Raveena tertawa menyeringai melihat mereka tertegun mengetahui selama ini yang merasuki tubuh Raveena adalah Raja Iblis.
"Aku ingin mengajak kalian untuk bergabung denganku, bagaimana?"
Stephen menatap sosok tersebut dengan wajah kebingungan, ia seperti tidak percaya bahwa ia dirasuki oleh Raja Iblis.
"You owe me an explanation, Raveena" ucap Stephen dalam hati.
Stephen tadinya ingin menghentikan serangannya kepada Raveena, namun justru ia malah membangkitkan jiwa Iblis yang ada di dalam Raveena. Bagaimana bisa ini terjadi?
Wanda kemudian menepuk pundak Stephen, sepertinya ia teringat akan suatu fakta tentang sosok iblis itu.
"Stephen, aku pernah baca di salah satu buku kuno, memang benar ada mitologi yang mengatakan bahwa Raja Iblis bernama Van Ork. Ia terkenal kejam dan suka menghancurkan. Kita harus berhati-hati" Wanda menarik lengan Stephen untuk menjaga jarak antara mereka dan sang iblis.
Van Ork tertawa menyeringai, ia tahu bahwa ia sangat ditakuti oleh siapapun, tak terkecuali seorang Sorcerer Supreme dan Scarlett Witch.
"Ya, ya, ya. Kalian sudah mengenalku bukan? Aku tidak ada urusan dengan kalian, tapi kalau kalian menentang rencanaku, aku tak akan diam."
Pikiran Stephen saat ini kacau, ia dihadapkan sebuah pilihan untuk menolong Raveena dengan membantu Van Ork atau ia akan melawan Van Ork secara habis-habisan.
Tiba-tiba terlintas memori dalam dirinya yang mengingatkan Stephen akan memori bersama Raveena. Sungguh, ia sangat menikmati masa-masa dirinya memarahi Raveena, mengajarkannya menggunakan sihir, dan Raveena yang selalu jahil padanya. Ia sudah sangat menyayangi Raveena layaknya adiknya sendiri.
Wanda membangunkan lamunan Stephen, ia paham kalau Stephen sedang dalam dilema. Ia menepuk bahu Stephen.
"Stephen, are you okay?"
Seketika, Stephen mengambil jari jemari Wanda yang bersarang di bahunya, ia kemudian menoleh sembari menunduk.
"Maaf Wanda, aku tau ini akan mengecewakanmu, tapi aku tidak bisa membiarkan Raveena dalam bahaya"
Wanda terkejut, tentu saja ia tidak senang mendengar keputusan Stephen. Hal ini tidak bisa dipercaya. Stephen akan bekerja sama dengan iblis itu?
"Stephen, are you insane? kau tidak boleh ikut dengannya, kau itu Sorcerer Supreme!" Wanda mengernyitkan dahinya, ia tak percaya Stephen bisa mengambil keputusan penting ini dengan mudahnya.
Van Ork tertawa, menyenangkan sekali melihat dua manusia paling kuat di Bumi saling memperdebatkan satu sama lain. Ia tentu senang kalau Stephen bersedia bekerja sama dengannya.
Stephen berbisik kepada Wanda, tak terdengar oleh Van Ork, tapi Van Ork bisa mengambil kesimpulan bahwa Stephen memang benar-benar ingin membantunya karena ia bisa melihat wajah Stephen yang khawatir.
Stephen kemudian berjalan menuju Van Ork, ia meninggalkan Wanda sendirian yang tertegun di tempat. Ia tak bisa menahan Stephen, karena itu akan sia-sia.
"Sampaikan salamku pada yang lain, Wanda"
Van Ork tertawa menyeringai sebelum akhirnya ia memberikan senyum kepada Wanda.
"Sampai jumpa, Scarlett. Aku akan menunggumu di Ork"
Mereka kemudian menghilang bersamaan, menyisakan Wanda dan Bucky Barnes yang sudah tak sadarkan diri di tempat. Setelah kepergian Van Ork, barulah Bucky bisa membuka matanya perlahan, mungkin akibat pengaruh dari Van Ork yang membuka dimensi khusus sehingga Bucky, sebagai manusia tanpa sihir, langsung tak sadarkan diri.
"Wanda! di mana Raven? Stephen?" Bucky langsung berlarian ke sekitar lokasi, ia tergopoh-gopoh dengan luka di seluruh tubuhnya.
"Bucky, maaf, Iblis dalam diri Raveena sudah mengambil dirinya dan Stephen. Lebih tepatnya, Stephen sepakat untuk membantu Iblis tersebut untuk menyelamatkan Raveena" Ucap Wanda dengan nada sendu, ia merasa tak bisa berbuat apa-apa sekarang.
Langkah Bucky terhenti, ia menoleh ke arah Wanda. Ia tak percaya dengan ucapan itu.
"Wanda? Kau berbohong kan? tidak mungkin kalian kalah.. dari satu orang!"
"Bucky! dia bukan iblis biasa, dia Raja Iblis, Van Ork! akan aku jelaskan nanti, yang jelas, kita harus kumpulkan anggota Avengers"
Bucky mengepalkan tangannya dan ia memukul dinding yang ada di dekatnya.
"Sial, bagaimana bisa aku kehilangan Raven. Sial, sialan Van Ork." Ucapnya sembari mengernyitkan dahi dan marah, ia sangat kesal dan kecewa ia tidak bisa melindungi Raveena.
Wanda kemudian menghubungi seseorang. Saat telepon terhubung, dia langsung mengutarakan intinya.
"Tony, kode merah. Tolong kumpulkan seluruh anggota Avengers. Dr. Strange dan Miss. Strange di tangkap oleh Van Ork, Raja Iblis!"
Sementara itu, di Kerajaan Nebo, pihak kerajaan mendapatkan panggilan masuk.
"Kode 0, Yang Mulia Ratu, Putri Raveena sedang berada di Ork sekarang bersama dengan Dr. Strange"
Ratu tersebut nampak khawatir, ia tak tahu apa yang di rencanakan oleh mantan suaminya itu.
"Rahasiakan informasi ini dari siapapun, Saya akan segera kesana"
- Bersambung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Miss Strange - Marvel OC
FanfictionSeorang wanita dengan kekuatan tak terduga, antara cahaya dan kegelapan. Dibesarkan di keluarga Strange dan merupakan adik dari Stephen Strange sang Sorcerers Supreme, membuat Raveena Strange menyadari kekuatan besar yang ada dalam dirinya. Suatu h...
