Chapter 4 (Smooth)

142 101 63
                                        

Lareska tersenyum, beruntung sekali ia memiliki kekasih seperti Ona

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lareska tersenyum, beruntung sekali ia memiliki kekasih seperti Ona. Tapi lagi lagi wajah imut Yasella terpapang jelas di benaknya, membuat ia mematung. 5 detik... 10 detik...

"Ares!"

"Eh, maaf. Ona kamu tidur sana udah malem besok kita ke timezone. Kangen kan?"

"Asikk! Oke Res see u tommorow!"

Panggilan berakhir, Lareska membanting ponselnya di kasur, berharap setelah ini ia fokus kepada Ona.

"Vanilla gue..."

Tok tok tok

Lareska menolehkan kepalanya kearah pintu, beranjak malas lantas membuka pintu kamarnya yang ia kunci. "Kenapa bun?"

"Ada temen kamu dibawah, turun sana"

Lareska menghempaskan badannya dikasur, menutup mata dengan lengan kanannya.

"Suruh naik aja bun, kayak gak biasanya"

"Bunda gak tau dia siapa, cewek pula."

Laki laki itu menatap bunda heran, pasalnya siapa yang akan datang malam malam begini? Gadis? Jika pun Ona, ia akan langsung melesat ke kamar Lareska. Tanpa pikir panjang ia beranjak dan menuruni tangga rumah orangtuanya, mendapati gadis cantik berambut sebahu dengan jedai warna biru disana..

Yasella, gadis itu tengah duduk manis dengan ponsel genggamnya. Tercium aroma vanillaa ketika Lareska mulai mendekati Yasella, membuat ia terpatung beberapa detik.

"Yase?"

Gadis itu menoleh, menampilkan senyumnya yang seakan membius Lareska. Membius untuk melupakan segalanya, dan benar, jika didekat gadis ini, ia seolah melupakan segalanya, bahkan batu di ujung kaki nya pun ia lupakan.

"Eh, Res. Ini gue tadi nanya Jidan alamat lo. soalnya gue nemuin bag di rumah gue, mungkin jatoh waktu lo beresin isi tas waktu itu."

Yasella menyodorkan bag kecil berwarna hitam, ada nama Lareska disana. Itu tulisan Ona, "Ada pita, didalem. Punya pacar lo?"

"Bukan, punya adek gue. Makasih ya, lo naik apa kesini?"

Lareska tak sadar, dia tak menganggap Ona di hadapan Yasella? Dia sedang berperang dengan perasaannya sendiri, rasa apa ini? Aneh. Lareska pun duduk di samping Yasella, membuka bag kecil yang tadi Yasella kembalikan. Memang benar, pita Ona ada di dalam sana. Ia menghela nafas pelan, menatap kosong pita tersebut.

Menatapnya nanar dan penuh tanda tanya, Lareska harap ia segera mengetahui arti dari rasa ini semua. Lareska mengulurkan tangannya ke rambut Yasella, memakaikan pita milik Ona. Yasella pun tersentak dan mengambil kembali pita tersebut.

"Eh, kenapa Res?"

"Pake aja lo cantik."

Ser~

VANILLA [❌]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang