22

1.3K 133 34
                                        

"Yoon" panggil seokjin membuat yoongi menghentikan langkah nya.

"Wae?" tanya yoongi setelah berbalik dan melihat seokjin.

"Aku tidak kuat yoon, aku tidak sanggup lagi kalau harus lari" sahut seokjin, setelah nya dia duduk menyandar pada pohon di dekat nya.

Seokjin terus memegangi perut nya seraya menekuk kaki nya, dia tidak mau yoongi sampai tau kalau dia terluka.

"Sedikit lagi jin kita akan bertemu jalan besar. Kau ini kenapa lemah sekali? Kita baru lari sebentar tapi kau sudah tidak sanggup dan berkeringat seperti ini" kata yoongi, setelah nya dia duduk di depan seokjin.

"Kau saja yang lari yoon! Aku tidak kuat" titah seokjin membuat yoongi kesal mendengar nya.

"Jangan bicara sembarangan atau ku pukul kau" kesal yoongi dan seokjin hanya terkekeh dari bibir nya yang mulai memucat.

Sesekali dia mengernyit saat merasakan sakit dan darah yang terus saja keluar dari perut nya.

"Mianhae" kata yoongi, dia melihat seokjin dengan sendu.

"Untuk?"- seokjin.

"Semua nya, semua perbuatan dan kebodohan yang ku lakukan pada mu" yoongi menghela nafas dengan mata berkaca kaca.

"Mianhae karena aku tidak pernah mendengar penjelasan mu, aku selalu membenci mu dan menganggap mu pecundang

"Padahal kau tidak pernah sedikit pun berfikir meninggalkan ku, kau bahkan kembali untuk menolong ku sampai kau hampir mati

"Mianhae karena aku sudah sering memukul mu jin, aku bahkan memukul dan menginjak perut mu tanpa perasaan

"Mianhae karena aku tetap mendiami mu walaupun kau sudah menjelaskan semua nya pada ku

"Mianhae jin neomu mianhae" sesal yoongi, dia langsung mengusap wajah nya untuk menghapus air mata nya.

Setelah nya yoongi melihat seokjin, dia mengernyit bingung karena seokjin haya diam tanpa merespon ucapan nya, yoongi semakin panik saat melihat seokjin memejam kan mata nya.

"Jin gwaenchana?" yoongi memegang pundak seokjin untuk membangunkan nya.

Bukan nya membuka mata, seokjin malah rebah ke samping, membuat yoongi langsung reflek menahan seokjin dan memangku nya.

"Yak gwaenchana? Seokjin Buka Mata Mu!" pekik yoongi, dia menepuk wajah seokjin untuk membangun kan nya.

"Uhuk" seokjin terbatuk bersamaan dengan darah yang keluar dari mulut nya.

"Wae - wae- wae?" panik yoongi, dia menadahkan tangan nya di mulut seokjin dan membiarkan tangan nya terkena darah Seokjin.

"Apa kau terluka jin?" tanya yoongi dengan suara gemetar.

Melihat tangan seokjin yang terus menekan perut nya dan berlumuran darah, membuat yoongi curiga. Dia langsung menyingkirkan tangan seokjin dan menarik baju nya ke atas.

"Ya Tuhan.."pekik yoongi yang kaget saat melihat darah yang terus keluar dari perut seokjin.

"Argh...Brengsek Kau Jin, Kenapa Tidak Bilang Kau Terluka?Eoh!" tangis yoongi, dia langsung menekan kuat perut seokjin  yang terluka untuk menghentikan darah nya.

"Yo - yoon.." panggil seokjin dengan suara lemah.

"Wae?"- yoongi.

"Di - dingin yoon" kata seokjin dengan bibir nya yang bergetar, perlahan dia membuka mata nya walaupun tidak sepenuh nya.

Yoongi langsung membuka jaket nya yang berwarna putih, kemudian menyelimuti tubuh seokjin dengan jaket nya.

Dalam sekejap jaket putih yoongi langsung berubah menjadi merah di bagian yang menutupi perut seokjin.

SORRY ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang