- ✿ -
Leo mengajak kekasihnya berkencan, tentunya ke suatu tempat yang sudah lama ingin dia kunjungi dengan sang terkasih. Dengan perasaan senang, dia bergegas menjemput Ren yang berada di toko.
Sebelum itu, ia harus membeli beberapa barang untuk acara kencannya nanti. Berbagai macam snack, minuman dan beberapa bungkus buah potong ia masukkan ke dalam keranjang belanjaan.
Ditempat lain, "Kita mau kemana Juno?" Tanya Tian kepada Juno yang sedang menarik tangannya ke suatu tempat.
Juno dititipkan lagi kepada Tian. Kehidupan mahasiswa yang kadang senggang, membuat Juno acap kali dititipkan kepadanya. Dia tidak bisa menolaknya. Karena sebagai tetangganya, Jeno sangat baik dalam berbagi ataupun membantunya juga.
Bocah itu berhenti, di depan toko bunga.
"Tante, Juno mau main disini," ucap bocah itu. Mereka belum masuk ke dalam toko, masih ada di pelataran depannya.
"Ini bukan tempat bermain Juno, ini toko bunga," timpal Tian, memberi pengertian bahwa tempat yang diinginkan bocah itu bukan tempat untuk bermain-main.
Bukannya lebih menyenangkan bermain di taman daripada toko bunga? begitulah pikir Tian yang tidak tau arah jalan pikiran anak kecil yang menggandengnya.
"Juno juga tau ini toko bunga, tapi-"
Tin
Tin
Tin
Tin, sebuah mobil berhenti di depan toko tersebut.Dengan terus membunyikan klaksonnya bertubi-tubi.
Bukan karena ucapan yang terpotong, Juno melirik sinis pada mobil tersebut. Ia berusaha mencari tahu, siapa pengendara yang membuat moodnya buruk karena bunyi yang tidak dia sukai itu.
Kaca mobil turun, menampilkan wajah tampan si pengendara, Leo. Pemilik toko sudah pasti keluar dari tokonya, menemui pelaku yang membuat kegaduhan.
"Tuan anda baru datang, kenapa membuat keributan," ucap Ren yang berdiri di samping pintu pengendara, melirik Leo yang masih menampilkan wajahnya dari balik jendela mobil yang sempurna terbuka.
Leo hanya tersenyum.
"Buruan keluar," ujar Ren menyuruh kekasihnya untuk segera keluar dari mobil.
"Sebentar, sebentar..." Ucap Leo yang membawa tubuhnya keluar.
Di depan sana, Leo langsung memeluk kekasihnya. Meskipun masih di depan jalanan yang lumayan ramai. Mereka berbincang sebentar, persoalan alasan Leo datang ke sana. Lalu, menjelaskan keinginannya untuk mengajak Ren berkencan ke suatu tempat. Dan, ingatkan mereka masih dalam posisi yang mesra di depan toko.
Tian menjadi salah satu penonton gratisan. Dengan status tidak pernah mempunyai kekasih membuatnya diam menonton dan meratapi nasibnya.
"Tante Nai," panggil Juno yang mengalihkan perhatian pasangan itu.
Mereka sedikit kaget.
"Hai Juno, kamu sendirian?" Sapa Ren yang bergerak mengelus rambut Juno, dengan Leo yang masih memeluk pinggangnya.
Tian kecolongan, "Maafkan anak ini, Saya kurang mengawasinya, maaf kalian berdua jadi terganggu..." Ucap Tian yang datang ikut bergabung. Dia berusaha mengajak Juno untuk pergi dari sana, meninggal mereka berdua kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Denting ✓
Hayran Kurgu[GS Story] Lokal Rintik gerimis mengundang kekasih di malam ini, kita mencari dalam rindu yang indah. © 2022 KAME, Camellia Caramel
