Hari Senin, dua hari setelah pensi, jam pelajaran berlangsung seperti biasa. Sekarang Biru duduk di bangkunya. Sedang memikirkan sesuatu, ya, sampai saat inipun dia masih bingung apakah kejadian saat pensi itu hanyalah mimpi atau kenyataan.
"Kalau itu mimpi, itu akan menjadi mimpiku yang paling indah" katanya dalam hati.
Lexie yang duduk di sebelahnya memanggil Biru.
"Bi?"
Tidak ada jawaban.
"Biru!?"
"Hah? Apa Lex?" kata Biru setelah tersadar.
"Ngelamun aja"
"Hmm" Biru hanya bergumam.
"Eh, nanti jam istirahat kedua ikut aku yuk"
"Kemana?"
"Mau pinjem buku di perpus"
"Ikut deh"
"Sip" mereka berdua pun kembali mengerjakan soal matematika peminatan yang tadi diberikan gurunya.
____________________________________
Waktu jam istirahat kedua, Lexie segera menarik Biru ke perpus di lantai dua dengan penuh semangat.
Saat menaiki tangga, banyak anak yang turun dari lantai dua sehingga mereka agak terdesak.
Begitu sampai di perpus, Biru dan Lexie langsung mengisi buku daftar hadir dan menuju rak-rak buku, kemudian mereka duduk di bangku perpus setelah menemukan buku yang mereka cari. Selanjutnya mereka larut dalam buku yang mereka baca.
"Lex balik yuk" kata Biru 10 menit kemudian.
Lexie melihat jam tangannya.
"Yaudah ayo" kata Lexie.
Lalu Lexie membawa novel yang tadi dia baca ke meja administrasi untuk mendata buku yang akan dipinjam. Sedangkan Biru mengembalikan buku yang tadi dibacanya ke rak.
Setelah keluar dari perpus, Lexie melewati begitu saja tangga turun yang menuju ke kelas mereka, dia malah berjalan lurus dan membawa Biru ke rooftop.Tentu saja dia bingung, apalagi sebelum sampai di rooftop, Lexie menutup mata Biru.
"Apaan sih Lex?" tanya Biru.
"Udah ikutin aja" kata Lexie santai.
Entah kenapa, saat ini Biru merasa deg-degan.
"Jangan bilang kalo si Lexie mau jatuhin aku dari rooftop lantai dua" katanya dalam hati.
Setelah sampai di dekat bangku pinggir rooftop, Lexie menghentikan langkahnya.
"Sekarang, lihat ke bawah" kata Lexie sambil melepaskan tangannya yang tadi menutup mata Biru.
Biru membuka matanya, di lapangan di bawah sana, terlihat anak-anak kelas XI IPA 2 berkumpul di lapangan dan berbaris rapi, sambil masing-masing dari mereka mengangkat sebuah kertas yang bertuliskan satu huruf besar.
Biru terkejut setelah membaca rangkaian kata yang terbentuk dari barisan huruf itu.
"BIRU, WOULD YOU BE MY GIRL?
RAMA."
Begitulah bunyinya. Biru menutup mulutnya, tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya, kemudian suara seseorang menyadarkannya.
"Biruuuu, apa jawabannyaaaa!?" teriak seseorang dari bawah, itu Ninda.
Biru mengangguk semangat, disusul sorakan orang-orang di bawah sana. Saat matanya sedang mencari keberadaan Rama di bawah, tiba-tiba matanya ditutup dari belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dalam diam
PovídkySaat kau sedih, jangan menunduk ke bawah Lihatlah ke sekelilingmu, kau akan temukan aku, yang dalam diamku mencintaimu.. First story, need comment and vote ☺
