Sudah lama

1 1 0
                                        

  Aezar duduk diruang istirahat para karyawan, sekarang adalah waktu makan siang dan istirahat untuk sholat Zuhur, Aezar memandangi botol minum berbentuk pinguin yang ada dalam genggamannya, Sangat menggemaskan seperti gadis nya ia masih bisa mengingat bagaimana ekspresi Ameira ketika memberikan benda itu padanya, ekspresi perdana yang tidak pernah ia lihat sebelumnya

"Mas Aezar,,,ada yang nyariin" ucap salah satu karyawan pada Aezar

"Siapa ya mas?" Tanya Aezar sopan

"Perempuan mas,, tadi saya suruh tunggu dikursi depan" sahut karyawan itu tidak kalah ramah

Aezar mengangguk, kemudian bangkit dari duduknya, mengambil nasi kotak jatah makan siang nya,dan berlalu untuk menemui orang yang mencari nya, Aezar menebak bahwa Ameira lah yang datang dengan membawakan makan siang, sudah lama sekali rasanya Ameira tidak mengantarkan nya masakan gadis itu, karena sibuk dengan tugas kuliah,namun sekarang Ameira sudah lulus, Aezar yakin bahwa sang calon istri mempunyai banyak waktu  memasak makan siang untuk nya.

Aezar menghentikan langkahnya,mencari dimana Ameira berada,ia hanya melihat seorang perempuan yang tengah asik dengan ponsel
Tidak berselang lama, perempuan itu mendongak ke arah Aezar

Deg...  

Lagi-lagi perasaan aneh menyerang Aezar,,, kilasan masa lalu menyerbunya
Kartika,, perempuan itu tersenyum getir, kemudian berdiri dan melangkahkan mendekat pada Aezar

"Aku ganggu ya?" Tanya nya ragu
Aezar tidak menjawab,masih berkecamuk dengan pikirannya
"Aezar?" Panggilan Kartika itu membuat Aezar bersusah payah menyadarkan dirinya

"Ada apa ya?" Tanya Aezar gugup

"Mm...aku ganggu gak?" Kartika balik bertanya
Aezar menggeleng pelan

"Boleh kita ngobrol sebentar?" Kartika meminta izin

"Bisa,,, sebentar aja ya,, soalnya aku mau lanjut kerja" sahut Aezar serak
Kartika mengangguk dan kembali duduk dikursi yang diikuti oleh Aezar dengan mengambil posisi berhadapan

Kartika berdeham
"Awalnya aku kesini cuma coba coba aja, karena seingat aku kamu kerja disini,agak ragu juga, takutnya kamu udah pindah kerja,eh ternyata sampai sekarang masih" tutur Kartika sebagai pembuka, Aezar mengangguk pelan sebagai tanggapan
Kartika tersenyum simpul, tidak mudah memulai sebuah obrolan dengan orang lama yang kembali ditemui

"Aku bawain kamu makan siang nih" ucapan Kartika itu membuat Aezar mengerutkan kening, sedikit khawatir dan penasaran,ada apa dengan Kartika? tiba-tiba seperti ingin kembali mendekati nya?

Kartika menyerahkan kotak makan siang pada Aezar, Aezar pun menerimanya dan meletakkan kotak itu disamping nya

"Gak dimakan?" Tanya Kartika karena melihat perlakuan Aezar pada buah tangannya

"Nanti" sahut Aezar dengan senyum kecil, sebenarnya, Aezar sangat ingin mempersilakan  Kartika untuk pergi dari hadapannya, karena Ameira bisa datang kapan saja,ia tidak ingin ada kesalahpahaman lagi,tapi,,, Aezar tidak bisa melakukan itu, bagaimanapun,, Kartika adalah sosok yang selalu memancarkan respon positif padanya, bahkan dipertemuan pertama mereka,dimana semua orang mungkin bertingkah mengucilkannya,,tapi perempuan itu berbeda,, Aezar tidak akan pernah melupakan kebaikan Kartika,dimana  ia menjadi satu satunya orang yang memberikan semangat kepada Aezar, meluangkan waktunya untuk menemani Aezar yang berjuang dengan perekonomiannya, Kartika dapat menerima Aezar apa ada nya,jika bisa pun,, Aezar tidak ingin melepas perempuan itu
Aezar membuyarkan lamunannya susah payah ia mencoba kembali pada masa sekarang,masa dimana Kartika adalah milik lelaki lain dan dirinya pun sudah memiliki pujaan lain

"Aezar..." Lirih Kartika membuat Aezar memfokuskan pendengaran pada ucapan perempuan itu selanjutnya
"Aku boleh nginep dirumah kamu gak?" Pertanyaan Kartika itu membuat Aezar membelalakkan mata,kenapa tiba-tiba?
"Aku kangen sama mama Ratih,, dulu kan aku juga sering nginep dirumah kamu" tutur Kartika pelan agak ragu dengan kalimat nya

"Mmmm... suami kamu?" Aezar tidak habis pikir,,, pertanyaan apa yang harus ia serahkan pada Kartika untuk menjawab pertanyaan yang berkeliling dikepalanya akibat ucapan perempuan itu

Kartika menunduk lesu
"Aku gak betah sama dia,,," lirih nya
"Aku udah sekitar satu Minggu pulang kerumah orang tua ku"
"Dia gak pernah ada waktu buat aku"
"Dan ada rumor juga,,,kalo dia selingkuh sama temen kerja nya"
Aezar melongo,,apa dirinya dijadikan pelarian? atau kambing hitam?

"Kartika,,,aku udah punya calon istri" tutur Aezar pelan
Kartika mendongak menatap Aezar menunjukkan ekspresi tidak percaya sekaligus kecewa

"Kamu ingat cewek yang didepan cafe strawberry? waktu kamu meluk aku?dia calon istri ku" jelas Aezar pelan
Kartika kembali menunduk rasa menyesal dan malu menggelayuti dirinya

"Lebih baik kamu kembali ke suami kamu,cari kebenaran rumor yang kamu dengar itu, perbaiki rumah tangga kalian" Aezar menjeda ucapannya untuk menarik nafas panjang
"Dateng nemuin aku cuma memperburuk keadaan" sambung nya lesu

Kartika membuang muka,, pikiran nya benar-benar kacau
Aezar pun asik dengan isi kepalanya sendiri,,,
Jika Kartika kembali lebih awal,, mungkin hati nya masih bisa menerima kehadiran perempuan itu,tapi ini sudah terlalu lama,dimana hati Aezar benar-benar dipenuhi oleh sosok baru,sosok yang mungkin lebih baik dari yang dulu
Sebenarnya,,dulu Aezar sering bermimpi untuk kembali bersama Kartika,, kenangan indah kebersamaan mereka benar-benar tidak bisa dilupakan begitu saja, Kartika pun sudah dianggap oleh ibunya seperti putri sendiri,,ketika Aezar membawa kabar luka pada Ratih,, wanita itu tidak kalah terpukul dari putranya,tahun demi tahun kedua ibu dan anak itu lalui dengan rasa kehilangan,,tapi sekarang,,hal yang hilang itu sudah diikhlaskan, ketika mereka sudah ikhlas,,, Tuhan menghadirkan seseorang yang bisa mengganti semua yang hilang itu,, bahkan lebih,, Ameira lah orangnya,dimana hati Aezar dan sang ibu sudah pulih kembali.

Akhirnya,,, hening menyelimuti dua mantan kekasih itu.

Hati AezarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang