Rizwan pov
Malam ini aku menemani investor jalan-jalan setelah menandatangani kesepakatan, aku menemaninya karena dia teman kuliah ku. Tepat jam setengah sebelas dia mengajak aku ke club langganannya untuk menemui temannya.
Aku duduk di depan bartender yang melayani pelanggan, tiba-tiba ada wanita yang mendekati aku. Sungguh rasanya risih sekali berdekatan dengan wanita itu, dia tiba-tiba bergelayut di lenganku setelah berkenalan. Aku hampir saja menepis tangannya yang gatal, sebelum ada yang menarik dan menampar wanita itu.
Ternyata itu Ratna, wanita yang belakangan ini mendekati aku dan Rara. Dia tampak marah pada wanita itu, mereka saling adu kekuatan, dan ya aku baru sadar Ratna sangat kuat dia bahkan menonjok wanita itu.
Perkelahian itu terhenti saat ada Rico yang datang melerai, kulihat telapak Ratna berdarah dia bahkan melawan Rico yang menariknya menjauh dari wanita itu. Dia mengalihkan tatapannya pada wanita itu kepadaku.
" Rizwan kamu bohong sama aku katanya mau temani klein, tapi malah kesini dengan wanita gatel itu. Lihatkan aku udah buktiin omongan aku ke kamu, kalau kamu jalan sama wanita lain bakal aku jambak wanita itu plus dengan satu tonjokan. "
Setelah keributan yang terjadi Dion investor sekaligus teman gue, menjelaskan ke Ratna kalau aku tidak berbohong. Dia menjelaskan keberadaan aku di sini ke Ratna, karena menemani Dion bertemu teman lamanya.
Karena aku yang masih terkejut dengan kelakuan barbar Ratna tanpa sengaja aku mengucapkan kalimat yang membuatnya tersulut emosi.
" Kamu ngapain marah saya disini sama wanita lain, kamu gak ada hak buat larang saya dekat dengan wanita manapun. Kita tidak memiliki hubungan apapun yang bisa membuat kamu melarang saya dekat dengan wanita manapun. "
" Ka… siniin kunci motor kamu, gue pinjem. " Katanya dengan marah.
" Tapi queen… Tangan lo berdarah nanti perih kalo naik motor, gue anterin aja ya. Seenggaknya obatin tangan lo. " kata temannya
" Arka, kasih gue kunci motor lo kalo masih mau temenan sama gue dan gue bakal habisin lo sekarang juga. Gue gak pernah main-main sama ucapan gue, lo tahu itu. "
Dengan terpaksa orang yang dipanggil Arka menyerahkan kunci motornya, aku tidak tahu kenapa pria itu takut dengan ancaman Ratna. Siapa sebenarnya Ratna sampai pria itu takut dengan ancamannya.
Ranta pergi dengan tergesa-gesa keluar dari club, salah satu teman Ratna menghampiri aku.
" Gue tahu lo gak membalas perasaan Ratna, tapi lo jangan sakiti hatinya. Gue tahu dari Ratna kalo lo nolak dia karena gak mau menjalin hubungan dengan wanita lagi setelah kematian istri lo. Tapi lo dibelakang Ratna bertemu dengan wanita itu, hal itu membuatnya kesal, marah, dan mungkin kecewa. Sebaiknya kalau lo gak mau sama dia karena wanita lain bilang aja, gue yakin Ratna bakalan mundur secara perlahan dari pada lo bohongi dia kayak sekarang. "
Demi tuhan aku gak pernah bohongi Ratna, dan soal wanita itu memang dia mendekatiku. Ku Hembuskan nafas kasar lalu berbalik keluar mengejar Ratna. Wanita itu mengendarai motor dengan kecepatan seperti seorang pembalap.
Aku mengejar dan mengikutinya memastikan dia selamat sampai tujuan, Kuhentikan mobil saat Ratna menghentikan motor didepan rumah yang ku kira miliknya. Aku ragu harus menyusulnya atau tidak untuk menjelaskan aku tidak berbohong.
Setelah ku pikirkan aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan bicara pada Ratna besok, akan ku jelaskan kalau aku tidak berbohong. Aku juga akan mengatakan kalau dia tidak perlu mengharapkan balasan perasaannya padaku.
Rizwan pov end
KAMU SEDANG MEMBACA
Love You My Duda
RomantikSebuah kisah gadis pemilik pusat perbelanjaan yang jatuh hati pada duda beranak satu,yang memiliki seorang putri yang cantik dan imut.Pada saat ia mengontrol pusat perbelanjaannya dia berpasan dengan gadis imut yang mencari ayahnya. Pertemu...
