chapter seventeen ; stephen

37 4 2
                                        











"Raveena!"

Aku menoleh kearah belakang, mencari sosok dari suara yang sangat aku kenali itu. Suara itu milik Stephen Strange, kakak angkatku.

Aku tidak yakin, apakah ia akan percaya denganku atau justru percaya dengan mereka.

Mr. Barnes langsung bergerak kehadapanku, ia seperti ingin melindungiku dari hal-hal apa saja yang mengancam kami.

Stephen muncul dengan pakaian Sorcerers Supreme-nya. Ia tak sendiri, dibelakangnya terdapat Wanda yang menatap lekat diriku.

"Stephen, Wanda!"

Seketika, Wanda langsung mendekat kearahku dan mengunci kami dengan sihir segel miliknya. Aku dan Mr. Barnes terkunci di dalam suatu ruangan hampa.

"Raveena, jelaskan apa yang terjadi" Ucap Stephen yang tiba-tiba muncul dihadapan kami.

"Stephen, Wanda.. aku tidak tahu apa yang terjadi. Kami hanya tiba-tiba dijebak oleh suatu makhluk dari luar angkasa, bernama Agnor kemudian tiba-tiba ada bencana di New York.."

Mr. Barnes kemudian menanggapi pernyataanku,

"Itu benar, selama saya bersama Raveena, ia tidak melakukan hal-hal aneh dan mencurigakan seperti yang diberitakan apalagi sampai membuat kericuhan di New York. Dia ada di rumah sakit pada saat hal itu terjadi"

Shit.

Stephen dan Wanda nampaknya tidak percaya lagi pada kami.
Stephen kemudian angkat bicara,

"Ada lubang hitam yang besar, dan semakin besar akhir-akhir ini di Penggunungan Alpen. Saat kamu periksa ternyata sihir itu terhubung dengan milikmu, mereka berasal dari tempat yang sama"

Wanda kemudian berjalan mendekat ke-arahku. Ia membawa sebuah tongkat dengan berlian di atasnya.

"Aku dan Stephen sudah berusaha keras untuk menutup lubang itu, namun usaha kami sia-sia karena lubang itu selalu memantulkan sihir kami"

Wanda sekilas melirik ke arah Stephen, dan Stephen memberikan anggukan layaknya sebuah isyarat. Secara tiba-tiba, Wanda langsung mengarahkan tongkat tersebut kearahku.

Aku langsung tersentak dan mundur, namun sialnya aku malah kena dan itu sangat menyakitkan. Aku merintih, namun Wanda tetap saja menghujani aku dengan sihirnya. Aku langsung membiat pertahanan.

Mr. Barnes nampak berlari kerahku namun dicegat oleh Stephen yang sudah terlebih dahulu mengurungnya dengan sihir. Stephen tidak bergeming, hanya memperhatikanku diserang oleh Wanda.

Benteng pertahanan sihirku dapat ditembus oleh Wanda! aku langsung terlempar jauh darinya. Ia tetap mengejarku dan menyerangku dengan cepat.

"Wanda, ada apa denganmu?"

Lengan kananku, pipi kiriku, bagian kakiku melemah efek dari sihirnya. Bekasnya juga terlihat memar.

"Aku tidak ingin menyerangmu, Wanda. Kita bisa bicarakan hal ini baik-baik" Sahutku sambil merintih kesakitan. Aku harap Wanda dapat menghentikan serangannya.

"Kalau berani serang aku balik, pengkhianat!" Sahut Wanda dalam bentuk Scarlet Witch-nya.

Hatiku teriris setelah mendengar Wanda melabeli diriku seorang Pengkhianat. Aku melirik kearah Stephen yang masih memandangi kami dengan datar.

"Stephen!"

Stephen tak bergeming, ia tetap melihatku dengan tatapan datar.

Wanda melihat adanya celah untik menyerang titik butaku. Ia langsung menyerang bagian dadaku menggunakan sihirnya. Tak hanya itu, ia menusukku menggunakan tongkat miliknya.

Darahku langsung bercucuran kemana-mana. Mr. Barnes menyahutiku dari sana, ia meraung-raungkan namaku. Hal pertama yang aku sadari adalah tubuhku langsung runtuh, tak berdaya. Rasanya sangat menyakitkan sekali. Mataku langsung terpejam dan pikiranku menghilang.






































10 jam yang lalu.

Stephen dan Wanda bergegas menuju Sanctum Sanctorum setelah mendengar rencana Steve Rogers dan Natasha yang ingin membawa Raveena dan Bucky untuk mencari tahu perihal Agnor.

Sesampainya disana, Stephen langsung melakukan meditasi. Ia melihat berbagai kemungkinan yang terjadi di masa depan. Dari 100 kemungkinan yang ada, hanya ada 1 kemungkinan kalau Raveena tidak menyerang kota.

Stephen terkejut, ia langsung jatuh ke lantai setelah melihat semua kemungkinan di masa depan.

Kemungkinan tersebut adalah, ia melihat Raveena meninggal sebelum ia bisa menyerang kota.

"Steph, beritahu aku apa yang akan terjadi!" Ucap Wanda sambil membantu Stephen untuk bangkit.

"Wanda.. aku punya rencana" Stephen menghela napas, mau tak mau ia harus melakukannya.

"Aku rasa.. ia bukanlah yang menyebabkan itu semua" Wanda bergumam, suaranya terdengar lirih sambil menatap Stephen dengan mata sayu.

Stephen menatap Wanda dengan tatapan tak percaya, meski Stephen sangat berharap bahwa Raveena tidak bersalah, namun kenyataannya semenjak ia bergabung dengan Avengers, kekacauan terus bermunculan.

"Apa Maksudmu? apa kau percaya bahwa ada dalang lain, seperti Agnor? tapi tidak mungkin, dia.."

"Aku bisa merasakan sihir gelap yang menyelimuti Raveena, dan makhluk itu seperti mengambil alih tubuhnya tanpa ia sadari. Ada yang janggal disini, tidak mungkin manusia sehebat apapun sihirnya dapat membuka portal dimensi" Ucap Wanda dengan sangat yakin, ia kemudian menampilkan beberapa rekaman cctv di lokasi kejadian.

Lalu, apa rencana mereka selanjutnya?



















- Bersambung.

Miss Strange  - Marvel OCCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang