BONCHAP LINGLONG [M]

5.3K 226 82
                                        

Pada malam itu, ya terdengar isak tangis yang tak kunjung berhenti dari ia yang merindukannya setelah menunggu selama satu bulan dengan rasa bersalah.

"sudah, jangan menangis lagi, ling? berhenti, matamu akan memerah" khawatir zilong. Jujur saja ia bingung harus melakukan apa, dalam kondisi berpelukan seperti ini dari jam 8 hingga 11 menemani ling menangis tanpa henti membuatnya sedikit lelah.

"Apakah rasa bersalahmu sebesar itu? Lupakan saja, kita sudah bersama sekarang, tidakkah itu cukup? adakah yang ingin kau lakukan denganku?" tanya zilong mencoba menghibur ling

Ling mendongak, ia melihat wajah zilong sekilas "jangan kaku gitu anjing" ia memukul kepala zilong kesal, bahasa zilong sangat kaku dan baku seakan ling adalah bangsawan saja.

"aku mau kamu pake bahasa kamu pas sma" permintaan pertama ling, terkabul.

"aku mau kamu sarapan, makan siang, makan malam sama aku" permintaan kedua ling, terkabul.

"temani aku latihan pedang, kalo keluar jangan lama - lama" permintaan ketiga ling, sudah pasti terkabul.

Zilong mengangguk, ia mengusap pipi ling membersihkan setiap air mata yang terjatuh, pipinya basah dan matanya bengkak, membuat wajah cantiknya tak hilang sekalipun saat ia seperti ini.

Bibir pucatnya itu, masih terasa bagaimana ling menciumnya dulu saat kuliah, mereka jarang melakukan kontak fisik, bahkan saat dipeluk saja terkadang ling melepasnya secara paksa.

"Hey ling, berikan aku ciuman"

Ling menatap zilong sedikit terkejut, menyadari kedekatan wajah mereka yang nyaris tak ada jarak itu membuat ling sedikit gugup "ga mau" ucapnya tegas

"Katanya tadi kangen? Dimintain cium malah ditolak" sarkas zilong, ia beranjak dari sofa meninggalkan ling menuju kamar mandi "kalo gitu, basuh punggungku"

Ling berpikir itu lebih baik daripada ia harus mengontakkan fisik bibirnya dengan bibir zilong, menurutnya ciuman itu aneh, bagaimana bisa orang - orang secandu itu dengan ciuman.

———

"basuh sedikit ke atas, ling"

Ling berdecak kesal "banyak mau anjing" ia membasuhnya dengan lembut, melihat banyaknya luka gores pada punggung zilong membuatnya ingin bertanya banyak hal.

Luka lama bekas goresan dan cambuk, bekas darah yang bercucuran banyak itu sudah tak sakit lagi, namun ling merasa bahwa zilong memegang lebih banyak beban dalam pelatihannya ketimbang dirinya.

"Zi, luka di punggung mu, dapat dari hasil magang?" Tanya ling memberanikan diri

Zilong tak menjawab, ia diam dan malah menyuruh ling berhenti dari aktivitas nya "berhenti, udahan aja mandinya, aku ngantuk"

Ling kesal, ia merasa zilong menghindari pertanyaannya, dengan kejahilan dalam otaknya, ia tak segan memasukkan tangannya ke dalam bak mandi dan memegang bagian tubuh zilong yang sensitif

"Jawab, jangan lari" ucap ling percaya diri

Zilong terkejut, ia menarik nafasnya panjang "lepas, jangan mancing, ada saatnya kamu bakal tau tapi ga sekarang, ling" ucap zilong tegas

Tidak, bukan jawaban itu yang ling mau. Ia menarik milik zilong itu, tangannya bergerak sedikit ke atas membuat zilong meringkuh

Zilong menarik paksa tubuh ling masuk ke dalam bak mandi, seluruh tubuhnya basah, air berkucuran kemana - mana, zilong mencium paksa ling dengan french kiss nya

"Aku udah bilang, jangan mancing"

Ling menarik nafasnya terengah - engah "bangsat, aku butuh jawaban ga bermaksud buat mancing kamu" wajahnya tampak memelas, ia ingin menangis lagi rasanya

MLBB HEROES SHIP STORY - DuniaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang