2nd : The Omega's Feeling

947 154 6
                                        

February 17, 22
.
.

"Yak Kim Junkyu!!"

Teriakan menggelegar dari salah satu leadernya membuat Junkyu yang melamunkan ingatannya tentang kejadian yang terjadi padanya setahun yang lalu itu tersentak kaget.

Pemuda manis berstatus omega itu langsung menatap alpha yang kini berkacak pinggang didepannya dengan tatapan kesal.

"Gak usah ngagetin Jihoon!"

"Heh Junkyu. Kenapa kamu malah balas teriak! Salah sendiri ngelamun dari tadi!"

Junkyu mengerucutkan bibirnya, "Aku juga gak tau kenapa aku ngelamun Hoon-

Junkyu menatap Jihoon dengan sorot lemah, - aku cuma keinget kejadian setahun yang lalu"

Jihoon menghela nafas dan memilih duduk didepan omega itu, "Masih ngerasain perasaan aneh itu lagi Kyu?"

Junkyu mengangguk dan menatap alpha itu serius, "Iya. Rasanya justru makin aneh, karena aku ngerasa ikatan aku sama pemuda itu malah makin kuat. Aku seolah bisa ngerasain apa yang dia rasain Hoon"

"Semakin aku berusaha ngelupain semuanya, semakin kuat ingatan itu tertanam di pikiranku. Semakin aku berusaha abai, semakin kuat juga hatiku nolak itu semua" lanjutnya.

Jihoon hanya terdiam mendengarkan setiap kata yang terucap dari Junkyu. Seorang omega yang sudah seperti adiknya sendiri. Adik yang akan selalu ia dengar keluh kesahnya.

Junkyu menundukkan kepalanya. Tangannya saling meremat di atas pahanya, "Inget kemaren pas aku pingsan saat kita latihan koreo untuk comeback kita?"

Jihoon mengangguk sekali membuat Junkyu kembali melanjutkan kalimatnya.

"Aku pingsan karena gak kuat nahan rasa sakit Hoon. Aku gak tau kenapa rasa sakit itu tiba-tiba kerasa. Rasanya aku kayak dipukulin, padahal gak ada apa-apa"

Junkyu kembali menatap Jihoon dengan sorot mata sendu dan ada sorot kebingungan disana.

"Aku ngerasa ada ikatan yang sama besarnya kayak ikatan antar mate. Aku dan wolfku yakin pemuda itu mate ku Hoon. Tapi kenapa saat itu aku gak bisa cium pheromones alphanya secara jelas---aku gak bisa ngerasain pheromones yang harusnya bisa mengunciku saat itu juga Hoon"

Junkyu menatap Jihoon lekat, "Kalau dia memang mate-ku, kenapa wolf ku bahkan gak bisa merasakan keberadaan alpha-nya?"

Jihoon hanya mampu terdiam. Dirinya menatap Junkyu prihatin, ia sendiri bingung sebenarnya ikatan apa yang menghubungkan dua orang itu.

Karena jika keduanya memang sepasang mate yang telah ditentukan oleh Moon Goddess, seharusnya keduanya bisa merasakan kehadiran satu sama lain.

Keduanya harusnya juga bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Perasaan dan pikiran mereka juga akan selalu terhubung, bukan hanya salah satunya saja yang merasakan.

Dari yang Jihoon lihat, ikatan yang dirasakan oleh Junkyu masih abu-abu. Karena Junkyu dan pemuda itu tak bisa saling berbagi segala hal. Tak seperti ikatan antara dirinya dan sang mate, Hyunsuk yang selalu terhubung.

Ikatan yang dirasakan Junkyu masih terlalu sulit untuk didefinisikan.

.
.

"Hyung berdua sedang memikirkan apa?"

Suara itu membuat Junkyu dan Jihoon yang sejak tadi diam dalam lamunannya masing-masing segera menoleh dan menemukan seorang member Diamonds yang membawa sebuah gitar kini melangkah menghampiri mereka.

MIZPAH Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang