Chapter 10

2.5K 159 5
                                        

Awas banyak typo dan maaf kalau gk  nyambung bilang ya:)

Matahari masuk dari celah Jendela membangunkan pria mungil,gun mulai membuka mata nya mengerjapkan nya beberapa kali untuk membiasakan silau matahari..saat sudah sadar dia melihat tangan seseorang memeluknya dan dia menoleh dan melihat muka Off yang tidur dengan damai.

Tampan sekali kamu phi walau mata mu masih bengkak gini.ucap gun dalam hati.dan dia teringat tadi malam off mencium nya di bibir,dia memegang bibirnya dan tersenyum setelah itu dia kembali memandang muka off. Tapi ada yang aneh di muka Off terlihat pucat dan badanya panas saat gun memegang pipinya gun pun panik dan segera bangun menyelimuti Off

"gun...gun jangan pergi gun"ucap off dengan mata masih terpejam keringat dingin mulai bercucuran membuat gun semangkin panik

"jangan pergi..."Off diam sejenak"Jangan kembali kamu mook aku membencimu" ngiggau off

"phi... Phi Off tenang ya ... tenang ya" Off membuka matanya dia yang  masih gelisah pun menarik gun kepelukanya lagi,gun hanya menurut saja.

Saat off sydah kembali tidur gun perlahan mulai melepaskan pelukan off darinya menuju kamar mandi tidak lama dia keluar dan mulai mengompres Off.

Selesai mengompres gun turun dia akan ke apotik membeli obat penurun demam.dan kini dia sudah kembali ke apartemen off,ia memasak bubur untuk off.

Saat masuk ke kamar terlihat off yang terduduk dengan muka gelisah dan memanggil gun

"gun....kamu dari mana" terlihat muka gelisah off

"gun habis dari apotik dan memasakan phi  bubur"gun pun ddk di tepi tempat tidur dan mulai menyuapi Off.

"Gun aku nggak suka bubur gak enak gun" tolak off

"tidak ada penolakn phi atau kamu gak bakalan sembuh ayo makan setelah itu minum obatnya"

"tidak...aku sudah sembuh lihat ini" off pun berdiri dan melompat lompat².

"phi tidak ada penolakan atau gun akan pulang"

"jangan...i-iya aku akan makan" gun pun menyuapi off dan akhirnya bubur itu habis juga dan juga obatnya.

"sekarang phi istirahat lah" gun pun menyelimuti Off dan akan kebawah membawa mangkuk ke dapur baru saja dia berdiri suara off menghentikanya.

"Gun jangan pergi tetap di sini"

"yak phi off gun tidak akan kemana² gun hanya  ingin menaru mangkuk na"

"tidak boleh tetap di sini temani aku" mau tidak mau gun pun ddk di samping off yang sedang berbaring memegang tanganya.

"Tidurlah gun akan di sini menemani phi" off pun memejam kan matanya.

Kasihan phi di tinggalkan sama orang yang sangat ia cintai.ucap gun sambil memandang wajah Off

•••••••••••••••

Gun yang sedang duduk di ruang tv.saat ini dia masih di apartemen Off karna Off baru merasa nyaman  sekitar 5 jam yang lalu.

"Gun maaf telah merepotkanmu" Ucap off berdiri di belakang membuat yang di panggil terkejut

"astaga gun kira siapa! Kenapa keluar phi istirahatlah" off pun memilih duduk di sebelah gun.

"tidak aku sudah merasa mendingan karna di rawat olehmu makasih ya gun maaf merepotkanmu" ucap off memandang gun

"iya tidak masalah phi...phi apakah kamu merasa mendingan atau kita kedokter aja"

"gak usah gun aku udah baikan jangan khawatir" kata off sambil tersenyum

First boyfriend [OffGun]  [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang