empat belas

2.5K 157 7
                                    









Pagi itu saat mentari sudah sedari tadi bekerja menerangi seluruh isi bumi, saat di mana seluruh anak manusia memulai semua aktifitasnya ada Taehyung yang tersandar di headbad ranjangnya. Wajah muramnya di tekuk sedemikian rupa seolah menyembunyikan apa yang kini terlukis di wajahnya. Sesekali ekor matanya melirik entensitas pemuda yang kini tengah memakai pakaian di samping ranjang itu.

Perasaan tak enak hati dan juga rasa bersalah kini tengah mengerogoti Taehyung. Dan dia tau kini dia tak ubahnya seperti bajingan tak perperasaan. Berprilaku seenaknya tanpa memikirkan akibat. Pagi tadi saat dia tersadar dari alam mimpi, saat matanya mengerjap menyesuaikan intensitas cahaya yang menusuk retina mata, dan di saat itu juga dia di buat terkejut, mencoba mengingat apa yang telah terjadi karna sekarang dia melihat pemuda yag bernama Park Jihoon yang nyatanya baru dikenalnya beberapa waktu lalu kini tengah tertidur lelap di sampingnya.

Awalnya dia hanya mengira Jihoon terlelap biasa layaknya orang tidur, dan mungkin semalam karna malas pulang makanya menginap di apartemennya. Itu dua detik lalu . Detik berikutnya Taehyung semakin terbelalak kala menyadari potongan potongan adegan panas yang dilakukannya tadi malam dengan seorang pemuda.

Sempat mengira pemuda itu adalah kekasihnya. Namun dia kembali di buat sadar saat potongan adegan selanjutnya mengarah pada saat dia mabuk berat dan di antar pulang oleh Jihoon detik selanjutnya pula akhirnya dia menyadari kalau ternyata dia telah melakukan kesalahan besar.

" Aku...pulang dulu hyung..."

Taehyung tersentak kaget dari lamunan saat Jihoon berpamitan ingin pulang. Taehyung tak mampu untuk sekedar mengangkat kepala hanya bisa bergumam " hmmm" menjawab ucapan Jihoon.

Jihoon baru saja memutar kenop pintu kamar Taehyung sebelum akhirnya suara berat Taehyung menghentikannya.

" Hoonaahhh.....miann...." Taehyung meminta maaf pada Jihoon.

Jihoon menarik nafas dalan sebelum dia berbalik menghadap Taehyung. Sungguh dia tak tega melihat raut bersalah Taehyung karna di sini Jihoon tau Taehyung melakukannya bukan karna dia sengaja.

" Tak apa ...hyung....aku baik baik saja.." Setidaknya senyum tulus Jihoon mampu mengurangi sedikit beban di hatinya.









Seminggu sudah Jungkook tak di telpon, tidak di chat oleh Taehyung pasca kejadian soal foto Jungkook dengan seorang wanita yang mana mengakibatkan Taehyung marah dan memilih pergi. Jungkook bukannya tak ingin lebih dulu menghubungi hanya saja dia takut dan merasa sangat bersalah karna telah membuat Taehyung sakit hati dan kecewa pada dirinya.

Tapi ini sudah seminggu dan Jungkook tidak bisa lagi menahan. Dia rindu Taehyung. Maka tanpa pikir panjang lagi Jungkook berniat menemui Taehyung.

Hujan terasa mulai membasahi belahan bumi yang kini tengah di pijak oleh kaki Jungkook. Namun itu tak mengurungkan niatnya untuk tetap datang ke apartemen Taehyung untuk menjelaskan semuanya. Cukup sudah Jungkook dihantui rasa bersalah sudah saatnya bangkit dan minta maaf mengakui kesalahan nya karna telah ceroboh dan tak memikirkan perasaan Taehyung saat foto itu di unggah.

Dengan tubuh sedikit basah karna tadi Jungkook sempat berteduh di halte bis dekat apartemen Taehyung. Beruntung hujan mulai reda hanya menyisakan gerimis namun belum menghilangkan gelapnya langit. Langkah tergesa Jungkook menapaki jalan yang basah membawanya sedikit berlari hingga ke depan gedung apartemen itu. Sejenak Jungkook mendongak melihat arah jendela kamar Taehyung.

Terbuka...

Jungkook tersenyum kecil " Hyung ada di rumah" pikirnya saat itu. Tangan sedikit gemetar akibat menahan dingin merogoh kantong celana mencari kontak lelaki yang hampir 2 tahun jadi kekasihnya. Nada tunggu pun berbunyi dan Jungkook hanya ingin mematikan jika Taehyung memang sedang ada di apartemennya.

" Youbuseo....?" Terdengar suara rendah Taehyung menjawab di seberang sana membuat Jungkook seketika merasa senang karna Taehyung mau mengangkat telponnya.

" Hyung....aku ke apartmentmu ya...kau di rumah kan...?" Bocah itu terlihat sangat bersemangat berbicara sambil melihat belanjaan yang tadi di belinya.

" Untuk apa...Kook...?" Dan seketika senyum Jungkook hilang begitu saja mendengar pertanyaan yang terkesan datar dari Taehyung.

" Hyung...masih marah....aku datang justru ingin menjelaskan semuanya hyung..." Balas Jungkook berusaha setenang mungkin padahal perasaanya mulai tak enak, entahlah tiba tiba dia gelisah dan merasa cemas.

" Kookie...." Jelas sekali terdengar suara itu sangat berat keluar dari mulut Taehyung seakan tercekat sesuatu.

" Kita....sampai di sini saja ya...." lanjut Taehyung masih via telpon .

" Hyung...aa....ap....apa maksudmu...?"

" Maaf Kookie....kita sampai di sini saja, terima kasih untuk semua....ya....kita putus..."

Tut....tut....tut..

Dan sambungan pun di putus sepihak oleh Taehyung sama halnya dengan kisah mereka yang juga di putus sepihak olah Taehyung tanpa tau apa alasannya tanpa tau apa sebabnya. Meninggalkan Jungkook yang mematung tak percaya akan apa yang di dengarnya.

Taehyung memutuskannya...

Kenapa....?

Detik itu juga hujan deras kembali menguyur bumi menenggelamkan Jungkook yang kini masih mematung di depan gedung apartemen Taehyung membawa serta air matanya yang tak tau lagi mengalir sejak kapan. Tanpa isakan tanpa penjelasan. Mencoba menahan perih hati meski nyatanya dia gagal. Gemuruh di dada nya bersahutan dengan petir yang menggelegar di sela hujan.

" Semudah itukah semua itu bagimu.....Kim Taehyung....? "










Tbc








Stay with me Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang