, mungkin saja keluarga Ameira sedang sibuk,ia menunggu beberapa menit, namun hanya sepi yang ia dapati, Aezar yakin Ameira ada dirumah,kemana lagi gadis itu jika tidak pulang kerumah?
Aezar kembali menekan bel namun tidak ada Jawaban seperti tidak ada kehidupan dirumah itu,,
Menunggu selama tiga puluh menit,, akhirnya Aezar memutuskan untuk kembali ke bengkel untuk mengambil motor nya

"Makasih mas" ucap Aezar pada tukang bengkel setelah ban motor nya berganti menjadi ban baru

Aezar melajukan motornya untuk pulang,ia memilih menyelesaikan kesalah pahaman itu besok saja,ia sudah terlalu lelah karena seharian bekerja dan harus bolak-balik kerumah Ameira

"Loh..? Ameira mana?" Tanya Ratih setelah Aezar memasuki pekarangan rumah nya
"Katanya Ameira pulang kesini?mana dia?" Lagi lagi Ratih bertanya

"Pulang kesini?" Aezar balik bertanya dengan lugu,bukan kah Ameira marah padanya?

"Iya,,,kan Tante Laras sama om Arman nya lagi pergi ke luar kota,tadi Tante Laras telpon mama, katanya nitip Ameira, masa' kamu gak tau" jelas Ratih

"Berarti sekarang Ameira sendirian dirumah?" Aezar bergumam sendiri namun bisa didengar oleh ibunya

"Lah?...kamu anter dia kerumah? emang dia gak ngasih tau?" Ratih bertanya ala ibu-ibu rempong

"Aku jemput Ameira dulu ma" ucap Aezar dan memutar balik motor nya untuk menuju rumah Ameira
Ratih Hanya menggeleng maklum

Setelah tiba didepan rumah Ameira, Aezar langsung menekan bel seraya menggedor pintu rumah Ameira dan memanggil nama Ameira, ia harus membawa Ameira kerumah nya, Ameira tidak boleh sendirian dirumah
Namun masih tidak ada Jawaban, Aezar sempat berpikir Ameira menginap dirumah temannya,
Aezar pun melangkah menuju halaman dan melihat kearah lantai dua,kamar Ameira ada dilantai dua, mungkin Ameira akan menengoknya dibalkon jika ia berteriak,
Dengan nyali yang seadanya, Aezar pun memberanikan diri meninggikan suara untuk memanggil Ameira,biar lah para tetangga menganggap nya seperti berandal tidak tahu diri

"AMEIRA..." teriak Aezar sekuat tenaga
"AMEIRA AKU MAU NGOMONG" lagi lagi Aezar berteriak
"AMEIRA...AKU TAU KAMU ADA DIRUMAH"
"AMEIRA..."
"AMEIRA...KAMU SALAH PAHAM" Aezar benar-benar merasa seperti orang tidak waras, atau ia memang sudah tidak waras?
Aezar menarik nafas dalam-dalam,agar suaranya tidak terdengar sumbang untuk kembali berteriak

"AM...." Belum sempat Aezar menyelesaikan kata nya, Ameira muncul dibalkon

"Udah .. Lo balik aja" ucap Ameira, Aezar tidak terlalu mendengar suara Ameira

"APA RA?" tanya Aezar

"LO BALIK,GUE UDAH BILANG KE MAMA KALO GUE BISA SENDIRI DIRUMAH" jelas Ameira kemudian berlalu kembali masuk kekamar nya meninggalkan Aezar yang melongo
Aezar menghela nafas berat, sebentar lagi adzan Maghrib akan berkumandang, apakah ia harus menunggu didepan rumah Ameira seperti satpam? Agar Ameira benar-benar dapat ia pastikan aman, Aezar pun duduk dikursi yang berada diteras, seharian bekerja dan sekarang ia belum juga beristirahat,seharusnya ia sudah mandi sekarang,tapi ini karena ulahnya sendiri,andai saja saat Kartika memeluknya tadi langsung ia lepaskan, pasti Ameira tidak sempat melihat hal itu dan semua ini tidak akan terjadi, Aezar mengacak  rambut nya frustasi,baru kemarin malam Ameira mengatakan bahwa gadis itu menyukai nya, bahkan perbuatan Ameira tadi malam yang tiba-tiba memeluk pinggang nya seraya berbisik "aku suka kamu"  pun masih terngiang di pikiran Aezar.

tiba-tiba Ponselnya berdering, menampilkan panggilan dari ibunya

"Aezar,,,kamu dimana? udah mau Maghrib ini,tadi Ameira nelpon mama,dia bilang kalo lagi banyak tugas jadi enaknya ngerjain dirumah nya aja gak nginep disini" ucap Ratih setelah panggilan tersambung

Hati AezarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang