Kalau biasanya setiap pagi seokjin berangkat ke sekolah sendirian, hari ini seokjin ke sekolah bersama jimin.
Setelah mengantar seokjin pulang, jimin memutuskan meninggalkan motor nya di kosan seokjin dan berangkat bersama seokjin jalan kaki.
"Jim, kau benar benar tidak papa jalan kaki?" tanya seokjin dan jimin mengangguk sebagai jawaban.
"Harus nya aku yang tanya pada mu jin, kau tidak papa setiap hari jalan kaki? Perut mu dan pinggang mu tidak sakit?" tanya jimin penasaran.
"Sakit sih, tapi aku sudah terbiasa jalan kaki. Jadi ya..tidak masalah" sahut seokjin dan jimin mengangguk.
"Mau ku gendong tidak?" tawar jimin, sebenar nya dia masih khawatir karena seokjin masih terlihat pucat.
"Tidak usah, kau tidak akan kuat" ejek seokjin dan jimin langsung memanyunkan bibir nya kesal.
"Kau meremehkan ku, eoh!" jimin langsung membungkuk di depan seokjin.
"Cepat naik! Atau ku tendang bokong mu!" ancam jimin dan seokjin hanya menggeleng mendengar nya.
"Cepatlah..!" kesal jimin karena seokjin tidak juga naik ke punggung nya.
"Arraseo..." sahut seokjin kemudian naik ke punggung jimin.
"Kau sangat ringan jin" ledek jimin dan seokjin hanya tersenyum kecil, tapi tiba tiba air mata nya jatuh dengan sendiri nya, Saat dia teringat yoongi
"Jin kaki mu kenapa?"- yoongi.
"Hanya terkilir, tidak usah khawatir!" sahut seokjin dengan senyum yang dia paksakan.
"Bagaimana aku tidak khawatir, kaki mu memar seperti ini" yoongi memegang pergelangan kaki seokjin.
"Akh...sssttt" erang seokjin saat yoongi memegang pergelangan kaki nya.
"Ini tidak baik, ayo kita harus ke klinik sekarang"- yoongi.
"Klinik? Untuk apa?"- seokjin.
"Obati kaki mu bodoh" sahut yoongi, dia langsung berjongkok di depan seokjin.
"Tidak usah yoon, aku juga tidak punya uang" tolak seokjin.
"Pakai uang ku saja. Sudah cepat naik ke punggung ku! Aku akan menggendong mu"- yoongi.
"Apa kau kuat?"- seokjin.
"Jangan meremehkan ku! Kau itu walaupun lebih tinggi dari ku, tapi tubuh ringan karena kurang gizi" ejek yoongi dengan tawa kecil nya.
"Kau ini, senang sekali mengejek ku" sahut seokjin dengan wajah merengut.
"Aku bukan mengejek, tapi itu faktanya" kekeh yoongi." sudah cepat naik!" titah yoongi dan seokjin mengangguk sebagai jawaban.
"Yoon, gomawoo karena kau mau menjadi teman ku"- seokjin.
"Kenapa kau bicara seperti itu?"- yoongi.
"Aku hanya anak yatim piatu, dulu tidak ada yang mau berteman dengan ku karena aku juga miskin, tapi kau datang dan mengajak ku berteman
"Aku harap aku akan selalu menjadi teman mu yoon" - seokjin.
KAMU SEDANG MEMBACA
SORRY ✅
FanfictionPersahabatan yang hancur karena salah paham. NGGAK USAH BAPER, CUMA CERITA DI LUAR NALAR 😁😁
