⚠️Mature Contents⚠️
Asap mengepul dari balik dapur. Hinata sedang memasak sarapan pagi untuk suami dan anaknya. Kehidupan mereka terasa membaik semenjak keputusan untuk mengadopsi Boruto.
Naruto jadi lebih sering berada di rumah dan mulai sering tertawa ketika bergurau dengan anak laki-lakinya. Belum lagi kecerdasan Boruto yang termasuk tinggi untuk anak seusianya. Ia dengan mudah melaksanakan berbagai kegiatan tanpa merepotkan kedua orang tuanya.
Pandangan Hinata tertuju pada halaman belakang rumah yang dapat terlihat dari jendela dapur. Naruto seperti biasa akan mengajak Boruto bermain sembari menunggu sarapan.
Hinata tersenyum. Akhirnya keluarganya terasa lengkap sekarang. Matanya melihat Naruto pergi sejenak dari sisi Boruto.
Dilihatnya anak satu-satunya sedang bermain sendiri. Namun, tiba-tiba tangan mungilnya mengambil batu taman ukuran besar. Tanpa diduga, Boruto melempar batu itu ke kepalanya sendiri berkali-kali.
Melihat kejadian ganjil tersebut, Hinata lantas menutup mulutnya, menahan suara teriakan dan berlari menuju halaman belakang rumah.
Namun, ketika ia sampai disana, Naruto sudah datang dengan memeluk Boruto panik dan nyaris menangis.
"Boruto, apa yang terjadi pada kepalamu?" Tangan Naruto memegang tubuh mungilnya gentar. Rasa takut menjalar dalam dadanya, ia tak ingin kebahagiaan satu-satunya hilang lagi.
"Tadi aku tersandung, ayah."
Rasa heran memenuhi kepala Hinata. Jelas-jelas ia melihat apa yang Boruto lakukan dengan kedua tangannya. Ia yakin, itu bukanlah ketidaksengajaan. Tetapi, kenapa Boruto harus berdusta?
Naruto kembali memeluk tubuh mungil anaknya. "Maaf, maafkan, ayah. Harusnya aku tidak meninggalkanmu sendiri."
Tangan Boruto mengelus punggung ayahnya pelan. "Tidak apa, ayah. Lain kali, jangan tinggalkan Boruto sendiri ya?"
Naruto mengangguk, masih meraung takut. "Ya, ayah berjanji akan selalu menjagamu."
Dengan ragu, Hinata berjalan pelan menghampiri keduanya. Ia berusaha berpura-pura tak tahu mengenai kejadian yang terjadi di balik layar. Otaknya berusaha berpikir positif mengenai apa yang terjadi.
Mungkin ia salah lihat, itu yang ada di pikirannya. Tetapi, itu bukan satu-satunya hal aneh yang Boruto lakukan ketika kecil.
Suatu hari, Naruto pernah berteriak menemukan Boruto sedang memvakum seekor kucing dalam plastik hingga sekarat.
"Apa yang kau lakukan, Boruto?!" Naruto tak sengaja menaikkan intonasinya karena terlalu terkejut menemukan Boruto yang melakukan percobaan pembunuhan dengan wajah sumringah.
"Aku sedang menghukum kucing ini. Ia menggigit lenganmu 'kan? Harusnya kau melihat wajahnya yang sesak kehabisan nafas barusan." Boruto tertawa lagi. "Menyenangkan, ayah."
"Tapi kau tak perlu membunuhnya, Boruto! Dia juga makhluk hidup!" Naruto menggoncang bahu Boruto kencang.
Namun, Boruto hanya menatap Naruto heran. "Ayah, dia hanya seekor kucing. Kematiannya tak akan berdampak apapun pada dunia ini. Siklus ekonomi akan terus berjalan, akan ada kucing baru yang lahir di waktu lain, dan perusahaanmu tak akan langsung bangkrut hanya karna kematian satu kucing 'kan?"
Naruto hanya terdiam. Matanya memandang Boruto seakan ia adalah seorang iblis kecil tak berempati. Tatapan itu membuat Boruto menyadari, ia berbeda. Dan manusia tidak suka jika ada sesuatu yang berbeda dengan kelompoknya, perbedaan itu dianggap sebagai ancaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Parasite [Borunaru]
Misteri / ThrillerPernikahan Naruto dan Hinata yang sudah terjalin bertahun-tahun tak membuat Tuhan mengkaruniyai mereka buah hati. Mereka pun memutuskan untuk mengadopsi seorang anak dari panti asuhan bernama Boruto. Pada awalnya kehadiran Boruto memberikan kehanga...
![Parasite [Borunaru]](https://img.wattpad.com/cover/303056200-64-k48410.jpg)