BAB 7

18 2 0
                                        

Kemudian Ratna melajukan mobilnya ke pusat perbelanjaan miliknya. Sesampainya disana dia disambut dengan wajah Riko yang kesal.
" Na… Kenapa baru berangkat tumben banget telat, gue mau kasih laporan juga kita harus kontrol cabang kita yang ada di bogor. "

" Rico ingat kita lagi kerja, jangan lo gue bahasanya gak lihat apa semua karyawan memandangi kita. " Ucapnya berbisik ke Rico

    " Maaf Nona... Saya cuma heran karena biasanya Nona datang tepat waktu. " Katanya sambil melihat sekeliling dan para karyawan pun melanjutkan kerjanya.

" Rico kita keruangan saya. " Keduanya pun berjalan keruangan dengan langkah tegap, sesampainya di ruangan Rico langsung memberondong Ratna dengan pertanyaan.

     " Kenapa telat? Tumben gak kaya biasanya? Lo gak sedang buat masalah kan? "

" Tanya nya satu-satu Ric… Lagian gue gak buat masalah, tadi gue jemput rasa dan anterin dia ke sekolah dulu. "

" Wah gercep ya lo....buat dapetin hati tuh duda, lo udah yakin kalo lo beneran cinta sama dia? Bukan cuma kagum atau terpesona mungkin? "

" Ya gak lah...gue yakin 100%  kalo gue beneran cinta sama dia, ini tuh sama kayak dulu gue jatuh cinta sama dia, cinta pertama gue. "

" Udah lo harus relain dia, dia sudah tenang disurga. "

     " Gue udah relain dia Ric… itu sebabnya gue bisa jatuh cinta sama Rizwan. "

" Gue dukung lo buat berjuang, kalo lo butuh bantuan gue juga siap. " Katanya sambil mengusap punggung temannya

    " Thanks ya Ric, lo selalu ada buat gue baik jadi sahabat ataupun seorang kakak. Gue jadi berasa punya kakak beneran. "

" Gue siap kok buat jadi kakak lo kalau lo mau, lagian adek gue lebih asik sama temannya daripada gue sebagai kakaknya. "

" Aaah Rico gue terhura..." katanya sambil memeluk Rico.

" Terharu maemunah. " Jawabnya sambil menjitak kepala temannya yang suka plesetin kata.

    Sambil mendengus dia menjawab. " Lo. . pala gue di fitra setiap tahun, pakai jitak segala, mau gue pecat lu? "
" Ampun Nona✌..."

      Mereka pun tertawa bersama dan segera melanjutkan pekerjaan. Saat waktu menunjukkan siang, Ratna membereskan tasnya untuk pergi menjemput Rara.

" Ric, gue keluar dulu mau jemput Rara sekalian makan siang sama Bapaknya "

      " Ok gue juga mau pergi makan siang sama Ayang beib. "

      Mereka berdua keluar dengan tujuan masing-masing, sesampainya disekolah Ratna langsung menyuruh Rara masuk mobil.
" Ra… gimana belajarnya lancar? Atau ada yang gak bisa? "

" Lancar Mi… tapi ada pr, nanti aku minta ajarin Papa kalo ada yang gak ngerti. "

    " Ra kita ke kantor Papa dulu ya buat makan siang? "

" Iya Mi, akhirnya aku bisa lihat kantor Papa. "

" Emang sebelumnya nggak?"

    " Gak Mi kan kalo berangkat sekolah diantar Papa tapi pulangnya dijemput Pak supir, jadi langsung kerumah. "

" Oh gitu, kita beli makanan dulu di depan ya. "

    Setelah membeli makanan mobil pun melaju menuju kantor, saat sampai disana Ratna bertanya pada resepsionis.
" Permisi Mbak...ruangan Pak Rizwan dimana ya? " tanyanya dengan sopan

" Maaf dengan siapa? apa sebelumnya sudah buat janji? "

     " Saya calon istrinya dan dia anaknya, kami kesini buat makan siang bareng. " Dia menunjuk gadis kecil di sebelahnya, lantaran tau wajah anak pemilik perusahaan ini wanita yang bertanya tadi langsung bersikap lebih ramah dari sebelumnya.
" Maaf Bu… Kalau gitu saya antarkan. "

Love You My DudaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang