chapter eight ; prince agnor.

95 14 4
                                        






























































"Selamat datang, Putri Raveena"

Pria itu tersenyum licik sambil melihat ke arah Raven yang membeku di hadapannya. Raven menoleh singkat ke wajah Bucky yang masih mengeluarkan ekspresi masam membalas sapaan pria itu. Pria itu kemudian terbang ke arah Raven, dan dengan sangat cepat ia sekarang sudah berada di hadapan Raven.

Raven melangkahkan kakinya dengan perlahan ke arah pria itu dan kemudian..

bukk.

Sebuah tamparan keras telah menodai wajah pria asing itu. Pria itu sangat terkejut, karena Raven yang belum mengetahui identitasnya sangat berani mengambil tindakan seperti itu meskipun rupa pria itu tidak seperti manusia umumnya.

"Kau ini berbohong ya? dan mana kamera nya ayo keluar-keluar. pft mana ada pria dengan sayap, seperti perempuan saja" Ucap Raven ketus kemudian membalikan badannya ke posisi semula.

Pria itu geram dengan sifat Raven yang seperti merendahkannya, ia kemudian menarik lengan Raven secara paksa. Lengan kanan Raven hampir ditarik oleh pria itu sebelum pria itu terbanting jauh karena ada suatu segel di tubuh Raven sehingga membuat lengan pria itu lama-lama terasa seperti terbakar.

"Sialan, kau pakai ilmu apa?" Ucap pria itu namun Raven tidak menghiraukannya sama sekali.

"Siapa kau?" Ucap Raven bertanya balik ke pria itu.

"Saya Agnor, Pangeran ke Sebelas di Kerajaan Nebo dan kau telah merusak bangsa kami karena hasil persilangan ibumu dengan iblis itu" Ucap pria itu sambil mengepakkan sayapnya yang kalau di ukur bisa dua kali lipat tinggi Raven ditambah dengan tinggi Pangeran Agnor mencapai 2 meter lebih.

Raven terkejut mendengar penyataan pria yang kini dikenal dengan nama Agnor itu. Tidak mungkin ia berasal dari bangsa yang sama dengan pria bersayap dua yang ada dihadapannya. Meskipun Raven sudah mengetahui kalau ia dipungut oleh keluarga Strange, tapi hal ini sangat sulit untuk dipercayai. Ia lebih percaya kalau Billie Eilish lahir di Nganjuk, Indonesia daripada harus mempercayai fakta ini.

"Tapi, aku tidak punya sayap sepertimu. Itu saja bukti kau berbohong" Sahut Raven dengan tatapan tidak percaya.

"Dengar, adikku yang bodoh. Bangsa kita—maksudnya kami memiliki 2 jenis. Yang pertama, ada yang mempunyai sayap dan yang kedua mempunyai sihir. Kau termasuk mempunyai sihir. Akan tetapi, karena kita adalah garis keturunan kerajaan maka kita mempunyai sihir dengan kekuatan 'Mana' besar atau mempunyai sayap dan sihir" Jawab Pangeran Agnor dengan ketus.

"Untuk kasusmu beda, sangat berbeda" Timbuh Agnor dengan tatapan bingung juga.

Raven kemudian bergumam, bisa jadi perkataan Agnor benar adanya karena ia juga dari lahir sudah langsung mendapatkan sihir aneh yang berbeda dari kebanyakan di film-film. Mungkin ia memang berasal dari bangsa mereka. Tapi yang jelas, mereka harus keluar terlebih dahulu dari sana dan menghajar pria dengan wajah menjengkelkan yang ada di depannya.

"Raven, kau tidak apa-apa?" Bisik Bucky yang sedari tadi memperhatikan wajah Raven yang sedang bingung dan khawatir.

"Tidak apa Barnes, apa mau kalian menculik kami?" Ucap Raven kepada Agnor.

"Kami ingin membunuhmu"  Ucap Agnor kemudian mulai mencari aba-aba untuk menyerang mereka.

Segaris tombak kertas yang sangat tajam mencoba menghantam mereka dari belakang, namun reflek dari Raven sangat cepat karena ia langsung menghentikan kertas kertas tajam itu membuat Bucky sedikit terkejut.

"Boleh juga, tapi bisakah kau menghadapi semua ini?" Ucap Agnor tertawa seperti ingin meremehkan Raven dan Bucky.

Datanglah kumpulan kertas yang tiba-tiba bergerak dari lantai gedung kemudian seperti tombak dan mengincar mereka. Raven dan Bucky langsung berlari menghindarinya. Raven mengepalkan tangannya dan mengeluarkan asap hitam.

"Barnes, kau larilah keluar dan membantu Sam. Aku akan menghentikannya. Kuncinya ada di wanita itu, kau cukup memancingnya ke sel Sam" Ucap Raven.

"Tapi, saya tidak akan meninggalkanmu sendiri disini Doll" ucap Bucky sambil menggelengkan wajahnya.

"Tidak Bucky, aku disini tidak sendiri dan ini urusanku Buck, kau bisa menolongku dengan melakukan cara yang aku sebutkan. Kumohon, pergilah" Ucap Raven sedikit mendorong Bucky agar ia pergi.

Bucky kemudian mengangguk tanda setuju, ia berlari sambil sesekali melihat ke arah Raven yang mulai menyerang Agnor. Ia berharap gadis itu masih selamat sampai waktunya ia dan Sam datang kesana.

"Bertahanlah, Doll."















Raven menghirup udara sebanyak-banyaknya, ia kemudian mengumpulkan tombak-tombak kertas itu menggunakan sihirnya dan ia bentuk menjadi sebuah pusaran tombak dan kemudian ia pakai untuk menyerang kembali Agnor. Namun sayang, Agnor dengan cepat menghindarinya. Agnor kemudian tersenyum licik, dan membuat membuat tombak-tombak dari segala arah di bawah Raven, kemudian ia memulai aksinya.

Raven tersayat di lengan dan kaki bagian kanannya, ia kemudian menghindari tombak-tombak itu dengan sangat kewalahan karena jumlahnya yang banyak dan pergerakannya sangat cepat membuat Raven cepat lelah, ia kemudian membuka pusaran sihir yang di ajarkan oleh Stephen untuk dapat membuang tombak itu. Potral itu kemudian seperti menarik tombak itu hingga tidak tersisa. Raven selanjutnya langsung menyiapkan serangan kepada Agnor yaitu sihir segel untuk menyegel pergerakan Agnor. Awalnya Agnor hanya tertawa picik mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Raven, namun ternyata energi 'Adiknya' itu sangat besar dan bahkan sedikit sulit untuk dipatahkan.

Raven sedikit lega mengetahui kubus sihir yang ia buat berfungsi pada Agnor sehingga dapat mengunci Agnor beberapa detik—setidaknya sampai Raven bisa melukainya sedikit. Raven kemudian mengepalkan kekuatannya dan iya serang ke arah Agnor namun tiba-tiba Agnor sudah keluar dari penguncinya itu.

"Kau lumayan untuk pertama kali, tapi ini masih mudah untuk aku patahkan. Seperti mengunci manusia biasa saja" Ucap Agnor kemudian dengan kekuatan yang lebih besar lagi sampai ia membuat retak di sekitar tembok bangunan.

Sayapnya seperti bersahutan ingin membela majikannya. Agnor sekarang sudah seperti pakaian seorang Dewa atau pakaiannya mirip dengan yang Thor dan kawan-kawan pakai. Agnor mengumpulkan pusaran-pusaran tombak menjadi satu kesatuan tombak dengan berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus tombak. Agnor nampaknya tidak ingin bermain-main dengan Raven. Ia kemudian langsung mengarahkan tombak itu ke arah Raven.

Tombak itu dengan secepat kilat langsung mengarah ke arah Raven. Raven yang menyadari rencana Agnor hanya bisa berkeringat dingin. Tombak itu sangat besar, bisa menusuk 50+ orang sekaligus. Raven kemudian menutup matanya, mempercayakan insting dan bayangan yang menghantuinya selama ini.

Tiba-tiba semuanya menjadi gelap, Raven seperti berada di sebuah ruangan gelap tanpa pencahayaan apapun. Apakah ini adaah bagian dari kematian? entahlah. Tiba-tiba ada sepucuk cahaya yang perlahan semakin membesar dan membentuk sebuah mata dengan bagian mulutnya yang melebar tersenyum ke arah Raven. Dibandingkan tersenyum manis, wajahnya malah sedikit spooky atau menyeramkan.

"Bisakah kau menolongku?"

"Tentu saja, ada biayanya Nona"

Miss Strange  - Marvel OCCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang