11- Jealousy

109 9 0
                                        

Selesai sahaja perbualan untuk mencari dan menyelamat kan adik Haesun . Mereka semua balik dan sedia untuk pemburuan malam ini .

Jake bangun apabila Haesun ke arahnya .

" Jom , bawa aku jalan jalan . " Senyuman kebudakkan Jake terbitkan . Haesun terpaksa mendengar arahan dia . Ya lah memang itu dijanjikan olehnya . Tak kan nak di kelingkan .

Janji india betul ya

" Kau nak bawa ke aku nak bawa ? " Haesun masuk ke dalam keretanya . Malah dia mengambil tempat pemandu . Jake yang sedia duduk di sebelahnya hanya ketawa .

" Dah kau duduk situ , kau lah bawa . Kau yang kena bawa aku jalan jalan . " Haesun mendengus perlahan . Dia sinis tersenyum memandang Jake .

Stereng kereta diputar . Gadis itu bercadang mahu membawa Jake ke sebuah pantai . Pantai itu memang popular , ramai pelancong datang di sana . Mana boleh mereka tinggalkan peluang ini .

Jake keluarkan telefonnya . Pandangan Haesun turun ke bawah gajet mahal suaminya . Dia berkerut melihat lockscreen Jake .

Hera ?

Dia hanya buang perasaan cemburu dan memberi tumpuan kepada jalan raya .

KECAK !

Terjungkit kening gadis itu . Pantas dia melihat sebelahnya .

" Hei ! Kenapa ambil gambar aku ! " Jake mencebik apabila dimarahi oleh Haesun .

" Bagi kenangan lah . Mana tahu nanti kita terpisah ke . " Gadis itu berdecit . Apa apa aja lah suaminya sorang ni .

" Jake . " Haesun lembut memanggil lelaki di sebelahnya .

" Hm ? "

" Can i ask you-- something ? " Wajah lelaki itu yang memandang luar tingkap terus memandang Haesun .

" Siapa orang yang dekat wallpaper skrin kau tu ? " Pertanyaan Jake mampu buat dia takut . Dengan nada seperti mahu marah .

Haesun--- cemburu ?

" Kenapa ? Cemburu ke ? "

Haesun jijik memandang lelaki itu , dia menggeleng laju laju . Tak dek masa nak cemburu dekat orang lain . Tapi memang dia cemburu pun , cuma malu nak setuju .

Jake ketawa melihat wajah jijik Haesun .

Pantas dia membuka telefon dan mencari gambar isterinya . Ada juga gambar yang dua tangkap semalam , waktu gadis itu mabuk . Ada gambar sewaktu perkahwinan mereka . Gadis itu tampak cantik dengan gaun putih .

Dia memilih gambar mabuk semalam perempuan itu . Dia tersenyum lebar melihat keadaan lockscreen nya .

" Dah tukar jadi kau . " Riang Jake menunjuk gambar wallpaper nya .

" EH TU GAMBAR AKU MABUK KE . JAKEEEE APA NIIII MALU LAH AKU ! "

" AHAHHAHAHAHHA "

-

Mereka sampai di hadapan pantai . Terlihat ramai pengunjung yang duduk di bawah matahari , bersantai . Ada yang hanya mengambil gambar , ada yang hanya mahu makan ais krim . Haesun menelan air liur melihat ais krim yang sedap nikmat di matanya .

" Jake , nak ais krim . "

" Patutnya kau lah belanja . " Haesun mengalah , dia diam mengambil dompet di kotnya dan ke arah trak ais krim . Jake yang di belakang tersenyum kemenangan .

Muka gadis itu kekal mendatar , dia begitu tekun menjilat ais krim.  Jake mencari tisu apabila mulut gadis itu mula comot dan penuh dengan ais krim .

" Nah . " Sehelai tisu diberi . Haesun mengambil dan lap mulutnya . Cepat betul dia makan ais krim , sudah siap rupanya .

Sekarang mereka hanya menikmati pemandangan pantai . Ombak yang berbunyi menjadi kan suasana lebih baik . Walaupun ramai pengunjung di sini , mereka berdua pastikan tempat yang mereka duduk jauh dari pengunjung . Tidak mahu diganggu .

Itu pun Haesun yang pilih . Memang betul , dia pakar dalam bab tidak diganggu .

Haesun merenung langit dan pantai bergilir gilir . Kagum dengan apa yang dia lihat .

Dia tiba tiba teringat dengan misi yang dia akan jalankan pada malam ini . Perlahan dia pandang Jake yang bermain dengan telefonnya .

" Jake . "

" Hm ? "

" Malam ini ikut aku tau . "

" Okay . " Wow , cepat betul perbualan pasangan ini berakhir . Memang tak banyak topik nak berbual ni . Haesun mula naik bosan .

Dia mahu mengajak Jake balik , tapi terlampau malu untuk bertanya . Lagipun melihat suaminya yang tekun bermain telefonnya hanya buatkan dia pelik. 

Chat someone ke ? Laju betul jarinya menekan skrin .

Sisi wajah Jake dia tenung . Bibir lelaki itu mula menerbitkan senyuman yang lebar . Berkerut dahi Haesun . Siapa yang buat dia tersenyum ni ?

Sedikit sedikit dia rasa dirinya cemburu dengan perlakuan Jake .

Dia hanya mengeluh dan bangun meninggalkan suaminya yang terpinga pinga melihat telatah isterinya .

Pantas dia bangun dan memegang tangan Haesun . Tersentak gadis itu , dia hanya biarkan tangannya dicantumkan dengan Jake . Mulut dikemam .

Terlampau terkejut dan tidak mampu mengeluarkan suara .

" Cemburu ke ? " Oh , bertapa geramnya dia dengan soalan lelaki itu . Dia mendecit dan masuk ke dalam kereta . Kini giliran Jake yang akan memandu , bukan mereka tentukan , tetapi gadis itu sendiri mahukan .

" Eh Garangnya .. " memang terkejut lah lelaki itu melihat perangai pelik isterinya . Naik baran tanpa sebab ? Mahu tak keliru .

Keadaan kereta yang senyap makin janggal bagi Jake . Memang dia selalu kena silent treatment dengan isterinya , tetapi entah kenapa atmosfera macam tegang .

" Aku ada buat salah ke ? "

Gadis itu mengeluh , dia masih melihat luar tingkap kereta , malas mahu layan lelaki di sebelahnya .

" Haesun ? " Lembut suara Jake menyahut nama isterinya .

" Love ? " Kening kiri Haesun terjungkit mendengar panggilan Jake .

" Sayang ? " Bibir Haesun terukir senyuman senget .

" Kenapa kau tak pakai cincin kahwin kita ? " Tangan kecil gadis itu diambil dan dibelek oleh Jake . Tersentak Haesun . Dia merenung wajah Jake yang bergilir gilir memandang jalan raya dan tangannya .

Haesun nak pakai , tapi dia terlampau malu . Lagipun satu peraturan dalam hidupnya ialah tidak mahu dia jatuh cinta dengan lelaki disebelahnya . Dia hanya tak nak . Kalau lelaki itu tiba tiba tinggalkan dia ?

Dia tak nak menyesal seumur hidup dia dan mempersalahkan diri sendiri jikalau Jake kemalangan .

" Kalau aku buat kau cemburu . Sorry .. " bibir lelaki itu terlihat mencebik . Haesun tersenyum nipis melihat wajah suaminya . Ada ada je lah perangai manja dibuat buat .

Jake ketawa kecil melihat isterinya yang sudah tersenyum . Sekurang-kurangnya gadis itu memandang wajah dia .

Walaupun soalan yang dia nak tahu itu tidak dibalas ..

Tangan kecil gadis itu dia genggam seperti tidak mahu dilepaskan .

५ Another One - Sim JakeCerita yang buat anda obses. Terokai sekarang