11. Hukuman(lagi)

92 73 22
                                        

Agatha meliat sekeliling rumahnya, terlihat sangat sepi.

"Bi, papa kemana ya?" Tanya Agatha kepada Bi Asih yang baru saja melintas didepanya.

"Eh,non Agatha udah pulang. Tuan ada didalam kamarnya,non. Tadi pulang cepet." Jawab Asih dengan sopan.

Agatha membulatkan bibirnya. "Makasih bi." Ucap Agatha.

"Iya, ada yang dibutuhin neng?"

"Enggak bi,saya mau langsung ke kamar." Setelah mengatakan itu Agatha langsung menaiki kamarnya yang terletak di lantai dua.

Menutup pintu kamarnya, Agatha meliat sekeliling kamarnya, begitu sunyi.

Agatha membuang nafas kasar. Gadis itu langsung menyambar handuk dan berjalan menuju kamar mandi.

Setelah 15 menit gadis itu keluar dengan pakaiannya.

Melihat kearah jendela,hujan turun begitu deras, membasahi jalanan.

Ponselnya berdering,dengan cepat Agatha mengambilnya, melihat nama 'Albiru' diponselnya.

"Halo?" Ucap Agatha memulai pembicaraan.

"Halo? Agatha, kamu dirumah?"

"Hm. Kenapa?"

"Aku mau ngajak kamu keluar,mau kan?"

Gadis itu terkejut,benarkah pacarnya yang berbicara? Agatha melihat layarnya memastikan bahwa Albiru yang meneleponnya.

"Kemana?"

"Siap-siap aja,10 menit lagi aku kerumahmu."

"Tapi kan huj-" Ucap Agatha terpotong karena Albiru lebih dulu mematikan panggilanya.

"Gila ni anak,pengen sakit apa?" Gumannya.

Agatha mengambil hoodie dan celana kulot dilemari,lalu memakainya.

"Udah cantik." Ucapnya saat melihat pantulanya dicermin.

"Non, Den Al udah dateng." Teriak Asih disebalik pintu.

"Iya bi." Agatha langsung menyambar tas nya dan berlari kedepan.

"Hai,Al." Sapa Agatha dengan senyum manisnya.

"Cantik banget." Puji Albiru membuat Agatha salah tingkah.

Terlihat rona merah dipipi gadis itu. "Jangan gitu,malu." Agatha menutupi wajahnya dengan kedua tanganya.

Albiru terkekeh pelan. "Ayo." tangan laki-laki itu mengandeng tangan pacarnya.

ᴥᴥᴥᴥ

Hujan sudah berhenti,membuat mereka lebih nyaman berkendara dijalanan.

"Seneng gak?" Tanya Albiru melihat wajah pacarnya dari kaca spion.

"Seneng!" Teriak Agatha.

"Kita ke cafe aja ya?" Ajak Albiru.

Agatha mengangguk, "Ayo."

Motor Albiru berhenti didepan Cafe, terliat ramai sekali pengunjungnya.

Banyak yang berpasangan juga banyak yang bersama temannya.

"Rame banget." bisik Agatha.

"Mau pindah ke tempat lain aja?"

Agatha menggeleng kencang "Gak,disini aja,itu ada meja kosong." Ujar Agatha menunjuk meja kosong.

AGATHATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang