BAB 2

32 2 0
                                        

Sungguh benarkah yang kulihat ini wajahnya begitu tampan sepertinya dia blasteran indonesia-arab, pantas saja gadis kecil yang bersama ku begitu imut ternyata bibitnya gak kaleng-kaleng. Ini baru wajah Papanya gimana wajah mamanya ya pasti sangat cantik, karena wajah gadis kecil itu tidak condong ke Papanya itulah suara hati decakan kagum dari Ratna yang terpesona pada Papa gadis kecil itu.

    Sambil menghela napas dia berkata. " Syukurlah kamu ketemu, Rara kan Papa sudah bilang tadi tunggu sebentar Papa mau angkat telepon dari klien. Saat selesai telpon Papa lihat kamu gak ada dan Papa langsung panik sampai kelilingi perbelanjaan ini. "

   Sambil menunduk dia menjawab. " Maaf Pa… Aku tadi cuma mau lihat boneka ini saja, tapi gak tahu bakal kepisah sama Papa. " Ucapnya sambil menunjukkan boneka yang dibelikan tadi untuknya.

    Aku mendengarkan perdebatan dan nasihat yang mereka bicarakan, namun fokusku teralihkan karena wajah tampan yang sedang berbicara dengan lembut pada putrinya.

     Sungguh indah makhluk ciptaanMu ini ya Allah, bolehkan dia jadi jodohku? Masa depanku.

Rasanya dia ingin memandang wajah dengan mata yang indah itu sangat lama tapi niat itu tidak terjadi saat ada tangan yang melambai di depan wajahnya, dan membuyarkan lamunan.

   " Hai saya Muhammad Rizwan Al Rasyid Papanya Rara, Rara sudah cerita kalo kamu yang menolong dia saat kebingungan mencariku. " Ucapnya sambil menyodorkan tangannya untuk berkenalan.

   " Hai saya Ratna Aryasetya pemilik tempat ini, sebaiknya kamu lebih berhati-hati menjaga anakmu supaya tidak kecolongan lagi. " Jawabnya sambil membalas uluran tangan itu.

  " Terima kasih atas sarannya dan juga karena kamu sudah menjaga Rara. "

    " Iya sama-sama, kalo kamu kewalahan menjaga Rara aku bisa kok menjaganya sekaligus menjadi ibunya. "

    " Tenang aku masih tersegel, bersih dan pastinya akan menjaga dan menyayangi kamu dan Rara. "

     Dengan wajah terkejut dia berkata. " Maaf saya tidak sedang mencari istri atau pun Ibu untuk Rara. "

   " Oh ayolah… Aku ini paket komplit loh sudah cantik, baik, mandiri, penyayang pula, cocok jadi pendamping kamu dan Ibunya Rara." Ucapnya percaya diri sambil mengibaskan rambut yang panjang.

   " Mungkin kamu sudah paket komplit seperti yang kamu bilang, tapi saya tidak ada niatan menikah lagi karena prinsip saya hanya ada satu wanita dalam hidup saya yaitu Ibunya Rara. " Dengan segera membawa Rara pergi meninggalkan Ratna yang speechless dengan kata-katanya.

    Wow… Benarkah itu ucapanmu, kukira pria setia sudah menipis di dunia ini sampai aku jarang bertemu dengan pria setia. Biasanya pria kalau ditinggal istri atau pacarnya akan langsung cari pengganti, tapi dia sungguh berbeda.

     Dengan senyum menyeringai dia berkata. " Aku harus dapetin dia buat jadi imam aku, iya harus. "

    Ratna berdehem saat sekretarisnya mengingatkan untuk melihat laporan keuangan dan meninjau proses pembangunan cabang.

" Rico kamu cari tahu siapa pria tadi dan kirimkan informasinya segera. " Perintahnya mutlak pada si sekertaris.

" Baik nona. " Keduanya pun lanjut mengontrol pusat perbelanjaan.

     Sebuah mobil berwarna hitam membawa Rizwan dan putrinya sampai rumah Al Rasyid, ya sebuah rumah luas dengan berbagai tanaman yang menyejukan mata.

Sambil menggandeng tangan putrinya Rizwan berjalan memasuki rumah, namun sayup terdengar obrolan di ruang keluarga yang menghentikan langkahnya.

" Arga berhenti bermain dengan perempuan dan segeralah menikah, mau sampai kapan kamu berganti perempuan. " Tanya pria berumur yang masih kelihatan muda dengan raut marah.

     " Abi aku gak pernah mainin mereka, mereka yang mengejarku dan aku hanya menganggap mereka sebagai teman gak lebih. Lagian kalo aku sudah ada calon pasti aku kenalin ke Abi kok. " Jawabnya dengan tegas.

" Abi tau kalo kamu gak suka mereka tapi seenggaknya kamu jaga jarak dan jangan kasih mereka harapan. Abi heran dengan cewek yang dekat dengan kamu semuanya pakaian gak sopan kekurangan bahan, setidaknya cari yang seperti Umimu yang walaupun tidak berhijab tapi penampilannya masih sopan dan tetap modis. "
" iya Abi. " jawabnya dengan sopan

Love You My DudaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang