*Happy Reading*
Desaired, but never loved
•
•
•
•
Saat waktu menunjukkan pukul enam pagi, Daniel bangkit dari ranjang tempatnya menghabiskan sebagian waktunya selama di Bali bersama Naira. Rasanya tidak seperti perjalanan bisnis yang sudah-sudah, dimana dia disibukkan dengan bekerja, perjanannya kali ini lebih seperti bulan madu. Gila memang, tapi jika sudah menyangkut Naira, mana mungkin ia menahan diri.
Perempuan itu masih lelap dalam tidurnya, tidak terganggu sedikitpun dengan pergerakan Daniel. Dia tampak sangat kelelahan setelah tenaganya habis-habisan terkuras dengan kegiatan panas yang ntah sudah berapa kali mereka lakukan.
Daniel memulai paginya dengan membersihkan diri terlebih dahulu, lalu setelahnya menghubungi room service untuk membawa sarapan mereka ke dalam kamar. Agar ketika Naira bangun, dia bisa langsung mengisi energi. Hari ini pasti akan menjadi hari yang sibuk dan panjang.
***
Acara Grand Launching Hotel pertama Daniel berjalan dengan lancar, walau beberapa dari pertanyaan yang dilontarkan media sangat menganggunya karena pertanyaan yang menyangkut privasi saat sesi interview diadakan.
Daniel hanya menanggapi beberapa pertanyaan, selebihnya ia menyerahkan perhatian media kepada Chief Marketing dari Gunner's Corp yang merupakan mitra bisnis hotelnya dan beberapa tokoh penting dalam manajemen hotel.
Setelah acara inti yang memakan waktu hampir seharian, acara tersebut ditutup dengan makan bersama di salah satu restoran dalam hotel bersama tamu-tamu undangan yang hadir.
Daniel memilih absen dari acara itu saat ia merasakan nyeri hebat yang menghantam kepalanya, tidak terbiasa dengan keramaian awak media yang sejak tadi memfokuskan perhatian pada dirinya dan Naira. Pilihan membawa Naira memang sebuah kesalahan, mereka menjadi lebih fokus pada pemberitaan akhir-akhir ini daripada hotel yang diancang-ancang menjadi yang terbaik di Pulau Bali.
"Gue udah muak. Lo lanjutin sisanya, gue mau keluar." Perintahnya pada Aaron yang sejak awal berada disampingnya.
"Gitu lah kalau berurusan dengan keluarga konglomerat." Aaron terkekeh melihat kegusaran Daniel sejak tadi.
Daniel memang dikenal tertutup tentang kehidupan pribadinya, namun saat ia mulai berkencan dengan Valerie, mau tidak mau kehidupan pribadinya akan selalu menjadi tontonan banyak orang. Karena Valerie seorang aktris terkenal, semua aspek dalam kehidupannya selalu menjadi sorotan terutama kehidupan asmaranya.
Saat awal mengakui hubungan keduanya, profil Daniel bertebaran dimana-mana, banyak orang menganggap hubungan keduanya sempurna. Hingga setiap pergerakan keduanya selalu mendapat sorotan publik. Walau awalnya Daniel sangat membencinya namun seiring waktu ia mulai terbiasa, toh yang di dapat keduanya hanya pujian.
Namun sekarang semuanya berbeda, dia tidak lagi dikenal sebagai kekasih Valerie lagi namun suami dari Naira, dan yang lebih memalukan adalah pernikahan mereka dilakukan karena kecelakaan yang bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan Daniel.
Hingga saat ini, Naira lah yang paling disalahkan oleh penggemar fanatik Valerie. Harusnya Daniel senang dengan itu, namun tidak. Mereka sudah melangkah terlalu jauh, ujaran kebencian itu sudah terlalu berlebihan. Dan Daniel tidak yakin apakah Naira tau atau tidak tentang itu semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Hold On
RomanceTakdir seorang Naira Liandra, gadis yang harus menerima segala kebencian dari keluarganya sendiri sejak dia kecil. Makian, kekerasan bukan hal asing baginya. Ayahnya seseorang yang dulu dia pikir akan melindunginya, berubah menjadi monster paling me...
