Kamu anak mami dan mami akan melakukan apapun untuk kehidupan kamu.
Jangan pernah dengarkan perkataan buruk orang lain, mereka hanya menilai tanpa mengetahui kebenarannya.
Tidak terasa 3 hari lagi pernikahan Naura dan Brian akan dilaksankan, semuanya disiapkan dengan buru-buru karena Brian tidak mau menunggu lama lagi.
Sebelum menyiapkan semuanya, mereka meminta izin kepada seluruh keluarga dan keluarga mengizinkan buat mereka kembali rujuk.
Pernikahan dilaksanakan di sebuah hotel internasional dan semua dekor sesuai dengan keinginan Naura.
Naura ingin pernikahannya di adakan dengan mewah karena dulu saat pertama kali menikah semuanya disiapkan oleh mama Dira yang waktu itu benci dan tidak merestui pernikahan mereka.
Tapi sekarang semuanya diserahkan kepada Naura dan Brian tidak peduli berapa banyak uang yang harus dia keluarkan buat mewujudkan pernikahan yang Naura impikan.
Hari ini Naura akan ke kantor untuk menemui Brian dan setelah itu mereka akan pergi ke hotel dimana pernikahan mereka akan dilaksanakan, Naura ingin cek semua persiapan di sana dan mereka harus melakukan sedikit rapat bersama wedding planner untuk susunan acara mereka.
Naura berangkat naik taksi karena nanti mereka akan menggunakan mobil Brian pergi ke hotelnya.
Neysa tidak ikut karena dia sedang pergi ke kebun binatang bersama Bastian dan Ayna.
"Makasih pak," ucap Naura saat taksi yang dia tumpangi sudah berhenti di depan lobi perusahaan.
Naura membayar ongkos taksi dan turun dari dalam mobil.
Seketika dia langsung menjadi pusat perhatian para karyawan dan pekerja, info pernikahan mereka sudah tersebar dan masalah yang dulu terjadi pun juga tersebar.
Tapi semuanya masih terkendali karena itu hanyalah sebuah kesalahpahaman dan masih bisa mereka perbaiki.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Pakai Naura).
"Selamat siang ibu Naura," sapa satpam yang berjaga.
"Siang pak," balas Naura dan melangkahkan kakinya masuk kedalam perusahaan.
Naura langsung menuju lift karena semua karyawan dan pekerjaan sudah kenal dengannya jadi tidak ada yang berani melarang Naura.
Naura menuju ruangan Brian dan ternyata Citra sedang tidak ada di meja nya.
Naura membuka pintu ruangan Brian dan betapa terkejutnya Naura saat melihat pemandangan di depannya.
Brian sedang memangku seorang perempuan yang berpenampilan begitu seksi.
Bukan hanya Naura yang terkejut, tapi Brian tidak kalah terkejutnya dengan kehadiran Naura.
"Maaf mengganggu kegiatan kalian," kata Naura dan langsung menutup kembali.
Brian mendorong perempuan yang berada dipangkuannya sampai jatuh dan dengan cepat menyusul Naura.
"Naura tunggu," kata Brian.
Naura tidak menghiraukan Brian dan masuk kedalam lift, Brian berlari untuk mencegah pintu lift itu tertutup.
"Bangsat," kata Brian karena pintu lift sudah tertutup rapat sebelum dia sampai.
Brian menekan tombol lift sebelahnya seperti orang yang kesetanan dan syukur saja pintu lift itu terbuka dengan cepat.
Menekan tombol angka 1 untuk menyusul Naura.
Brian sampai di lobby dan dia masih bisa melihat sosok Naura yang berjalan ke arah pintu keluar.
Brian berlari dengan cepat dan menangkap tangan kiri Naura.
"Lepasin," kata Naura dengan nada suara yang datar.
"Sayang dengarkan dulu penjelasan mas, ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan," kata Brian dan masih menahan tangan Naura.
Mereka menjadi pusat perhatian sekarang dan Brian tidak peduli.
"Semuanya sudah jelas, mulai sekarang tidak ada rujuk dan tidak ada pernikahan, semuanya akan aku batalkan," kata Naura dengan emosinya.
"Sayang jangan batalkan pernikahan kita, mas mohon sama kamu, ini semua salah paham" kata Brian, "perempuan itu tiba-tiba saja masuk ruangan mas dan duduk di pangkuan mas, mas sudah mengusir dia tapi dia tidak mau pergi, mas mau panggil satpam buat ngusir dia secara paksa dan bersmaan dengan itu kamu datang" jelaskan Brian dan memeluk Naura dengan erat.
"Brian, ngapain sih kamu masih mempertahankan perempuan murahan itu, biarkan saja dia membatalkan semuanya dan kamu nikah sama aku," kata perempuan yang tadi di ruangan Brian dan ternyata menyusul ke bawah.
"Brengsek, diam lo, ini gara-gara lo pernikahan gue mau dibatalkan," kata Brian dengan marah dan masih memeluk Naura.
"Bagus dong, berarti kamu nggak perlu ngerawat anak haram itu," kata perempuan itu tanpa bersalahnya dan membuat emosi Naura meledak.
Naura mendorong Brian sampai pelukan mereka terlepas dan dengan kasar memberikan tasnya ke Brian.
"Lo boleh ngehina gue, tapi tidak dengan anak gue," kata Naura dengan nada datar dan tatapan yang tajam.
Naura melangkahkan kakinya mendekati perempuan itu dan tanpa aba-aba langsung menjambak rambut.
"Buka telinga lo lebar-lebar, gue hamil saat masih resmi menjadi istri Brian dan gue berani melakukan tes DNA hari ini juga, walaupun tanpa tes DNA semua juga tahu kalo anak gue adalah anak kandung Brian karena mereka mirip" kata Naura, "ini pertama dan terakhir kalinya lo ngehina anak gue, kalo sampai gue dengar itu lagi, gue pastikan lo mati ditangan gue, karena gue akan melakukan apapun untuk anak gue" sambung Naura dan melepas tangannya dari rambut perempuan itu.
"Anak lo memang anak haram, lo selingkuh dibelakang Brian," kata perempuan itu.
"CUKUP, ITU ANAK KANDUNG GUE DAN LO NGGAK BERHAK BILANG DIA SEPERTI ITU," kata Brian dengan nada yang keras.
'Plak'
Naura menampar pipi perempuan itu dengan keras sampai pipi nya berwarna merah.
"Jangan pernah lo bicara seperti itu terhadap anak gue" kata Naura, "lebih baik lo diam sebelum semua rahasia dan masa lalu lo, gue bongkar dan karier lo sebagai model akan hancur dengan sekejap mata, gue akan menjadi orang yang paling jahat di dunia kalo kebahagiaan gue dan anak gue diganggu, ingat itu" ancam Naura dengan penuh amarah.
Naura menghampiri Brian dan langsung menarik dasi yang Brian gunakan, mau tidak mau Brian harus mengikuti langkah kaki Naura daripada dia mati tercekik dasi.
Para karyawan dan pekerja hanya bisa diam melihat keributan itu, mereka tidak mau ikut campur dan akan terkena masalah sama istri CEO mereka.
Mereka pun melongo saat melihat CEO mereka ditarik seperti hewan oleh Naura, tapi mereka tidak bisa ketawa karena itu akan membahayakan pekerjaan mereka.
"Buka," perintah Naura saat mereka susah berdiri disamping mobil Brian dan Naura melepaskan tarikannya dari dasi Brian.
Brian dengan cepat merogoh kunci mobil dari dalam saku jas nya dan membuka mobil.
Naura masuk kedalam mobil dan membanting pintu mobil dengan keras, sehingga membuat orang-orang kaget mendengar suara hantaman pintu mobil.
Brian juga sangat kaget dan hanya bisa mengelus dada dengan kelakuan Naura, lebih baik mencari aman daripada Naura tambah marah dengannya dan mengakibatkan pernikahan mereka resmi dibatalkan.
Brian dengan cepat menyusul masuk kedlaam mobil bagian pengemudi dan meletakkan tas Naura ke bangku belakang.
Beian menghidupkan mesin mobil dan Naura langsung menambah kecepatan AC karena dia sangat panas sekarang karena emosi.
Brian memasang sabuk pengamannya diikuti oleh Naura dan setelah itu Brian langsung mengendarai mobilnya meninggalkan lingkungan perusahaan.