Iya?

3.8K 389 73
                                        

Granger berada didepan rumah alucard saat ini, ia mengetok pelan pintunya "alu?card..ah permisi" ia takut orang tua alucard ada dirumahnya saat ini, jadi ia harus bertutur sopan untuk berjaga - jaga

Alucard yang mendengar ketukan pintunya sejak tadi hanya menghela nafas, berdecih siapa yang mengganggu nya menggalau saat ini sih? Ia membukakan pintunya dengan raut wajah yang memerah karna menangis tak henti sejak tadi

Saat pintu terbuka, keduanya bertatapan penuh kejut. Granger yang terkejut dengan kondisi wajah alucard dan sebaliknya alucard yang terkejut granger berada di rumahnya saat ini "gra- ngapain lo kesini?!" tanya alucard terkejut, langsung ia mencoba mengelap wajahnya agar wajah tampannya tak hilang

Namun bukan kah sudah terlambat? Ia malah semakin kejer menangis, granger hanya tersenyum pelan. Ia menarik tubuh alucard dalam dekapannya, mengelus punggung empu yang lebih besar itu, menenangkannya perlahan "udah al, jangan nangis terus" ucapnya

Bukannya berhenti menangis, ia memegangi pinggang granger menarik tubuhnya kedalam rumah, mengunci pintunya dan segera menyodorkan tubuh granger ke pintu, tubuh granger terkunci "gua ga suka" ucap alucard ditengah tangis

Granger bingung, alucard kenapa? Apa ia menonton pertunjukkan brody tadi? Atau ia memang bolos sejak awal karna tau brody akan menembaknya? Atau hal lain mungkin?

"Kenapa al?" Granger bertanya, ia mengangkat kepala alucard. Sedikit mendangak karna tubuh alucard lebih tinggi dan besar dari tubuhnya, ia menatapnya sembari menghapus air mata alucard yang terus berjatuhan

Baru saja granger ingin angkat bicara lagi, tiba - tiba alucard menyambarnya "mh!" Ia menyambar bibir granger dengan tidak halusnya, melumatnya seakan kelaparan seakan tak makan satu tahun.

Granger menepuki bahu alucard, mencoba mendorongnya, nafas nya habis. Alucard paham, ia melepas lumatannya itu, memandang granger dan menangis lagi, menaruh kembali kepalanya pada bahu granger "sorry" ucapnya

Granger mengambil nafasnya cepat, ia terkejut dengan apa yang alucard lakukan barusan "al kenapa ey? Ayo duduk dulu coba, jangan gini al"

Sadar tak sadar, ia memanggil alucard kembali dengan 'al' suatu perbedaan kecil yang sepele namun 'al' dan 'alu' adalah panggilan yang terasa berbeda bagi granger

Mereka mendudukkan diri diatas sofa, dimana sofa yang mereka duduki adalah saksi awal mereka melakukan having sex untuk pertama kalinya. Mengingat hal itu hanya membuat granger malu sendiri.

"Alucard." Panggil granger, itu tandanya ia ingin pembicaraannya serius saat ini

"Iya gua tau gua kurang ajar, gua ga tau diri, gua ga tau malu, gua egois, gua udah jahat ke lo sebelumnya, gua cuma bisa nyakitin lo doang, maaf" ucap alucard mengeluarkan emosinya

"Hm? Terus? Kenapa lagi?" Granger ingin alucard menjelaskan semuanya

"Gua ga tau diri, udah nyakitin perasaan lo bahkan nyuruh lo move on dengan kasarnya, kenapa lo masih mau temenan akrab sama gua? Kenapa lo masih baik sama gua? Kenapa lo ga risih aja sama gua? Lo bahkan udah move on kan dari gua?" Masih merasa kacau, ia mencoba menyatakan semua yang ingin ia katakan pada granger saat ini

"Terus kalo lo udah sadar kelakuan lo kaya gitu, apa masalahnya? Gua ga boleh maafin? Gua ga boleh ngasih lo kesempatan buat perbaikin diri? Gua ga boleh tetap temenan akrab sama lo? Terus kenapa kalo gua udah move on dari lo?" Ia sadar, memberikan alucard kesempatan kedua adalah keputusan besar yang sudah ia pilih karna keegoisan perasaannya sendiri

"Kenapa? Lo takut sama dunia yang kejam, dan salah satu kekejaman dunia lo saat ini tuh ada didepan lo granger, ada gua?" Alucard tak paham mengapa granger terus menyangkal perlakuan buruknya

MLBB HEROES SHIP STORY - DuniaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang